Bantencorner.com Lebak – Di pagi hari yang cerah pada Senin, 2 Februari 2026, Hotel Maris Rangkasbitung di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, tampak lebih hidup dari biasanya. Para tamu dengan seragam yang rapi dan wajah penuh semangat mulai mengisi ruang pertemuan utama hotel tersebut.
Mereka adalah anggota dan pengurus Forum Wartawan Solid (FWS), yang pada hari itu akan menyelenggarakan Musyawarah Besar (Mubes) ke-I pertama dalam sejarah organisasi. Suasana di dalam ruangan sudah terasa khidmat jauh sebelum acara dimulai.
Meja-meja disusun rapi membentuk lingkaran, sebagai simbol kebersamaan dan kesetaraan yang menjadi dasar organisasi. Di pojok ruangan, sebuah tumpeng besar dengan hiasan bunga warna-warni sudah siap menghiasi pesta perayaan yang akan datang.
Banyak anggota yang saling bersalaman dan berjabat tangan, menyapa satu sama lain dengan senyum hangat – sebagian sudah akrab lama, sebagian lagi baru saja bergabung dan merasa bangga bisa menjadi bagian dari momen penting ini. Ketika jam menunjukkan pukul 09.00 WIB, acara resmi dibuka oleh Ketua Panitia Mubes, M. Gunawan.
Dengan suara yang penuh semangat, ia menyambut kehadiran semua peserta, termasuk Pakar Hukum Ai Ruba’i, S.H, dan Ketua Umum FWS Aji Rosyad.
“Hari ini adalah hari yang bersejarah bagi kita semua,” ucap Gunawan sambil melihat sekeliling ruangan yang penuh sesak.
Ia kemudian menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh tim panitia yang telah bekerja keras selama berbulan-bulan menyusun setiap detail acara.
“Mulai dari persiapan tempat, undangan tamu, hingga segala kebutuhan acara, semuanya tidak mungkin terwujud tanpa kerja sama yang erat di antara kita,” ujarnya.
Dia juga mengajak semua peserta untuk terus menjaga kebersamaan dan kekompakan, karena itu adalah modal utama bagi kemajuan organisasi dan marwah profesi wartawan.
Setelah sambutan dari panitia, giliran Ketua Umum FWS Aji Rosyad naik ke atas panggung. Mata yang penuh semangatnya menyala saat ia memulai pidatonya.
“Mubes ke-I ini bukan sekadar sebuah agenda organisasi yang harus diselesaikan,” ucapnya dengan nada yang tegas namun hangat.
“Ini adalah ruang refleksi bagi kita semua tentang apa yang telah kita lakukan, apa yang masih bisa kita perbaiki, dan bagaimana kita akan membawa FWS menjadi organisasi yang lebih kuat ke depannya.” tambah Rosyad.
Aji Rosyad kemudian menjelaskan tema Mubes kali ini – Menjadikan Wartawan Profesional, Independen, Berintegritas, dan Berkontribusi bagi Bangsa dan Negara” yang bukan hanya sekadar kata-kata indah. “Tema ini adalah komitmen kita untuk menjadikan jurnalisme sebagai alat yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Dia mengingatkan semua peserta bahwa peran wartawan tidak hanya sebatas menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi suara bagi yang tidak bersuara dan kontrol sosial bagi kekuasaan.
“Kita harus menjaga profesionalisme agar tidak mudah tergoda oleh berbagai kepentingan, menjaga independensi agar tidak terpengaruh oleh pihak mana pun, dan menjaga integritas agar setiap berita yang kita sampaikan adalah kebenaran yang dapat dipercaya,” tegasnya.
Selanjutnya adalah acara pemotongan tumpeng, yang menjadi momen yang penuh makna. Aji Rosyad, bersama dengan Ai Ruba’i dan M. Gunawan, bersama-sama menyodok tumpeng dengan sendok emas. Suasana menjadi semakin meriah dengan suara tepuk tangan dan sorakan kegembiraan.
Tumpeng tersebut kemudian dibagikan kepada semua peserta sebagai simbol rasa syukur atas terselenggaranya acara ini dan harapan agar keberkahan selalu menyertai perjalanan FWS.
Setelah sesi makan ringan, acara dilanjutkan dengan pemaparan dari Pakar Hukum Ai Ruba’i, S.H. Dengan gaya berbicara yang jelas dan mudah dipahami, ia menjelaskan pentingnya pemahaman hukum dan kode etik dalam menjalankan profesi wartawan.
“Wartawan memiliki peran strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.
“Namun, peran tersebut tidak dapat dijalankan dengan baik jika kita tidak memahami batasan-batasan hukum dan standar etika yang harus dijunjung tinggi.” Sambungnya.
Ia memberikan contoh nyata tentang bagaimana kesalahan dalam menyampaikan informasi dapat menyebabkan kerugian bagi banyak pihak, bahkan dapat mengganggu ketertiban masyarakat.
“Oleh karena itu, profesionalisme, independensi, dan integritas harus selalu berjalan seiring dengan pengetahuan hukum pers agar produk jurnalistik yang kita hasilkan benar-benar berkualitas dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Peserta tampak sangat antusias, banyak yang mengajukan pertanyaan dan berdiskusi aktif tentang berbagai kasus yang sering dihadapi oleh wartawan dalam pekerjaannya.
Selama beberapa jam berikutnya, acara berlanjut dengan musyawarah yang intens. Para peserta secara antusias menyampaikan pendapat dan gagasan mereka tentang bagaimana memperkuat organisasi, meningkatkan kualitas sumber daya wartawan, dan menjaga soliditas FWS sebagai organisasi pers yang kredibel. Ada banyak ide brilian yang muncul selama musyawarah – mulai dari rencana pelatihan reguler untuk anggota, program kerja sama dengan berbagai lembaga terkait, hingga strategi untuk meningkatkan peran FWS dalam menyuarakan isu-isu penting bagi masyarakat. Setiap usulan dibahas secara mendalam dan dengan penuh rasa hormat terhadap pendapat satu sama lain.
Ketika matahari mulai bergeser ke arah barat dan acara memasuki tahap penutupan, suasana di ruangan tetap penuh semangat. Semua peserta merasa bahwa mereka telah berkontribusi pada sesuatu yang berharga dan bahwa Mubes ke-I ini telah berhasil melahirkan gagasan dan keputusan strategis yang akan menjadi landasan bagi perkembangan FWS ke depan.
Aji Rosyad kembali naik ke atas panggung untuk memberikan sambutan penutup.
“Hari ini kita telah menulis sejarah baru bagi FWS,” katanya dengan suara yang penuh bangga.
“Sekarang tugas kita adalah menjalankan semua keputusan yang telah kita sepakati dengan penuh komitmen dan kerja keras. Bersama-sama, kita akan menjadikan FWS sebagai organisasi wartawan yang tidak hanya solid, tetapi juga benar-benar memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.” ucapnya.
Dengan suara tepuk tangan yang meriah dan penuh semangat, Mubes ke-I Forum Wartawan Solid resmi ditutup. Para peserta keluar dari ruangan dengan langkah yang lebih mantap dan pandangan yang lebih jelas tentang tujuan mereka sebagai wartawan.
Meskipun acara telah berakhir, semangat kebersamaan dan komitmen untuk menjaga profesionalisme jurnalisme terus berkobar dalam hati setiap anggota FWS. Mereka tahu bahwa perjalanan panjang masih menanti mereka, tetapi dengan soliditas dan integritas yang mereka miliki, mereka siap menghadapi setiap tantangan yang ada di depan. (David)






