BANTENCORNER.COM – Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, menilai bahwa kerja sama antar daerah dalam pengelolaan sampah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) di TPAS Cilowong ini membuktikan bahwa Kota Serang sangat terbuka dengan kabupaten kota se-Provinsi Banten.
Pernyataan ini diutarakan usai dirinya mengikuti rapat paripurna mengenai Persetujuan Kerja Sama DPRD tentang Kerja Sama Daerah, di gedung DPRD Kota Serang, Selasa, 23 Desember 2025.
Dalam rapat tersebut, pihak legislatif menyepakati perjanjian kerja sama (PKS) dengan Pemerintah Kota Tangsel terkait kiriman sampah ke TPAS Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang.
“Saya kira Pemkot Serang memang terbuka untuk kerja sama antar daerah perihal pengelolaan sampah. Nah ini salah satu bentuk kerja sama yang kita buka dengan Pemkot Tangsel,” ujar Agis, ditemui usai rapat paripurna.
Ia mengakui bahwa ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh Pemkot Tangsel menyusul adanya beberapa catatan dari DPRD Kota Serang. Salah salah satu catatan dari DPRD adalah tetesan air lindi dari truk pengangkut sampah Tangsel yang akan melintasi di sepanjang Jalan Takari (Taktakan-Gunungsari).
“Tadi kan catatannya nanti proses transportasinya tidak mengeluarkan air lindi, nah ini akan coba kami tegaskan. Yang pasti kan baru persetujuan, nanti lebih detailnya temen-temen DLH yang akan memfollow up secara teknisnya. Tapi tadi masukannya akan dipertimbangkan dalam memfollow up kerja sama selanjutnya,” jelas dia.
Menurut Agis, beberapa catatan dari Komisi III DPRD Kota Serang ini akan menjadi catatan juga Pemkot Serang.
“Nah ini menjadi catatan bagi Pemkot untuk, kemudian kita kaji, kemudian kita coba realisasikan sesuai dengan tadi apa yang disampaikan,” tuturnya.
Ia menjelaskan, pertimbangan Pemkot Serang menerima kerja sama pengelolaan sampah kembali dengan Kota Tangsel, karena ingin menyukseskan program strategis nasional (PSN) yakni PSEL.
“Jadi salah satu pilot project di Indonesia itu Kota Serang, salah satu pra syaratnya adalah jumlah sampahnya per hari minimal 1.000 ton maksimal 1.500 ton per hari, nah kita kan masih kurang, nah ini yang jadi pertimbangan kita juga supaya program ini bisa terealisasi. Karena kalau ini bisa terealisasi, maka persoalan sampah di Kota Serang bisa terselesaikan,” beber Agis







