Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    IKAMABA Gelar Lomba Hari Kartini 2026 untuk Tingkat SMP/MTS se-Kecamatan Baros

    10 Mei 2026

    Respons Temuan Makanan Tidak Layak di Pandeglang, Kepala BGN: Kami Cek Detil Lapangan

    8 Mei 2026

    Bulog Optimis Penyaluran Bantuan Pangan Alokasi Februari-Maret Tuntas Akhir Bulan Mei 2026

    8 Mei 2026

    Tegas! Direksi Curang Harus Di-blacklist, Jangan Cuma Gertakan

    7 Mei 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»Trans 7 Keterlaluan! Banser Banten: Ini Bukan Media, Tapi Provokator Bangsa!

    Trans 7 Keterlaluan! Banser Banten: Ini Bukan Media, Tapi Provokator Bangsa!

    Imam Tantowi14 Oktober 20253 Mins Read NEWS
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BANTENCORNER.COM — Pernyataan keras kembali datang dari jajaran Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Banten. Setelah LBH Ansor dan PW GP Ansor Banten mengecam keras tayangan Xpose Uncensored Trans7, kini giliran Komandan Banser Provinsi Banten, Sukiman, yang angkat bicara dengan nada tajam. Ia menilai apa yang dilakukan Trans7 bukan sekadar kesalahan media, tapi tindakan berbahaya yang dapat merusak persatuan bangsa.

    Dalam pernyataannya, Sukiman menyampaikan rasa keprihatinan mendalam atas sikap Trans7 yang menyiarkan tayangan provokatif dan menyudutkan pesantren, kiai, serta para santri. Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya melukai komunitas pesantren, tetapi juga mencederai sejarah panjang perjuangan para ulama dalam mendirikan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    “Sungguh sangat prihatin. Negara ini didirikan oleh para ulama yang menyatukan Nusantara dengan berbagai suku, bangsa, dan agama. Tapi masih ada media yang tidak punya integritas terhadap NKRI,” tegas Sukiman, Selasa (14/10/2025).

    Ia menyoroti bagaimana Trans7, sebagai salah satu media besar yang siarannya menjangkau seluruh masyarakat Indonesia, justru menayangkan konten yang menyudutkan lembaga pendidikan Islam yang memiliki jasa besar dalam sejarah perjuangan bangsa.

    “Pesantren itu melahirkan para pejuang negeri dan para ulama yang mencerdaskan kehidupan bangsa. Tapi Trans7 justru menggiring opini publik dengan framing kotor,” ujarnya.

    Sukiman menegaskan bahwa penyiaran media di Indonesia telah diatur dengan undang-undang yang ketat. Karena itu, tindakan Trans7 yang secara terang-terangan melanggar etika penyiaran merupakan bukti arogansi dan pelanggaran serius.

    “Trans7 berani melabrak semua aturan. Ini bukan sekadar keteledoran, ini bentuk kesengajaan,” katanya dengan nada geram.

    Lebih jauh, Sukiman mencurigai ada aktor besar di balik tayangan tersebut. Ia menyebut perlu penyelidikan serius untuk mengungkap siapa dalang, penyandang dana, dan pihak-pihak yang punya kepentingan di balik framing keji terhadap pesantren.

    “Kami yakin ada dalang di balik semua ini. Instansi terkait harus bergerak cepat. Kalau tidak, negara seolah kalah oleh kelompok yang ingin memecah belah persatuan Indonesia,” tegasnya.

    Ia memperingatkan, membiarkan perilaku seperti ini sama saja membuka jalan bagi kelompok intoleran dan anti-Pancasila untuk merusak fondasi bangsa. Menurutnya, tindakan memecah belah persatuan Indonesia sejajar dengan perilaku Partai Komunis Indonesia (PKI) yang pernah mencatat sejarah kelam dalam perjalanan bangsa.

    “Sikap memecah belah persatuan itu sama dengan perilaku PKI. Ini sangat berbahaya. Kami masyarakat pesantren yakin, kelompok seperti ini bisa disingkirkan dari bumi Pertiwi,” kata Sukiman.

    Sukiman juga menyampaikan keyakinannya terhadap kepemimpinan Presiden Republik Indonesia yang berlatar belakang TNI dan memiliki integritas tinggi. Ia berharap negara tidak tinggal diam dan segera mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran yang dilakukan Trans7.

    “Kami percaya negara tidak akan kalah. Presiden kita punya integritas nomor wahid. Jangan biarkan media seenaknya merusak persatuan bangsa,” ujarnya.

    Sebagai Komandan Banser Provinsi Banten, Sukiman menyerukan kepada seluruh kader Banser untuk bersiaga dan ikut mengawal proses penyelesaian kasus ini. Ia menegaskan Banser akan mengawal secara hukum dan sosial, namun tetap dalam koridor aturan negara.

    “Saya perintahkan seluruh kader Banser untuk mengawal kasus ini. Kita percayakan proses hukum kepada aparat, tapi jangan biarkan persoalan ini redup begitu saja,” tegasnya.

    Sukiman juga menegaskan bahwa Banser Banten tidak akan mundur selangkah pun dalam membela kehormatan pesantren, kiai, dan santri.

    “Ini bukan hanya soal tayangan. Ini soal martabat dan sejarah perjuangan bangsa. Kami tidak akan tinggal diam,” katanya lantang.

    Ia menutup pernyataannya dengan seruan persatuan kepada masyarakat pesantren dan seluruh elemen bangsa untuk tidak terpancing provokasi, namun juga tidak boleh membiarkan pelanggaran ini lewat begitu saja.

    “Mari bersatu. Ini bukan serangan terhadap satu pesantren, tapi terhadap jantung peradaban bangsa Indonesia,” pungkasnya.

    Banser kyai Pesantren Santri Trans 7

    Related Posts

    NEWS

    Kawal Arus Mudik hingga Balik, Banser Banten Dirikan 11 Posko di Titik Strategis

    26 Maret 2026
    NEWS

    Cetak Kader Tangguh, Ansor–Banser Pulomerak Gelar PKD dan DIKLATSAR

    7 Februari 2026
    NEWS

    Gebyar Serang Mengaji: 10.000 Siswa Akan Baca Al-Qur’an di Royal Baroe

    23 Januari 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Peringati Hari Pendidikan dan Buruh, GMPK Serang Ingatkan Nasib Pekerja dan Kualitas SDM

    NEWS 6 Mei 2026

    Peninggalan Sejarah Kesultanan Banten yang Masih Bisa Kamu Kunjungi

    KITA Banten: Laporkan dan Investigasi Total, Tutup Mitra MBG Cigadung 3

    Mengungkap Keindahan dan Filosofi Masjid Agung Banten

    Respons Temuan Makanan Tidak Layak di Pandeglang, Kepala BGN: Kami Cek Detil Lapangan

    Recent Post

    Kawal Visi Besar Bangsa, Wapres Gibran Bertemu Empat Mata dengan Ketum PROJO

    7 Mei 2026

    KITA Banten: Laporkan dan Investigasi Total, Tutup Mitra MBG Cigadung 3

    7 Mei 2026

    Pelantikan Fahmi Ummi Banten Jadi Momentum Kebangkitan Gerakan Muslimah

    6 Mei 2026

    Peringati Hari Pendidikan dan Buruh, GMPK Serang Ingatkan Nasib Pekerja dan Kualitas SDM

    6 Mei 2026

    Kolaborasi DPR RI dan BRIN, Gelar Edukasi Deteksi Dini Gangguan Mental Remaja

    5 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.