Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Tak Main-main, Seluruh Kepala Samsat di Banten Dievaluasi, Bapenda Ancam Potong Tukin yang Tak Capai Target

    9 Oktober 2026

    HMPS BSA UIN Banten Gelar Diskusi Indonesia Emas 2045

    9 Oktober 2026

    KOSMAK Desak Copot Jaksa Agung Burhanuddin Terkait Penanganan Kasus Febrie Adriansyah

    9 Oktober 2026

    Lantik Pengurus Baru, LMND Banten Tegaskan Perjuangan Ekonomi Kerakyatan dan Lawan Serakhnomic

    8 Oktober 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»Andra Soni Gerak Cepat, Keselamatan Rakyat Jadi Prioritas

    Andra Soni Gerak Cepat, Keselamatan Rakyat Jadi Prioritas

    Muhamad Rizki7 September 20263 Mins Read NEWS
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    SERANG– Gubernur Banten Andra Soni turun langsung memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau sekaligus memastikan kesiapsiagaan pemerintah menghadapi potensi dampaknya. Di tengah aktivitas gunung yang masih berlanjut, Andra menegaskan seluruh langkah mitigasi diarahkan pada satu prioritas: memastikan keselamatan masyarakat Banten.

    Pemantauan dilakukan Andra Soni bersama jajaran Pemerintah Provinsi Banten dan pemerintah kabupaten/kota dari Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau (PGA GAK), Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Minggu (6/9/2026).

    Diloasi Andra memimpin rakor berkoordinasi dengan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM Rita Susilawati serta jajaran pemerintah daerah untuk memastikan perkembangan aktivitas gunung terus dipantau dan langkah mitigasi berjalan secara terpadu.

    Andra mengatakan, berdasarkan pemantauan PVMBG, aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini menunjukkan penurunan. Namun, kondisi tersebut tidak berarti aktivitas erupsi telah berhenti.

    “Penurunan aktivitas bukan berarti aktivitasnya akan berhenti. Kemungkinan masih akan terjadi erupsi, sehingga kita harus terus melakukan pemantauan,” ujar Andra.

    Karena itu, Pemprov Banten bersama pemerintah kabupaten/kota dan PVMBG terus melakukan pemantauan serta memperkuat koordinasi. Pemerintah daerah juga diminta memastikan kesiapan langkah mitigasi hingga tingkat desa, termasuk jalur evakuasi dan lokasi pengungsian.

    Andra menegaskan masyarakat tidak perlu panik, tetapi harus tetap meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diminta memperoleh informasi mengenai perkembangan Gunung Anak Krakatau hanya dari kanal resmi pemerintah dan lembaga berwenang.

    “Keselamatan masyarakat adalah hal yang paling utama. Itu yang harus kita kerjakan,” tegasnya.

    Selain kesiapsiagaan wilayah, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap dampak abu vulkanik. Andra mengatakan Pemprov Banten telah menyiapkan dukungan perlindungan bagi masyarakat, termasuk distribusi masker melalui Dinas Kesehatan.

    “Sekarang lima ribu box masker kita distribusikan melalui dinas kesehatan ke wilayah prioritas,” kata Andra.

    Kepala PVMBG Rita Susilawati menjelaskan, aktivitas Gunung Anak Krakatau berdasarkan alat pemantauan menunjukkan penurunan. Namun, potensi terjadinya erupsi masih ada sehingga pemantauan dilakukan selama 24 jam.

    Rita mengatakan sebaran abu vulkanik sangat bergantung pada arah angin. Berdasarkan pemantauan pada 6 September, arah sebaran abu bergerak ke bagian barat, yakni menuju Selat Sunda dan Samudra Indonesia.

    “Arah abu ini akan sangat tergantung kepada arah angin, jadi bisa berubah-ubah setiap hari,” kata Rita.

    PVMBG, lanjut Rita, memantau arah angin dan sebaran abu melalui sejumlah stasiun pengamatan, bekerja sama dengan BMKG serta memanfaatkan data dari stasiun pengamatan di Australia. Pemantauan tersebut penting karena sebaran abu vulkanik dapat berdampak terhadap aktivitas penerbangan.

    Rita menegaskan, masyarakat juga perlu memahami bahwa aktivitas gunung api tidak selalu terlihat secara kasatmata. Perubahan status gunung api tidak hanya ditentukan oleh besar kecilnya erupsi, tetapi juga mempertimbangkan potensi ancaman terhadap masyarakat.

    Untuk Gunung Anak Krakatau, rekomendasi keselamatan saat ini adalah masyarakat, nelayan, dan wisatawan tidak mendekati kawasan gunung dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas.

    “Untuk gunung api, kita tidak bisa memastikan kapan erupsi akan terjadi maupun kapan aktivitasnya akan berhenti. Yang bisa kita lakukan adalah melakukan pemantauan dan membaca tanda-tandanya,” jelas Rita.

    Terkait sarana pemantauan, Rita menyebut terdapat beberapa peralatan yang mengalami kerusakan. Namun, PVMBG memiliki sejumlah stasiun pengamatan lain yang saling menunjang sehingga pemantauan Gunung Anak Krakatau tetap dapat dilakukan.

    Perbaikan terhadap peralatan yang rusak akan dilakukan setelah kondisi memungkinkan. Saat ini, perbaikan belum dilakukan karena sejumlah stasiun berada langsung di tubuh Gunung Anak Krakatau dan kondisi di lapangan masih cukup berbahaya bagi petugas.

    Andra kembali mengingatkan masyarakat Banten agar tetap tenang, waspada, dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Pemerintah Provinsi Banten bersama pemerintah kabupaten/kota dan PVMBG akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan memperkuat langkah mitigasi.

    “Kita terus pantau. Sama-sama kita berdoa agar kita semua diberikan keselamatan dan semua bisa kita lakukan mitigasi,” pungkas Andra.

     

    Andra Soni Gubernur Banten Gunung Krakatau
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Lantik Pengurus Baru, LMND Banten Tegaskan Perjuangan Ekonomi Kerakyatan dan Lawan Serakhnomic

    NEWS 8 Oktober 2026

    26 Tahun Banten, Yeremia Mendrofa Harap Banten Maju, Mandiri Sejahtera Berlandaskan Iman dan Takwa

    Peninggalan Sejarah Kesultanan Banten: Masjid Agung Banten dan Keindahan Arsitektur Islam

    HMPS BSA UIN Banten Gelar Diskusi Indonesia Emas 2045

    26 Tahun Banten, Legislator PDIP: Kita Harap Tidak Ada Lagi Orang Tua Bingung Anaknya Lulus Harus Kerja Di mana

    Recent Post

    Hadir Langsung ke Bayah, Arif Rahman: Hutan Rakyat Aset Masa Depan yang Harus Dijaga dan Dihasilkan

    7 Oktober 2026

    Subhan Setiabudi Hadirkan E-SETWAN BANTEN untuk Integrasikan Layanan Sekretariat DPRD

    7 Oktober 2026

    Musim Hujan Mundur hingga Desember, Ancaman Kekeringan Terus Mengintai

    7 Oktober 2026

    APBD Banten 2027 Berisiko “Boncos”, Target Penerimaan Lesu, Ini kata Sekda Deden

    7 Oktober 2026

    Perusahaan hingga Mobil Mewah “Ngemplang” Pajak di Banten, Potensi Capai Ratusan Miliar

    7 Oktober 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.