Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    ASDP Catat Peningkatan Arus Mudik, Heru Widodo: 6,8% Penumpang dan 18% Kendaraan

    19 Maret, 2026

    Arus Mudik Lebaran 2026 Lancar, Komisi III DPR RI Beri Apresiasi Dirut ASDP Heru Widodo

    19 Maret, 2026

    Polres Tangerang Kota Berhasil Tangkap 14 Terlapor, Ungkap Ragam Modus Curas Sepenjang Ramadan

    18 Maret, 2026

    Launching Bantuan Pangan Jelang Lebaran, Bulog Berikan Bantuan ke Lebak-Pandeglang

    18 Maret, 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»Trans 7 Keterlaluan! Banser Banten: Ini Bukan Media, Tapi Provokator Bangsa!
    NEWS

    Trans 7 Keterlaluan! Banser Banten: Ini Bukan Media, Tapi Provokator Bangsa!

    By Imam Tantowi14 Oktober, 20253 Mins Read
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BANTENCORNER.COM — Pernyataan keras kembali datang dari jajaran Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Banten. Setelah LBH Ansor dan PW GP Ansor Banten mengecam keras tayangan Xpose Uncensored Trans7, kini giliran Komandan Banser Provinsi Banten, Sukiman, yang angkat bicara dengan nada tajam. Ia menilai apa yang dilakukan Trans7 bukan sekadar kesalahan media, tapi tindakan berbahaya yang dapat merusak persatuan bangsa.

    Dalam pernyataannya, Sukiman menyampaikan rasa keprihatinan mendalam atas sikap Trans7 yang menyiarkan tayangan provokatif dan menyudutkan pesantren, kiai, serta para santri. Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya melukai komunitas pesantren, tetapi juga mencederai sejarah panjang perjuangan para ulama dalam mendirikan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    “Sungguh sangat prihatin. Negara ini didirikan oleh para ulama yang menyatukan Nusantara dengan berbagai suku, bangsa, dan agama. Tapi masih ada media yang tidak punya integritas terhadap NKRI,” tegas Sukiman, Selasa (14/10/2025).

    Ia menyoroti bagaimana Trans7, sebagai salah satu media besar yang siarannya menjangkau seluruh masyarakat Indonesia, justru menayangkan konten yang menyudutkan lembaga pendidikan Islam yang memiliki jasa besar dalam sejarah perjuangan bangsa.

    “Pesantren itu melahirkan para pejuang negeri dan para ulama yang mencerdaskan kehidupan bangsa. Tapi Trans7 justru menggiring opini publik dengan framing kotor,” ujarnya.

    Sukiman menegaskan bahwa penyiaran media di Indonesia telah diatur dengan undang-undang yang ketat. Karena itu, tindakan Trans7 yang secara terang-terangan melanggar etika penyiaran merupakan bukti arogansi dan pelanggaran serius.

    “Trans7 berani melabrak semua aturan. Ini bukan sekadar keteledoran, ini bentuk kesengajaan,” katanya dengan nada geram.

    Lebih jauh, Sukiman mencurigai ada aktor besar di balik tayangan tersebut. Ia menyebut perlu penyelidikan serius untuk mengungkap siapa dalang, penyandang dana, dan pihak-pihak yang punya kepentingan di balik framing keji terhadap pesantren.

    “Kami yakin ada dalang di balik semua ini. Instansi terkait harus bergerak cepat. Kalau tidak, negara seolah kalah oleh kelompok yang ingin memecah belah persatuan Indonesia,” tegasnya.

    Ia memperingatkan, membiarkan perilaku seperti ini sama saja membuka jalan bagi kelompok intoleran dan anti-Pancasila untuk merusak fondasi bangsa. Menurutnya, tindakan memecah belah persatuan Indonesia sejajar dengan perilaku Partai Komunis Indonesia (PKI) yang pernah mencatat sejarah kelam dalam perjalanan bangsa.

    “Sikap memecah belah persatuan itu sama dengan perilaku PKI. Ini sangat berbahaya. Kami masyarakat pesantren yakin, kelompok seperti ini bisa disingkirkan dari bumi Pertiwi,” kata Sukiman.

    Sukiman juga menyampaikan keyakinannya terhadap kepemimpinan Presiden Republik Indonesia yang berlatar belakang TNI dan memiliki integritas tinggi. Ia berharap negara tidak tinggal diam dan segera mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran yang dilakukan Trans7.

    “Kami percaya negara tidak akan kalah. Presiden kita punya integritas nomor wahid. Jangan biarkan media seenaknya merusak persatuan bangsa,” ujarnya.

    Sebagai Komandan Banser Provinsi Banten, Sukiman menyerukan kepada seluruh kader Banser untuk bersiaga dan ikut mengawal proses penyelesaian kasus ini. Ia menegaskan Banser akan mengawal secara hukum dan sosial, namun tetap dalam koridor aturan negara.

    “Saya perintahkan seluruh kader Banser untuk mengawal kasus ini. Kita percayakan proses hukum kepada aparat, tapi jangan biarkan persoalan ini redup begitu saja,” tegasnya.

    Sukiman juga menegaskan bahwa Banser Banten tidak akan mundur selangkah pun dalam membela kehormatan pesantren, kiai, dan santri.

    “Ini bukan hanya soal tayangan. Ini soal martabat dan sejarah perjuangan bangsa. Kami tidak akan tinggal diam,” katanya lantang.

    Ia menutup pernyataannya dengan seruan persatuan kepada masyarakat pesantren dan seluruh elemen bangsa untuk tidak terpancing provokasi, namun juga tidak boleh membiarkan pelanggaran ini lewat begitu saja.

    “Mari bersatu. Ini bukan serangan terhadap satu pesantren, tapi terhadap jantung peradaban bangsa Indonesia,” pungkasnya.

    Banser kyai Pesantren Santri Trans 7
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Asal-usul Nama Banten: Dari Mitologi hingga Fakta Sejarah

    ARTIKEL 21 Januari, 2025

    Tradisi dan Budaya Banten Zaman Kesultanan yang Masih Hidup Hingga Kini

    Heru Widodo Cek Posko Lebaran, ASDP Bantu Pemudik Dapatkan Tiket Kapal

    Silaturahmi Ramadan, Eks Napiter Ajak Warga Banten Jaga Stabilitas hingga Idul Fitri

    IWO-I Se-Banten Gelar Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama di Pandeglang

    Recent Post

    Serangan Andrie Yunus: IMM Sumenep Minta Usut Hingga Otak Intelektualnya

    18 Maret, 2026
    Heru Widodo Saat Menyapa Pengguna Jasa Penyebrangan ASDP

    Heru Widodo: Puncak Arus Mudik 18 Maret, 18.000 Kendaraan Sudah Check-in di Pelabuhan Merak

    18 Maret, 2026

    Heru Widodo: Arus Mudik 2026 Terbilang Lancar Berkat Kebijakan Strategis

    17 Maret, 2026

    Video Yusuf Manubulu Hina Islam Viral, Pengurus Harian Abdi Rakyar Laporkan ke Polisi

    16 Maret, 2026

    Video TikTok Yusuf Manubulu Sebut ‘Allah Seperti Mucikari’, Ormas KITA Laporkan ke Polisi Sebagai Dugaan Penistaan Agama

    16 Maret, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.