Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Sidang Praperadilan Kasus Gas Portable: Pihak Polisi Mangkir, LBH Peradi Profesional Soroti Kriminalisasi Rakyat Kecil​

    21 Juli 2026

    Penyidikan Polisi Sedang Berjalan, Korban Pailit Bintoro Iduansjah Ajukan Penundaan Eksekusi Rumahnya

    21 Juli 2026

    Kasus Febrie Adriansyah Ujian Integritas Kejagung: Mahasiswa Minta Hukum Tanpa Pandang Bulu

    21 Juli 2026

    KKM Universitas Bina Bangsa Resmi Mengabdi di Desa Beberan, Kelompok 19 Bawa Lima Bidang Unggulan

    21 Juli 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»Nyimas Gamparan, Pendekar Perempuan Gerilyawan Perang Cikande Melawan Kolonial

    Nyimas Gamparan, Pendekar Perempuan Gerilyawan Perang Cikande Melawan Kolonial

    Kang Fae20 April 20253 Mins Read NEWS
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BANTENCORNER – Dalam catatan sejarah perjuangan rakyat Banten melawan penjajahan, peran perempuan sering kali tersembunyi di balik dominasi tokoh-tokoh pria. Namun, salah satu tokoh perempuan yang berhasil mengukir namanya dalam perjuangan tersebut adalah Nyimas Gamparan, seorang panglima perang yang memimpin barisan pendekar perempuan untuk melawan penjajah Belanda di abad ke-19. Ia bukan hanya simbol keberanian, tetapi juga lambang perlawanan kaum perempuan terhadap penindasan kolonial.

    Nyimas Gamparan berasal dari wilayah Serang, Banten. Tidak banyak data tertulis mengenai tahun kelahirannya, tetapi ia dikenal sebagai tokoh yang muncul sekitar tahun 1829–1830, masa ketika kebijakan tanam paksa (cultuurstelsel) mulai diberlakukan di wilayah Banten oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Johannes van den Bosch. Kebijakan ini menyengsarakan rakyat, karena mereka dipaksa menanam komoditas ekspor seperti kopi dan tebu demi kepentingan ekonomi Belanda.

    Dalam konteks ini, Nyimas Gamparan muncul sebagai sosok pemimpin perempuan yang tidak hanya menyuarakan perlawanan, tetapi juga memimpin langsung gerakan fisik melawan penjajahan.

    Nyimas Gamparan dikenal karena kepemimpinannya dalam Perang Cikande, salah satu bentuk perlawanan rakyat Banten terhadap sistem tanam paksa. Ia memimpin puluhan pendekar perempuan, suatu hal yang sangat langka dalam struktur sosial patriarkal pada masa itu.

    Ia menggunakan strategi gerilya dalam melakukan serangan ke pasukan Belanda, yang saat itu merasa cukup percaya diri dengan kekuatan militernya. Serangan-serangan Nyimas dan pasukannya membuat pasukan kolonial kewalahan dan panik, karena mereka tidak menyangka akan diserang oleh pasukan yang dipimpin oleh seorang perempuan.

    Dalam beberapa catatan Belanda, pasukan Gamparan dikenal gesit, sulit dilacak, dan sering melakukan penyergapan tiba-tiba. Belanda menggambarkan kelompok ini sebagai ancaman nyata terhadap stabilitas tanam paksa di wilayah barat Jawa.

    Kesuksesan Nyimas Gamparan dalam mengatur strategi dan menggalang kekuatan rakyat akhirnya membuat Belanda meningkatkan upaya penumpasan. Mereka menerapkan strategi adu domba dan penyusupan ke dalam jaringan gerilyawan.

    Belanda akhirnya berhasil melacak persembunyian Nyimas Gamparan dengan bantuan seorang tokoh lokal, Raden Tumenggung Kartanata Nagara, pemimpin wilayah Bogor yang berpihak kepada Belanda. Dengan informasi tersebut, Belanda menangkap Nyimas Gamparan dan menghentikan perlawanan bersenjata yang ia pimpin.

    Namun, meski ditangkap, semangat perjuangannya tetap hidup dalam ingatan kolektif rakyat Banten hingga kini.

    Sayangnya, seperti banyak pejuang perempuan lain dalam sejarah Indonesia, nama Nyimas Gamparan tidak banyak tercatat dalam buku-buku sejarah resmi. Namun, di kalangan masyarakat Banten, terutama di wilayah Serang dan sekitarnya, kisah heroiknya masih diceritakan secara turun-temurun.

    Baru belakangan ini, upaya untuk mengangkat kembali tokoh-tokoh perempuan seperti Nyimas Gamparan mulai digalakkan oleh peneliti lokal, komunitas sejarah, dan media alternatif.

    Nyimas Gamparan adalah contoh nyata bahwa perempuan bukan hanya pendukung dalam perjuangan, tetapi juga bisa menjadi pemimpin garis depan yang tangguh. Kisahnya memperlihatkan bahwa dalam sejarah Indonesia, keberanian dan cinta tanah air tidak mengenal gender. Sudah sepatutnya sejarah perjuangan perempuan seperti Nyimas Gamparan mendapatkan tempat yang layak dalam narasi besar sejarah nasional.

    Gerilyawan Nyimas Gamparan Pendekar Banten Pendekar Perempuan
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Sejarah Perang Banten VS Batavia, Kisah Pemberontakan Sultang Ageng Terhadap VOC

    BANTENPEDIA 5 Oktober 2024

    Mahasiswa KKM UNIBA Kelompok 44 Sosialisasikan Program Kerja di Desa Sukaraja Cikeusal

    KKM Kelompok 79 UNIBA Meriahkan Penutupan MPLS di SDN 1 Sukadaya, Perkuat Kolaborasi Pendidikan

    KKM UNIBA Kelompok 78 Laksanakan Sosialisasi dan Observasi di Kampung Kapunduan RW 08 RT 15, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cikulur

    KKM Universitas Bina Bangsa Resmi Mengabdi di Desa Beberan, Kelompok 19 Bawa Lima Bidang Unggulan

    Recent Post

    Edukasi Sampah Sejak Dini, KKM 21 UPG Pasang Plang di PAUD

    21 Juli 2026

    KKM UNIBA 78 Sumurbandung Berkolaborasi dengan Puskesmas Sukseskan Program Cek Kesehatan Gratis di SMPN 1 Cikulur

    21 Juli 2026

    Mahasiswa KKM 78 UNIBA Dukung Pelayanan Administrasi Desa Sumurbandung Menuju Sistem Digital

    21 Juli 2026

    Hadiri Pengajian Bulanan Desa Sukadaya, Mahasiswa KKM 79 UNIBA Perkuat Silaturahmi dengan Warga

    20 Juli 2026

    KKM UNIBA 78 Gelar Senam Pagi Bersama Anak-Anak dan Aksi Bersih-Bersih Lingkungan Posko

    20 Juli 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.