BANTENCORNER.COM – Suasana duka menyelimuti masyarakat setelah seorang pengemudi ojek online (ojol) mengalami musibah tragis karena dilindas mobil polisi pada Kamis (28/8). Peristiwa ini tidak hanya mengetuk rasa kemanusiaan, tetapi juga menghadirkan doa dan simpati dari berbagai pihak.
Gerakan Pemuda Ansor Banten turut menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas insiden tersebut. Departemen Kajian dan Bahsul Masa’il Rijalul Ansor Banten, Faisol Mubarok, mengatakan bahwa musibah ini menjadi pengingat pentingnya kehadiran negara dalam menjaga rasa aman warganya.
“Tanggung jawab dasar penguasa adalah menjaga keamanan dan ketenangan rakyat. Itu hal mendasar agar masyarakat bisa hidup damai,” ungkap Faisol.
Ia menambahkan, tragedi ini hendaknya dilihat sebagai pelajaran berharga bagi semua pihak. Bagi negara, agar selalu menghadirkan perlindungan terbaik bagi rakyat. Dan bagi masyarakat, agar terus memperkuat solidaritas serta saling menguatkan.
Lebih dari itu, Faisol mengajak masyarakat untuk menanggapi peristiwa ini dengan hati yang sejuk. Menurutnya, doa untuk korban dan keluarga jauh lebih utama ketimbang memperkeruh suasana dengan amarah.
“Marilah kita bersama-sama memanjatkan doa terbaik untuk almarhum. Semoga Allah SWT menerima amal ibadahnya, melapangkan jalannya, dan memberikan kesabaran serta kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.
Ansor Banten juga berharap agar aparat kepolisian bisa menjadikan insiden ini sebagai momentum introspeksi. Ke depan, sikap humanis dan penuh kehati-hatian diharapkan semakin dikedepankan dalam menjalankan tugas.
Faisol menegaskan, menjaga keamanan bukan hanya kewajiban aparat, tetapi juga bagian dari tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap tenang, tidak terprovokasi, dan senantiasa menjaga suasana damai.
“Kami percaya, dengan saling memahami dan saling mendoakan, kita bisa menghadapi musibah ini dengan bijak. Jangan sampai kita terpecah, karena sesungguhnya musibah adalah ujian yang harus dihadapi bersama,” kata Faisol.
Gerakan Pemuda Ansor Banten sendiri menegaskan komitmennya untuk terus berada di sisi masyarakat, terutama saat menghadapi kesulitan. Baginya, rasa empati dan doa adalah wujud nyata solidaritas yang harus selalu dijaga.
“Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Mari kita jadikan doa sebagai pengikat hati, sekaligus penguat langkah agar negeri ini senantiasa aman, damai, dan diberkahi,” pungkas Faisol.







