Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    DPRD Kota Serang Perketat Pengawasan SPMB 2026, Cegah Praktik Curang

    18 Juni 2026

    Komisi I DPRD Puji Kinerja Kepala Diskominfo Banten Beni Ismail, Riyan Hidayat Beri Catatan

    18 Juni 2026

    Puji Kepempinan Kepala BKD Ai Dwi Suzana, Taufik Hidayat: Kami Percaya Beliau Mampu Selesaikan PPPK dan Honorer

    18 Juni 2026

    GMPK: Ruang Akademik Harus Tetap Menjadi Tempat Berpikir, Bukan Melampiaskan Emosi

    17 Juni 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»Stop Corat-coret dan Konvoi! Dindikbud Serang Dorong Perayaan Kelulusan yang Lebih Positif

    Stop Corat-coret dan Konvoi! Dindikbud Serang Dorong Perayaan Kelulusan yang Lebih Positif

    Aikal Pratama4 Mei 20263 Mins Read NEWS
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BANTENCORNER.COM – Menjelang masa pengumuman kelulusan siswa SMP, baik negeri maupun swasta, Pemerintah Kota Serang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) menyampaikan arahan tegas terkait tata cara menyikapi keberhasilan tersebut.

    ‎Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri, menyatakan bahwa pihaknya mengimbau seluruh warga sekolah untuk tidak membiarkan euforia kelulusan berujung pada perilaku yang bersifat hedonis maupun yang dapat menurunkan nilai-nilai moral dan budaya yang baik.

    ‎”Kita tidak melarang siswa mengapresiasikan kelulusan dengan rasa syukur tapi yang dilarang adalah yang di luar batas seperti konvoi-konvoi, corat-coret. Saya kira ada ekspresi lain yang tidak harus corat-coret, baju mubazir ini diserahkan ke yang lain di tengah efisiensi,” tegas Nuri kepada wartawan, Senin, 4 Mei 2026.

    ‎Ia menegaskan bahwa bentuk perayaan kelulusan yang dilarang secara tegas meliputi kegiatan konvoi kendaraan serta kebiasaan mencorat-coret seragam maupun pakaian.

    ‎”Sebagai gantinya, kami mengajak sekolah-sekolah untuk mengisi momen ini dengan kegiatan yang positif seperti munajat, istigosah, ngaji bersama, dan menciptakan rasa syukur tanpa harus hedon,” tambahnya.

    ‎Menurut Nuri, terdapat banyak cara lain yang lebih bermakna, elegan, dan tetap dapat menciptakan kesan kenangan indah tanpa harus merusak barang-barang yang masih layak pakai.

    ‎“Kebiasaan mencorat-coret pakaian itu pada hakikatnya merupakan bentuk pemborosan, karena barang yang seharusnya masih dapat dimanfaatkan kembali justru menjadi rusak dan tidak layak pakai. Padahal di tengah upaya efisiensi dan kepedulian sosial, barang-barang tersebut sebenarnya masih dapat disumbangkan kepada orang yang lebih membutuhkan,” jelasnya.

    ‎Lebih lanjut, ia menguraikan berbagai alasan yang mendasari pelarangan aksi corat-coret seragam saat para pelajar merayakan kelulusan.

    ‎Selain unsur pemborosan, tindakan ini dinilai tidak memiliki nilai manfaat yang berarti, meskipun dianggap sebagian orang sebagai bentuk kenangan. Lebih dari itu, kebiasaan tersebut mengandung risiko yang membahayakan, baik secara fisik maupun sosial.

    ‎”Kegiatan konvoi itu akan berpotensi memicu terjadinya pada tindakan kekerasan antar siswa nantinya. Apalagi dicorat-coret nya di muka, terus terjadi pelecehan seksual. Hal-hal semacam ini jelas tidak dapat dibenarkan dan harus kita cegah sedini mungkin,” tegas Nuri.

    ‎Menanggapi pernyataan Walikota Serang yang menyebutkan bahwa program unggulan Serang Mengaji memiliki peran penting dalam menekan berbagai tindakan negatif di kalangan pelajar, Nuri membenarkan hal tersebut dan menyampaikan bukti nyata keberhasilan program tersebut.

    ‎”Itu sudah dibuktikan. Pak Kapolresta ketika pasca lebaran itu bicara bahwa ternyata Ramadhan kemarin tidak ada satu pun kejadian atau insiden perang sarung di masjid-masjid atau di kampung-kampung. Bahkan perang petasan gak ada,” ungkap dia.

    ‎Ia menyebut dampak positif program ini juga terasa di lingkungan pendidikan. Berkat pembiasaan nilai-nilai kebaikan yang ditanamkan melalui kegiatan keagamaan, ruang untuk terjadinya tindakan negatif seperti perundungan dan kekerasan di sekolah nyaris tidak ada lagi.‎

    ‎”Implikasi positifnya adalah terhadap peningkatan moral dan pendekatan kemanusiaan yang lebih pada cinta kasih. Kalimat ‘Bismillahirrahmanirrahim’ yang senantiasa kita baca mengandung makna bahwa Allah adalah Zat yang Maha Pengasih dan Penyayang. Nilai-nilai inilah yang mampu menghilangkan dari rasa kebencian dari orang-orang yang benci akhirnya menjadi bersih di sekolah. Kemudian corat-coret juga akan dihilangkan,” paparnya.

    Pengaruh program Serang Mengaji dalam menekan angka tawuran dan kenakalan remaja di wilayah Kota Serang, terutama selama bulan Ramadhan kemarin, kasus yang dilaporkan menurun drastis bahkan hingga mencapai angka nol persen.

    ‎Dat tersebut berdasarkan catatan yang diterima Dindikbud dari berbagai instansi terkait, termasuk Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPAKB) serta jajaran kepolisian.

    ‎”Kalau ramadhan kan berarti 100 persen tidak ada. Yang terlapor ke kita, DPPPAKB, Kapolres, Kapolsek, nyaris tidak ada. Berarti kan semuanya kosong tidak ada. Artinya menekannya 100 persen full kegiatan Serang Mengaji memiliki dampak positif bagi proses peningkatan harmoni di sekolah dan menghilangkan kekerasan dari perang sarung,” pungkasnya.

    aksi tawuran cegah kekerasan corat-coret Dindikbud imbauan kelulusan Pelajar perayaan seragam Serang Mengaji SMP
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Puji Kepempinan Kepala BKD Ai Dwi Suzana, Taufik Hidayat: Kami Percaya Beliau Mampu Selesaikan PPPK dan Honorer

    NEWS 18 Juni 2026

    Diduga Terjadi Tindakan Premanisme di Lingkungan Kampus UNIBA, Mahasiswa Tempuh Jalur Hukum

    Menyambut SPMB 2026 PMII Cabang Cilegon Mendesak Sinergi Dindikbud, APIP dan APH dalam Menjamin SPMB Bersih di Kota Cilegon

    Nelayan di Pandeglang Keluhkan Kenaikan BBM hingga Pendangkalan Alur Dermaga

    Awasi SPMB 2026, Ombudsman Banten Izinkan Sekolah Pasang Spanduk dan Nomor Kontak Pengaduan

    Recent Post

    Sudah Dipecat PDIP, Pengamat Ingatkan Jokowi Fokus ke PSI Jangan Main Api

    17 Juni 2026

    Koordinator BEM UPI Soroti RUU Polri: Perluasan Kewenangan Harus Tetap Dalam Koridor Demokrasi dan Supremasi Sipil

    16 Juni 2026

    Menyambut SPMB 2026 PMII Cabang Cilegon Mendesak Sinergi Dindikbud, APIP dan APH dalam Menjamin SPMB Bersih di Kota Cilegon

    16 Juni 2026

    Polresta Serang Kota Gelar Lomba Marhaban dalam Rangkaian Hari Jadi Bhayangakara ke 80

    16 Juni 2026

    Nelayan di Pandeglang Keluhkan Kenaikan BBM hingga Pendangkalan Alur Dermaga

    14 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.