Bantenkini.id Lebak — Stabilitas pasokan dan harga beras di wilayah Kabupaten Lebak dan Pandeglang terus dijaga ketat oleh Perum Bulog Cabang Lebak-Pandeglang. Melalui pengawasan rutin bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan, pihaknya memastikan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sampai ke tangan masyarakat dengan harga terjangkau dan sesuai ketentuan pemerintah.
Kepala Perum Bulog Cabang Lebak-Pandeglang, Muhammad Syaukani, menyampaikan bahwa pemantauan dan pengawasan dilakukan secara berkala di seluruh titik penyaluran, termasuk Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersebar di berbagai kecamatan. Langkah ini bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan sekaligus memastikan beras SPHP benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Kami melakukan monitoring secara berkala untuk memastikan penjualan beras SPHP di seluruh RPK berjalan sesuai ketentuan. Di samping itu, kami juga ingin mencegah adanya penyalahgunaan dalam penyalurannya sehingga beras ini tidak dialihkan ke pihak yang tidak berhak,” ujar Muhammad Syaukani, Sabtu (31/10/2026)
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan bahwa para pengelola RPK di wilayah Lebak-Pandeglang secara umum masih mematuhi ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras SPHP, yaitu maksimal Rp12.500 per kilogram. Bahkan, sebagian besar pedagang menjual beras tersebut dengan harga yang lebih rendah, yaitu sekitar Rp12.000 per kilogram untuk kemasan 5 kilogram.
“Ini tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat. Harga di bawah ketentuan pemerintah menunjukkan bahwa pasokan beras cukup terjaga dan persaingan yang sehat juga membantu menjaga harga tetap terjangkau,” jelas Syaukani.
Sesuai ketentuan Badan Pangan Nasional (Bapanas), pembelian beras SPHP oleh masyarakat dibatasi maksimal lima kemasan per hari. Kebijakan ini dibuat agar manfaat beras terjangkau dapat dirasakan secara lebih merata, tidak hanya oleh segelintir orang saja.
“Pembatasan pembelian ini penting agar beras SPHP bisa dinikmati oleh lebih banyak keluarga. Prinsipnya: ada untuk semua, bukan hanya untuk sebagian,” tambahnya.
Hingga akhir Oktober 2026, penyaluran beras SPHP di wilayah Lebak-Pandeglang terus berjalan optimal. Selain melalui RPK, Bulog juga menjangkau masyarakat luas melalui pasar rakyat dan kegiatan Gerakan Pangan Murah yang digelar secara berkala di berbagai pelosok desa dan kecamatan.
“Upaya menjaga stabilitas pangan tidak berhenti pada menyalurkan beras saja. Kami juga memastikan stok tersedia cukup, distribusi berjalan lancar, dan harga tetap terkendali. Ketahanan pangan yang sesungguhnya bukan hanya ketika beras tersedia, tetapi ketika setiap keluarga mampu membelinya,” tegas Muhammad Syaukani.
Ia juga menegaskan bahwa kerja sama dengan Satgas Pangan dan berbagai pemangku kepentingan lainnya akan terus diperkuat. Sinergi ini dinilai penting untuk memastikan pengawasan berjalan efektif dan setiap mata rantai penyaluran beras SPHP berjalan bersih, transparan, dan tepat sasaran.








