Bantencorner.com Jakarta – Berita berjudul “Pengamat Matahukum Sebut Kinerja Amburadul, Harus Ada Revolusi Total di Tubuh Kemenhan” yang dimuat media http://Teropongistana.com, menjadi bahan perdebatan panas di dunia maya. Isu ini kian meluas setelah diunggah ulang ke akun TikTok pribadi Sekretaris Jenderal Matahukum, Mukhsin Nasir, dengan nama akun VoxPuliMukhsinNasir. Ribuan komentar langsung membanjiri kolom unggahan tersebut, di mana warganet tak segan-segan menyampaikan pandangan mereka secara lugas dan tajam terhadap kinerja Kementerian Pertahanan beserta pimpinannya.
Dalam berita yang disebarluaskan itu, Mukhsin Nasir menegaskan bahwa kinerja lembaga negara ini dinilai berantakan, kehilangan arah, dan justru sibuk menangani urusan yang bukan menjadi tugas pokoknya. Ia bahkan menegaskan bahwa perubahan menyeluruh atau revolusi mutlak harus segera dilakukan agar lembaga yang bertugas menjaga kedaulatan negara ini kembali berjalan pada jalur yang seharusnya.
Pernyataan keras ini memicu reaksi beragam dari netizen yang mengikuti akun tersebut. Banyak yang sepakat dan menilai penilaian itu tepat sasaran, bahkan mengungkapkan kekecewaan yang sudah lama terpendam.
“Tidak ada yang salah dengan penilaian itu! Sudah bertahun-tahun kita lihat, Menhan dan jajarannya seolah lupa tugas utama mereka. Fokusnya lebih ke mana-mana, bukan untuk memperkuat pertahanan negara. Wajar kalau dikatakan amburadul, bahkan bisa dibilang jauh dari harapan,” tulis akun @budi_santoso1980 dengan nada tegas.
Pendapat senada disampaikan akun @rina_wijaya, yang menilai perubahan besar bukan sekadar keinginan, melainkan kebutuhan yang mendesak. “Kalau tidak diubah dari akarnya, jangan harap ada perbaikan. Selama ini yang terlihat cuma sibuk mempertahankan kekuasaan dan kepentingan kelompok, bukan memikirkan keselamatan negara dan rakyatnya. Sudah saatnya ada pembenahan total, tidak cukup hanya ganti-ganti posisi saja,” cetusnya.
Namun, tak sedikit pula yang menyampaikan pendapat berlawanan, bahkan menilai penilaian tersebut terlalu kasar dan tidak adil. Mereka berpendapat bahwa Kementerian Pertahanan juga memiliki banyak catatan kinerja positif yang luput dari perhatian.
“Komentarnya terlalu berlebihan dan tidak berimbang. Apakah selama ini yang dikerjakan Kemenhan dan Menhan hanya kesalahan saja? Apakah tidak ada hal baik yang sudah dihasilkan? Jangan hanya mengambil sisi negatifnya saja untuk menarik perhatian publik,” tulis akun @agus_pratama77 dengan nada protes.
Ada juga yang meminta agar kritik disampaikan dengan cara yang lebih konstruktif, bukan dengan kalimat yang terkesan menjatuhkan secara membabi buta. “Kalau ada yang kurang, sampaikan apa kekurangannya dan bagaimana solusinya. Jangan hanya melontarkan kata-kata kasar yang justru menimbulkan keributan tanpa hasil apa-apa. Semua lembaga pasti punya kekurangan, tinggal bagaimana cara memperbaikinya dengan baik,” tulis akun @dewi_kusuma.
Tak hanya berbicara tentang kinerja secara umum, sejumlah komentar juga menyoroti masalah yang dinilai paling krusial: pergeseran fokus lembaga yang seharusnya mengutamakan kepentingan negara, tapi justru lebih mementingkan posisi dan kepentingan pribadi serta kelompok.
“Yang paling menyedihkan memang kalau yang diutamakan adalah jabatan dan keuntungan sendiri, bukan kepentingan rakyat dan kedaulatan negara. Kalau sudah seperti itu, memang butuh pembenahan total. Siapa yang berani melakukan perubahan itulah yang pantas dipercaya,” tulis akun @surya_negara.
Hingga saat ini, unggahan di akun TikTok VoxPuliMukhsinNasir itu masih terus menjadi sorotan. Beragam pandangan yang muncul membuktikan bahwa isu mengenai kinerja Kementerian Pertahanan dan pimpinannya bukan sekadar pembahasan biasa, melainkan hal yang sangat diperhatikan dan dinantikan perbaikannya oleh masyarakat luas.










