Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Soroti Belanja Durian hingga Kue Ulang Tahun di Biro Umum, Pengamat: Setiap Rupiah Harus Dipertanggungjawabkan

    14 April, 2026

    Tak Temukan Unsur Pidana Terkait LP Kasus PT ARA di Dittipeksus Bareskrim Polri

    13 April, 2026

    Persangkaan Palsu dan Rekayasa Kasus oleh Penyidik Subdit III Dittipideksus Terkuak Melalui Metode Kerja Satuan Pelayanan Konsultasi Reserse Bareskrim Polri

    13 April, 2026

    Putusan MA Tegas, Maruli Rajagukguk: Waktunya Bongkar Komplotan Level Atas

    11 April, 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»Diduga Ada Mafia, Kantor PLN Didemo Warga, Begini Tuntutannya

    Diduga Ada Mafia, Kantor PLN Didemo Warga, Begini Tuntutannya

    Rizki Mubarok11 Juli, 20243 Mins Read NEWS
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    module: a; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Auto; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 141.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~25: 0.0;
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BANTENCORNER – Aliansi Masyarakat Peduli Bumi Banten (AMPBB), yang terdiri dari LMPI, GMBI, PPMRI, dan Bapera menggelar aksi demonstrasi di depan kantor PLN Banten Utara di Jl. Pangeran Diponegoro, Kotabaru, Serang Banten, pada Kamis, 11 Juli 2024. 

    Aksi ini dipicu oleh dugaan kelalaian PLN yang menyebabkan sejumlah kebakaran dan kerugian materil, serta kecurigaan adanya praktik mafia dalam proses sertifikasi Layak Operasi (SLO).

    Heri, Ketua Umum Banten Antisipator Lingkungan Hidup Indonesia (BALHI) menyoroti insiden-insiden kebakaran yang terjadi belakangan ini yang diduga diakibatkan korsleting listrik sebagai masalah utama.

    “Kita melihat ada beberapa kejadian kejadian yang diduga diakibatkan dari beberapa kebakaran kebakaran yang ada, terus insiden indennya itu dari korsleting listrik. Kita tau, satu bulan terakhir beberapanya itu terjadi kebakaran, Royal, Rau, Citraland puri, dan bahkan terakhir itu ada pondok pesantren juga. Informasi yang kami dapatkan dugaannya itu korsleting listrik” ujarnya.

    Ia mempertanyakan kredibilitas proses sertifikasi layak operasi yang dilakukan oleh PLN. Mereka menemukan instalasi listrik yang tampak tidak memenuhi standar di sekitar kantor PLN.

    “Jadi kami mempertanyakan secara langsung kepada PLN, bagaimana sertifikasi sertifikasi layak operasi tersebut dilakukan, sehingga terjadi hal hal yang tidak diinginkan,” lanjutnya

    AMPBB mengancam akan mengambil langkah hukum jika masalah ini tidak segera ditangani. Mereka menegaskan bahwa kelalaian atau kesewenang-wenangan dalam proses sertifikasi layak operasi tidak dapat diterima.

    “Kalau sekiranya merugikan atau mungkin masih ada pembiaran pembiaran seperti itu kita lakukan clas actionnya sampai temen temen LBH hak asasi manusia. Kalo dimungkinkan kita lakukan kebijakannya, karna memang ini sudah terlalu fulgar terlihat di konteks publik society imi ada kelalaian atau ada kesewenang wenangan. Bahkan kolusinya mengarah ke kolusi kolusi transaksi elektronik seperti hal hal yang sudah tidak jelas, gak tau macam sertifikasi dan kelayakannya seperti dari mana,” tutup Heri.

    Selaras dengan itu, Hasan Ashari, Sekretaris Daerah Provinsi Banten dari LMPI, mendesak PLN untuk segera menertibkan instalasi listrik ilegal dan menangani pencurian listrik.

    “Kami ingin dari pln ini segera menertibkan, mulai dari instalansi instalansi yang tidak resmi, apalagi yang pencurian pencurian itu, kemudian sertifikasi layak operasi itu juga harus bener bener arahnya ke mana, pengawasannya seperti apa, sementara ketika terjadi musibah atau insiden insiden itu ternyata yang dipermasalahkan hanya misalkan akibat korsleting dan arus pendek,” katanya.

    Ia juga menyoroti kurangnya pengawasan dari pihak PLN yang menyebabkan terjadinya pemasangan listrik ilegal di depan kantor PLN.

    “Sementara ril nya berarti pengawasan daripada pln yang pelayanan teknik ini tidak ada, sehingga mengakibatkan hal itu. Terbukti dengan apa? Adanya pemasangan secara langsung atau pencurian bahkan kami sebut yang digunakan oleh para pedagang yang di depan mata pln langsung. Lost listrik, ini sudah parah keterlaluan, apalagi di luar gedung PLN, di depannya aja sudah terjadi seperti itu,” pungkasnya.

    Dalam menanggapi masalah terkait penerbitan Sertifikat Layak Operasi, Hasan menekankan pentingnya pengawasan yang lebih ketat. Ia menyoroti perlunya tindakan konkret dan peningkatan pengawasan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam proses tersebut.

    “ketika mengeluarkan SLO ya apa fungsi SLO itu ya kan! Kemudian ya kerjakan, pengawasannya lebih di ditingkatkan, jangan hanya seolah olah kita menduga ada mafia dalam pengeluaran SLO itu,” tambahnya.

    AMPBB berjanji akan terus mengawal isu ini dan mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

    “Kami berharap PLN lebih profesional dalam mengeluarkan sertifikasi layak operasi. Jika tidak, kami telah berkomitmen dengan rekan-rekan di AMPBB untuk melakukan aksi yang lebih besar lagi minggu depan,” tegasnya.**

    AKSI AMPBB Mafia Pencurian Listrik
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    PKBM Daguina Gelar UPK Paket C, Bukti Pendidikan Nonformal Kian Berkualitas

    NEWS 08 April, 2026

    Kritik Anggaran Belanja Buah Durian hingga Kue Ulang Tahun di Biro Umum Banten Habiskan Puluhan Juta, Mahasiswa: Hamburkan APBD

    Pelestarian Tradisi Seni Tari Banten: Mempertahankan Warisan Budaya

    Kisah Konflik Internal Kesultanan Banten dan Campur Tangan Belanda

    Peninggalan Sejarah Kesultanan Banten yang Masih Bisa Kamu Kunjungi

    Recent Post

    Kerugian Negara Capai Triliunan, MA Pastikan Lahan Itu Milik Banten

    11 April, 2026

    BKSAP Fokus Buka Akses Selat Hormuz demi Kelancaran Logistik Indonesia

    10 April, 2026

    Ancaman Ketahanan Pangan! Pekerja Penggilingan Minta Tolong ke Komisi IV

    09 April, 2026

    Optimisme Lawan Teror: Projo Ingatkan Pengalaman Bangsa Saat Pandemi

    08 April, 2026

    PKBM Daguina Gelar UPK Paket C, Bukti Pendidikan Nonformal Kian Berkualitas

    08 April, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.