Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    BKSAP Fokus Buka Akses Selat Hormuz demi Kelancaran Logistik Indonesia

    10 April, 2026

    Ancaman Ketahanan Pangan! Pekerja Penggilingan Minta Tolong ke Komisi IV

    09 April, 2026

    Optimisme Lawan Teror: Projo Ingatkan Pengalaman Bangsa Saat Pandemi

    08 April, 2026

    PKBM Daguina Gelar UPK Paket C, Bukti Pendidikan Nonformal Kian Berkualitas

    08 April, 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»HUKRIM»Ansor Banten Soroti Insiden Ojol yang Dilindas Mobil Polisi

    Ansor Banten Soroti Insiden Ojol yang Dilindas Mobil Polisi

    Imam Tantowi29 Agustus, 20253 Mins Read HUKRIM
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BANTENCORNER.COM – Insiden memilukan yang menimpa seorang pengemudi ojek online (ojol) di Jakarta Pusat akibat dilindas mobil polisi menuai sorotan keras dari berbagai pihak. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Banten bersama Rijalul Ansor Banten angkat suara, mengecam tindakan brutal aparat yang seharusnya menjadi pelindung masyarakat.

    Sekretaris LBH Ansor Banten, Mulhat, menegaskan bahwa hukum tidak boleh dijalankan dengan cara-cara bengis.

    “Hukum sejatinya hadir untuk melindungi, bukan melukai. Menegakkan hukum tanpa kemanusiaan hanya akan meninggalkan luka, bukan keadilan,” tegas Mulhat dalam keterangannya, Jumat (29/8/2025).

    Menurutnya, kejadian ojol yang dilindas mobil polisi ini bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan cermin kebrutalan aparat yang gagal memahami fungsi dasar penegakan hukum.

    “Kalau polisi sampai tega melindas rakyat kecil, maka di mana lagi rakyat bisa berharap perlindungan? Polisi bukan mesin penggilas, melainkan pengayom,” tambahnya.

    Nada keras juga datang dari Faisol Mubarok, Departemen Kajian dan Bahtsul Masa’il Rijalul Ansor Banten. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab mendasar seorang penguasa dan aparat adalah menjaga keamanan rakyat, bukan menciptakan teror di jalanan.

    “Tanggung jawab dasar penguasa adalah menjaga keamanan bagi rakyatnya, sehingga mereka bisa hidup tenang dan aman. Kalau rakyat justru ketakutan karena aparat, maka ada yang sangat salah dalam tata kelola negara ini,” ucapnya lantang.

    Ansor Banten menilai, kasus ini bukan hanya urusan personal oknum, tetapi juga bukti adanya pola represif yang dibiarkan tumbuh. Mereka menuntut Kapolda Banten untuk bertanggung jawab secara terbuka, bukan sekadar lempar wacana.

    “Jangan lagi publik disuguhi alasan klasik, seolah ini hanya kesalahan oknum. Masyarakat sudah muak dengan narasi itu,” ujar Mulhat.

    Selain itu, Ansor Banten menekankan bahwa kejadian tersebut dapat memicu trauma sosial. Para pengemudi ojol, yang sehari-hari mencari nafkah dengan penuh risiko di jalan, kini harus berhadapan dengan rasa takut bukan hanya terhadap pengguna jalan lain, tetapi juga terhadap aparat yang seharusnya melindungi.

    “Bayangkan, rakyat kecil yang mengais rezeki dengan keringat dan kerja keras justru dilindas mobil polisi. Ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap konstitusi yang menjamin hak hidup aman setiap warga negara,” lanjut Faisol.

    Ansor Banten menilai, diamnya institusi negara atas kasus ini sama dengan merestui kekerasan. Oleh sebab itu, mereka mendesak agar aparat yang terlibat segera diproses hukum secara terbuka dan transparan.

    “Jangan ada rekayasa, jangan ada penghilangan jejak. Proses pelaku dengan hukum yang sama seperti rakyat biasa, karena di depan hukum tidak ada kasta,” tegas Mulhat.

    Dalam pernyataan kerasnya, Ansor Banten juga mengingatkan pemerintah bahwa praktik brutal seperti ini akan menurunkan kepercayaan publik terhadap negara.

    “Kalau rakyat sudah kehilangan rasa percaya, maka fondasi negara akan goyah. Polisi harus sadar, mereka digaji dari uang rakyat, bukan dari darah rakyat,” kata Faisol.

    LBH Ansor Banten pun membuka pintu advokasi bagi korban maupun keluarganya jika mereka hendak menempuh jalur hukum. Mereka berkomitmen untuk mendampingi hingga kasus ini benar-benar mendapat keadilan yang layak.

    “Kami tidak akan tinggal diam. LBH Ansor Banten berdiri bersama rakyat kecil yang diinjak-injak,” pungkas Mulhat.

    Kasus ojol dilindas mobil polisi ini menjadi alarm keras bahwa reformasi di tubuh kepolisian masih jauh panggang dari api. Ansor Banten mendesak agar evaluasi menyeluruh dilakukan, agar institusi kepolisian kembali pada khitahnya sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat.

    “Negara ini bukan milik penguasa, bukan milik aparat, tetapi milik rakyat. Jangan ada lagi darah rakyat yang tumpah karena arogansi kekuasaan. Polisi harus kembali belajar: hormati rakyat, lindungi rakyat, bukan lindas rakyat,” tutup Faisol dengan suara menggelegar.

    Ansor Dilindas Penguasa Polisi Rakyat

    Related Posts

    NEWS

    Ramadhan Pride II 2026 Jadi Momentum Kebersamaan dan Konsolidasi Kader Ansor Banten

    14 Maret, 2026
    NEWS

    Ansor Banten Luncurkan Posko Mudik 2026, Siap Layani Pemudik di Wilayah Banten

    14 Maret, 2026
    NEWS

    Konferancab III GP Ansor Cisauk: Ahmad Munajat Terpilih, Siap Perkuat Kader dan Kawal NU–NKRI

    15 Februari, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Kritik Anggaran Belanja Buah Durian hingga Kue Ulang Tahun di Biro Umum Banten Habiskan Puluhan Juta, Mahasiswa: Hamburkan APBD

    NEWS 07 April, 2026

    Pengeroyokan Petugas Keamanan di Movenpick Carita, Satu Pelaku Diduga Anak Lurah Umbul Tanjung

    PKBM Daguina Gelar UPK Paket C, Bukti Pendidikan Nonformal Kian Berkualitas

    Kecam Keras Dugaan Kelalaian Perumda Tirta Benteng, Pemuda Gandasari Siap Turun ke Jalan

    Kisah Konflik Internal Kesultanan Banten dan Campur Tangan Belanda

    Recent Post

    Kritik Anggaran Belanja Buah Durian hingga Kue Ulang Tahun di Biro Umum Banten Habiskan Puluhan Juta, Mahasiswa: Hamburkan APBD

    07 April, 2026

    Bawa Visi Baru, Pramuka Banten Akan Olah Sampah Jadi Pupuk

    07 April, 2026

    Ketua DPRD: Musrenbang 2027 Jadi Kunci Wujudkan Kota Serang Lebih Maju

    06 April, 2026

    DPRD Serang Siap Kawal Iklim Usaha Kondusif untuk Investor

    02 April, 2026

    DPD GMPK Banten Apresiasi Kebijakan Pemerintah: Jaga Stabilitas Harga BBM di Tengah Ketidakpastian Global

    01 April, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.