BANTENCORNER.COM – Wakil Walikota Serang, Nur Agis Aulia, melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung Koperasi Merah Putih (KMP) Kelurahan Unyur, di Perumahan Taman Banten Lestari, Selasa, 6 Januari 2026.
Langkah tersebut sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Serang dalam mensukseskan program Presiden Prabowo Subianto tentang pemberdayaan ekonomi rakyat.
”Hari ini kita bersama Dinkop, Danramil, melakukan peletakan batu pertama Koperasi Merah Putih Kelurahan Unyur,” ujar Agis.
Ia mengklaim semua program Presiden Prabowo yang ada di Kota Serang, termasuk Koperasi Merah Putih, berjalan aman dan lancar.
Agis juga berharap keberadaan Koperasi Merah Putih Kelurahan Unyur dapat berdampak positif bagi perekonomian masyarakat.
”Insya Allah Koperasi Merah Putih juga akan memberikan dampak yang luar biasa untuk ekonomi khususnya yang ada di kelurahan,” ucapnya.
Sementara itu, Kabid Koperasi pada Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Dinkopukmperindag) Kota Serang, Ratu Anne, mengatakan Koperasi Merah Putih Kelurahan Unyur dibangun di atas lahan milik Pemkot Serang seluas 600 meter persegi.
Adapun anggaran pembangunan gedung Koperasi Merah Putih ini akan menggunakan Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Alokasi Umum (DAU). Tapi sementara ini dengan PT Agrinas yang ditunjukkan langsung oleh Kementerian Koperasi
Ia menargetkan pembangunan gedung Koperasi Merah Putih Kelurahan Unyur dapat diselesaikan dalam kurun waktu 3 bulan.
”Target pembangunan tiga bulan. Ini cluster pertama dulu yang luas asetnya diatur dari 600 sampai dengan 1.000 meter persegi, tapi nanti ada cluster cluster selanjutnya,” ujar Ratu Anne.
Dari 67 kelurahan yang ada di Kota Serang, sejauh ini baru 19 Koperasi Merah Putih yang sudah dipersiapkan lahannya.
Kendalanya adalah beberapa lahan dinilai kurang strategis maupun yang tidak memenuhi syarat kriteria ukuran lahan yakni 20×30 meter.
”Banyak yang masih ngurus perizinan, ada juga yang cut and fil, tanahnya sudah clear, perizinan sudah clear tapi ada posisi tanahnya butuh pengurugan dan sebagainya,” ungkap Ratu Anne.
”Kita kolaborasi dengan Dinas PU, Dinas LH yang punya alat berat untuk ikut turun meratakan tanah,” imbuhnya.







