Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Pendaftaran Calon Ketua Umum KONI Kabupaten Serang Resmi Dibuka, Ini Syaratnya!

    20 Februari, 2026

    Kodim Lebak Bangun Kemitraan dengan Pers

    19 Februari, 2026

    Sinergi Media dan Kodim 0601 Pandeglang Untuk Berita Positif

    19 Februari, 2026

    Hasil Reses DPRD Kota Serang, Jalan Rusak dan PJU Jadi Sorotan Utama Warga

    18 Februari, 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»Mosi Nusantara Gedor DPRD: Copot Ketua Dewan, Wali Kota Bogor Harus Tanggung Jawab!
    NEWS

    Mosi Nusantara Gedor DPRD: Copot Ketua Dewan, Wali Kota Bogor Harus Tanggung Jawab!

    By Imam Tantowi17 September, 20252 Mins Read
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BANTENCORNER.COM – Puluhan massa dari Mimbar Orasi Nusantara (Mosi Nusantara) menggeruduk Gedung DPRD Kota Bogor, Selasa (16/09/2025). Dengan dipimpin Koordinator Aksi Suhandi, mereka melontarkan tuntutan keras: Ketua DPRD dicopot, Wali Kota Dedie A. Rachim angkat kaki dari jabatannya.

    Massa menuding lahirnya Perwali No. 21 Tahun 2025 sebagai bentuk pengkhianatan terhadap rakyat. Aturan itu mengatur penghasilan anggota DPRD Kota Bogor hingga miliaran rupiah saban tahun, di saat masyarakat masih berjibaku dengan kemiskinan, pengangguran, mahalnya pendidikan, dan harga kebutuhan pokok yang terus melambung.

    “Ini kebijakan rakus, elitis, dan jelas menginjak-injak penderitaan rakyat. DPRD dan Wali Kota bukan lagi pelayan rakyat, tapi pelayan kepentingan elite,” hardik Suhandi dalam orasinya.

    Tak berhenti di situ, massa juga membidik program Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD yang mereka sebut sebagai ladang bancakan anggaran. Dengan dasar investigasi MediaKPK serta peringatan resmi KPK lewat SE-2/2024, mereka menegaskan Pokir telah menjadi ruang transaksi politik kotor dan berpotensi menyeret DPRD ke jurang korupsi berjamaah.

    Karena itu, mereka menuntut audit independen terhadap seluruh proyek Pokir DPRD. Menurut Mosi Nusantara, praktik titipan proyek dan penyalahgunaan wewenang sudah terlalu telanjang untuk dibiarkan.

    Dalam aksi yang dikawal ketat aparat kepolisian itu, massa melayangkan lima tuntutan utama: menolak Perwali No. 21 Tahun 2025, mencopot Ketua DPRD, mendesak Wali Kota mundur, mengaudit Pokir DPRD, serta membuka seluruh data APBD agar publik tahu ke mana larinya uang rakyat.

    Suasana makin panas ketika massa membentangkan payung hitam perlawanan dan spanduk besar bertuliskan: “Copot Ketua DPRD karena gagal menjaga marwah lembaga rakyat!” serta teriakan lantang: “Hentikan bancakan Pokir di Bogor!”

    Massa juga menuntut Ketua DPRD keluar menemui mereka, namun yang bersangkutan tak kunjung hadir. Hanya segelintir anggota DPRD yang muncul, itupun dengan jawaban normatif yang makin memancing amarah peserta aksi.

    Kekecewaan itu meledak jadi teriakan lebih keras. Yel-yel perlawanan menggema, menegaskan bahwa aksi ini bukan basa-basi, tapi peringatan keras bagi penguasa Kota Bogor.

    Menurut Mosi Nusantara, apa yang terjadi di DPRD dan Pemkot Bogor adalah tanda bahwa demokrasi lokal sudah digadai demi kepentingan kelompok kecil.

    “Kalau pejabat sudah berkhianat, rakyatlah yang harus turun tangan,” teriak salah satu orator.

    Aksi ditutup dengan ikrar bahwa Mosi Nusantara tidak akan berhenti. Mereka siap menggelar gelombang protes berikutnya hingga Ketua DPRD benar-benar dicopot dan Wali Kota mundur dari kursinya.

    “Perlawanan ini bukan main-main. Bogor harus dibersihkan dari kebijakan koruptif dan pejabat rakus,” pungkas Suhandi menutup orasi.

    Bogor DPRD Memanas Mosi Nusantara
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Himapikani Wilayah II Soroti Sungai Cisadane Tangerang Selatan Tercemar Pestisida, Siapa yang Bertanggung Jawab?

    NEWS 18 Februari, 2026

    Konferancab III GP Ansor Cisauk: Ahmad Munajat Terpilih, Siap Perkuat Kader dan Kawal NU–NKRI

    Resmi Buka Rapat Kerja KONI Kabupaten Serang Tahun 2026, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah: Selamat Raker, Susunlah Program Berprestasi

    Hadiri Raker KONI Kabupaten Serang, Ketua KONI Banten Agus Rasyid: Mudah-mudahan ini Menghasilkan yang Terbaik

    Potensi 42.000 Pesantren Jadi Kekuatan Ekonomi Nasional, Gerakan Santripreneur Banten Masuk Agenda Nasional

    Recent Post

    Himapikani Wilayah II Soroti Sungai Cisadane Tangerang Selatan Tercemar Pestisida, Siapa yang Bertanggung Jawab?

    18 Februari, 2026

    Hadiri Raker KONI Kabupaten Serang, Ketua KONI Banten Agus Rasyid: Mudah-mudahan ini Menghasilkan yang Terbaik

    16 Februari, 2026

    Resmi Buka Rapat Kerja KONI Kabupaten Serang Tahun 2026, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah: Selamat Raker, Susunlah Program Berprestasi

    16 Februari, 2026

    Rapat Kerja KONI Kabupaten Serang Tahun 2026 Resmi Dibuka, Usung Tema Sinergi Menuju Prestasi Porprov VII Banten 2026

    16 Februari, 2026

    Regenerasi Kepemimpinan, PK Ipnu-Ippnu Uin Smh Banten Gelar Rapat Anggota Komisariat

    16 Februari, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.