Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    BULOG Lebak‑Pandeglang Rayakan Rekor Beras Nasional dengan Santunan Anak Yatim Sekitar Kantor

    9 Oktober 2026

    Tak Main-main, Seluruh Kepala Samsat di Banten Dievaluasi, Bapenda Ancam Potong Tukin yang Tak Capai Target

    9 Oktober 2026

    HMPS BSA UIN Banten Gelar Diskusi Indonesia Emas 2045

    9 Oktober 2026

    KOSMAK Desak Copot Jaksa Agung Burhanuddin Terkait Penanganan Kasus Febrie Adriansyah

    9 Oktober 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»Seluruh Layanan Faskes Diminta Siaga Antisipasi Gangguan Dampak Abu Vulkanik

    Seluruh Layanan Faskes Diminta Siaga Antisipasi Gangguan Dampak Abu Vulkanik

    Muhamad Rizki7 September 20264 Mins Read NEWS
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    SERANG– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyiagakan seluruh layanan Fasilitas Kesehatan (Faskes) di seluruh tingkatan dan wilayah untuk mengantisipasi berbagai gangguan yang dialami masyatakat akibat dari abu vilkanik yang ditimbulkan oleh erupsi gunung anak Krakatau yang terjadi beberapa waktu lalu.

    Kesiapsiagaan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) nomor 400.7/3234/DINKES/2026 yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten yang ditujukan kepada Kepala/Direktur Rumah Sakit, Kepala Balai Besar Karantina Kesehatan Seokarno Hatta, Kepala Balai Karantia Kesehatan Kelas 1 Banten dan seluruh Kepala Puskesmas di wilayah Provinsi Banten.

    SE tersebut merupakan tindak lanjut dari SE Sekretaris Jendral Nomor KL.01.02/A/17765/2026 tentang Kesiapsigaana dan Perlindungan Kesehatan Masyarakat Terhadap dampak erupsi dan sebaran abu vulkanik gunung anak Krakatau.

    Di dalam SE Dinkes itu menegaskan jika seluruh puskesmas, rumah sakit, labkesmas, UPT Bidang Kekarantinaan Kesehatan dan pos kesehatan mengaktifkan kesiapsiagaan sesuai tingkat risiko, kebutuhan wilayah, serta rencana kontingensi daerah, termasuk pengaturan pelayanan 24 jam pada fasilitas yang ditetapkan.

    Kemudian memastikan ketersediaan tenaga kesehatan, sistem rujukan, ambulans, ruang observasi, tabung oksigen, pulse oximeter, serta sarana penanganan kegawatdaruratan pernapasan.

    Selanjutnya menyiapkan logistik kesehatan berupa respirator partikulat seperti N95, KN95, KF94, FFP2, atau yang setara; masker medis; pelindung mata; sarung tangan; serta
    alat pelindung diri bagi petugas.

    Tak kalah penting juga yang harus diperhatikan, menjamin ketersediaan obat-obatan esensial, termasuk bronkodilator, inhaler beserta spacer, obat pengendali asma dan PPOK, obat kegawatdaruratan, cairan pembilas mata steril, serta obat lain sesuai kebutuhan klinis.

    Memprioritaskan penggunaan inhaler dengan spacer apabila sesuai indikasi klinis. Penggunaan nebulizer dilakukan berdasarkan kebutuhan medis serta memperhatikan pengendalian infeksi.

    Kemudian mengidentifikasi dan melakukan pemantauan aktif terhadap kelompok rentan, yaitu bayi dan anak, lanjut usia, ibu hamil, penyandang disabilitas, pekerja luar ruangan,
    serta masyarakat dengan asma, PPOK, penyakit paru, penyakit jantung, atau penyakit kronis lainnya.

    Memastikan pasien dengan penyakit kronis memiliki persediaan obat rutin yang cukup dan memahami rencana tindakan apabila gejalanya memburuk. Melindungi ruang pelayanan dari masuknya abu, menjaga kualitas udara dalam
    ruangan, dan memastikan pasokan air bersih serta listrik cadangan tersedia.

    Selain melakukan kesiapsiagaan, seluruh tenaga kesehatan yang bertugas juga melakukan surveilans harian terhadap peningkatan kasus gangguan pernapasan akut, eksaserbasi asma dan PPOK, iritasi mata, gangguan kulit, cedera, serta keluhan kesehatan lain yang diduga berkaitan dengan erupsi dan pajanan abu vulkanik.

    Melakukan analisis kecenderungan kasus berdasarkan waktu, tempat, kelompok umur, tingkat keparahan, kebutuhan rawat inap, dan kematian apabila ada. Mengoordinasikan pemantauan kualitas udara, terutama konsentrasi PM2,5 dan PM10, bersama Dinas Lingkungan Hidup, BMKG, BPBD, dan instansi terkait.

    Apabila tersedia, pemantauan gas vulkanik dilakukan berdasarkan rekomendasi
    instansi yang berwenang. Menyampaikan laporan rutin melalui mekanisme pelaporan yang berlaku, termasuk Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Situasi Khusus (https://pheoc.kemkes.go.id/), posko kesehatan, atau sistem pelaporan kedaruratan kesehatan lainnya.

    Segera menyampaikan laporan apabila terjadi peningkatan kasus yang bermakna, kejadian luar biasa, kematian, keterbatasan logistik, gangguan pelayanan kesehatan, atau kebutuhan bantuan tambahan.

    Sebagai langkah preventif, tim di lapangan juga terus melakukan edukasi dan komunikasi risiko kepada masyarakat. Seperti menyampaikan informasi secara berkala, konsisten, mudah dipahami, tidak menimbulkan kepanikan, dan hanya berdasarkan sumber resmi.

    Mengikuti arahan pemerintah, PVMBG, BMKG, BNPB, dan BPBD, termasuk perintah evakuasi dan pembatasan aktivitas pada zona berbahaya. Menyebarluaskan komunikasi, informasi, dan edukasi mengenai dampak abu vulkanik serta langkah perlindungan kesehatan melalui media massa, media sosial, fasilitas pelayanan kesehatan, sekolah, tempat kerja, rumah ibadah, dan media komunikasi masyarakat lainnya.

    Kemudian mengimbau masyarakat untuk tetap berada di dalam ruangan dengan menutup pintu dan jendela serta celah masuknya abu. Membersihkan abu dengan cara dibasahi secukupnya terlebih dahulu agar tidak beterbangan. Hindari menyapu kering, meniup abu dengan udara bertekanan, atau menggunakan alat yang menyebabkan abu kembali tersuspensi.

    Memastikan filter pendingin udara bersih. Menutup penampungan air bersih, sumur, wadah makanan, dan minuman. Gunakan air yang telah dipastikan aman serta cuci bahan makanan segar dengan air bersih mengalir sebelum dikonsumsi. Memastikan ketersediaan obat rutin anggota keluarga dengan penyakit kronis tersedia cukup di rumah.

    Abu vulkanik sendiri mengandung partikel berukuran kasar hingga sangat halus serta pada kondisi tertentu, dapat disertai gas vulkanik yang bersifat iritan. Komposisi dan tingkat bahayanya dapat berbeda pada setiap erupsi dan dapat menimbulkan dampak kesehatan seperti gangguan saluran pernapasan, berupa iritasi hidung dan tenggorokan, batuk, produksi dahak, mengi, rasa berat di dada, dan sesak napas. Pajanan juga dapat memperburuk asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), bronkitis kronik, penyakit paru lainnya, serta penyakit jantung.

    Gangguan mata, berupa mata merah, perih, berair, gatal, sensasi benda asing, dan abrasi kornea akibat gesekan partikel abu. Gangguan kulit, berupa iritasi, kemerahan, gatal, atau perburukan penyakit kulit yang telah ada sebelumnya. Kontaminasi air dan pangan, terutama pada sumber air terbuka, penampungan air, serta bahan makanan yang tidak terlindungi. Serta risiko cedera dan kecelakaan lalu lintas, akibat berkurangnya jarak pandang dan permukaan jalan yang licin.

    abu vulkanik Faskes Gunung Krakatau
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Lantik Pengurus Baru, LMND Banten Tegaskan Perjuangan Ekonomi Kerakyatan dan Lawan Serakhnomic

    NEWS 8 Oktober 2026

    26 Tahun Banten, Yeremia Mendrofa Harap Banten Maju, Mandiri Sejahtera Berlandaskan Iman dan Takwa

    Peninggalan Sejarah Kesultanan Banten: Masjid Agung Banten dan Keindahan Arsitektur Islam

    HMPS BSA UIN Banten Gelar Diskusi Indonesia Emas 2045

    26 Tahun Banten, Legislator PDIP: Kita Harap Tidak Ada Lagi Orang Tua Bingung Anaknya Lulus Harus Kerja Di mana

    Recent Post

    Lantik Pengurus Baru, LMND Banten Tegaskan Perjuangan Ekonomi Kerakyatan dan Lawan Serakhnomic

    8 Oktober 2026

    Hadir Langsung ke Bayah, Arif Rahman: Hutan Rakyat Aset Masa Depan yang Harus Dijaga dan Dihasilkan

    7 Oktober 2026

    Subhan Setiabudi Hadirkan E-SETWAN BANTEN untuk Integrasikan Layanan Sekretariat DPRD

    7 Oktober 2026

    Musim Hujan Mundur hingga Desember, Ancaman Kekeringan Terus Mengintai

    7 Oktober 2026

    APBD Banten 2027 Berisiko “Boncos”, Target Penerimaan Lesu, Ini kata Sekda Deden

    7 Oktober 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.