Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Fuso Berkah Ramadan 2026: Siaga 24 Jam dan Berbagi Kebahagiaan untuk Pengemudi Truk

    05 Maret, 2026

    Danrem 064 Maulana Yusuf: Karya Bakti di Lebak Turunkan Angka Kemiskinan

    05 Maret, 2026

    Modus WO Janji Pelunasan Khusus, Oknum Matel ACC BSD Malah Lakukan Penganiayaan dan Intimidasi

    04 Maret, 2026

    Kisah Septi : Dari Kelangitan di Kamboja di Kamboja Hingga Kebaikan Datang dari Demokrat Jabar

    04 Maret, 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»Tarif Ekspor ke AS Turun! PRIMA Apresiasi Diplomasi Ekonomi Pemerintah, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif 
    NEWS

    Tarif Ekspor ke AS Turun! PRIMA Apresiasi Diplomasi Ekonomi Pemerintah, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif 

    By Rizki Mubarok17 Juli, 20252 Mins Read
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BANTENCORNER.COM – Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) memberikan apresiasi yang tinggi terhadap keberhasilan pemerintah Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, dalam menurunkan tarif ekspor produk Indonesia ke Amerika Serikat. Penurunan tarif dari 32% menjadi 19% menempatkan Indonesia sebagai negara dengan tarif terendah di ASEAN, membuka peluang besar bagi peningkatan daya saing dan perluasan pasar ekspor.

    “Ini adalah langkah positif yang membuka peluang besar bagi peningkatan daya saing produk nasional dan perluasan pasar ekspor,” ujar Achmad Herwandi, DPP PRIMA pada Kamis, 17 Juli 2025.

    Penurunan tarif ini memberikan keuntungan strategis bagi sektor padat karya Indonesia, terutama di sektor tekstil (USD 4,2 miliar ekspor pada 2024), alas kaki (USD 2,8 miliar), produk karet (USD 1,6 miliar), dan furnitur (USD 1,2 miliar). Sektor-sektor ini menyerap lebih dari 6 juta lapangan kerja langsung di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Sumatera Utara, Jawa Timur, dan Banten.

    Proyeksi pertumbuhan ekspor mencapai 10-15% per tahun, menghasilkan tambahan USD 1,5-2,3 miliar dan menciptakan potensi 200.000-300.000 lapangan kerja baru. Efek berganda akan dirasakan juga oleh industri hulu dan sektor pendukung, termasuk UMKM di berbagai daerah seperti Bandung, Jepara, Solo, dan Medan. Penyerapan tenaga kerja perempuan dan muda juga akan meningkat signifikan, mengingat sektor TPT dan alas kaki menyerap lebih dari 60% tenaga kerja perempuan, banyak di antaranya berusia 18-35 tahun.

    Kebijakan imbal balik berupa pembebasan tarif 0% untuk produk AS ke Indonesia, menurut PRIMA, merupakan strategi diplomasi ekonomi yang cerdas. Hal ini akan menurunkan biaya produksi, menarik investasi asing langsung (FDI), dan meningkatkan kualitas produk dalam negeri melalui persaingan yang sehat.

    Namun, PRIMA juga menyoroti potensi tantangan pada sektor-sektor sensitif yang perlu diantisipasi dengan kebijakan pendukung, seperti insentif fiskal, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan pengembangan teknologi. Pemerintah perlu memastikan manfaat pembebasan tarif dirasakan secara merata tanpa mengorbankan keberlangsungan industri nasional.

    “Kami optimis, kebijakan ini adalah bagian dari strategi diplomasi ekonomi yang cerdas dan visioner untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan,” tutup Herwandi.

    PRIMA mendorong pemerintah untuk terus mengawal implementasi kebijakan ini agar dampak positifnya dapat dirasakan secara maksimal oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.***

    Ekspor partai Prima
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Fuso Berkah Ramadan 2026: Siaga 24 Jam dan Berbagi Kebahagiaan untuk Pengemudi Truk

    NEWS 05 Maret, 2026

    Kehidupan di Banten pada Masa Kolonial: Sebuah Tinjauan Sosial

    Sultan Ageng Tirtayasa: Pemimpin Legendaris yang Berjuang Melawan Belanda

    Nyimas Gamparan, Pendekar Perempuan Gerilyawan Perang Cikande Melawan Kolonial

    Peran Banten dalam Penyebaran Islam di Jawa dan Sumatera

    Recent Post

    LPPL RSTG Diduga Jadi Sapi Perah Pribadi, Gagak Akan Demo di Kejagung

    04 Maret, 2026

    Politisi PDIP Ingatkan LPDP Bukan untuk Pansos, Ini Uang Rakyat!

    27 Februari, 2026

    LMND Serang Raya Soroti Kemiskinan dan Tata Kelola, Satu Tahun Pemerintah Budi Agis Dievaluasi

    24 Februari, 2026

    Ramadan Tanpa Khawatir Harga Mahal, Bulog Lebak-Pandeglang Siapkan Pasokan Melimpah dan Pasar Murah

    24 Februari, 2026

    Mantan Direktur PT ARA Jadi DPO RI-Cina, Diduga Gelapkan Ratusan Miliar

    24 Februari, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.