Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Adde Rosi Khoerunnisa Dampingi Menteri Wihaji di Lebak: Wujudkan Keluarga Sehat dan Hunian Layak

    3 Mei 2026

    Kepala Dindikbud Kota Serang Tegaskan Peringatan Harus Bermakna: Tak Hanya Refleksi, Tapi Bangun Karakter dan Kepedulian Sejak Dini

    2 Mei 2026

    Matahukum Bedah Dua Wajah Nanik Deyang: Menangis tapi Suka Blokir Wartawan

    1 Mei 2026

    Komitmen Kuat Majukan Pendidikan, Bonnie Triyana Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

    30 April 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»Seren Taun Cisungsang, Identitas Banten yang Mendunia

    Seren Taun Cisungsang, Identitas Banten yang Mendunia

    Rizki Mubarok29 September 20252 Mins Read NEWS
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BANTENCORNER.COM – Suara angklung berpadu dengan langkah iring-iringan adat dan tarian tradisional menghidupkan suasana pagi di Kasepuhan Cisungsang, Minggu (28/9/2025).

    Ribuan masyarakat adat bersama tamu undangan memadati Imah Gede untuk mengikuti puncak perayaan Seren Taun Guru Cucuk, tradisi syukur panen yang diwariskan sejak ratusan tahun lalu.

    Gubernur Banten, Andra Soni, yang hadir langsung menyebut Seren Taun sebagai warisan budaya luhur penuh makna. Menurutnya, prosesi ini bukan sekadar pesta adat, melainkan wujud rasa syukur kepada Tuhan serta pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan dengan alam.

    “Tradisi ini bukan hanya pesta adat, tetapi refleksi rasa syukur kepada Tuhan sekaligus pengingat agar kita menjaga keseimbangan dengan alam. Seren Taun adalah jati diri masyarakat Banten yang harus kita lestarikan,” ujar Andra Soni.

    Puncak makna syukur itu tergambar dalam prosesi sakral Ngadieukeun Pare di Leuit, yaitu penyimpanan padi ke lumbung sebagai penghormatan kepada Dewi Sri. Gubernur bersama Bupati Lebak turut melaksanakan prosesi ini, disaksikan masyarakat adat dan tamu undangan yang larut dalam suasana khidmat.

    Plt Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Linda, menilai Seren Taun kini juga berperan besar dalam pariwisata budaya. Tahun ini, agenda tersebut kembali masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) 2025 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, sehingga semakin terbuka peluang untuk dikenal luas oleh wisatawan.

    “Seren Taun bukan hanya milik masyarakat adat Cisungsang, tapi juga kebanggaan Banten. Dengan masuknya ke KEN, event ini berpotensi mendatangkan wisatawan nasional maupun mancanegara. Dampaknya tentu positif bagi ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya daerah,” ungkap Linda.

    Ketua Adat Kasepuhan Cisungsang, Abah Usep Suyatma SR, mengatakan, tradisi ini sudah berlangsung selama 671 tahun dan kini dijalankan oleh generasi keempat. Ia menegaskan komitmen masyarakat adat dalam melestarikan budaya sekaligus menjaga alam, di antaranya melalui penanaman ribuan pohon serta pengelolaan hutan adat seluas 1.599 hektare.

    Selain prosesi adat, rangkaian Seren Taun juga dimeriahkan dengan kirab budaya, tembang tradisi, hingga sarasehan yang mempertemukan tokoh adat, pemerintah, dan masyarakat. Melalui sarasehan ini, lahir gagasan bersama untuk merawat warisan leluhur sekaligus mengembangkan pariwisata berkelanjutan di Cisungsang. (*)

    Related Posts

    NEWS

    Adde Rosi Khoerunnisa Dampingi Menteri Wihaji di Lebak: Wujudkan Keluarga Sehat dan Hunian Layak

    3 Mei 2026
    NEWS

    Kepala Dindikbud Kota Serang Tegaskan Peringatan Harus Bermakna: Tak Hanya Refleksi, Tapi Bangun Karakter dan Kepedulian Sejak Dini

    2 Mei 2026
    NEWS

    Matahukum Bedah Dua Wajah Nanik Deyang: Menangis tapi Suka Blokir Wartawan

    1 Mei 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Kehidupan di Banten pada Masa Kolonial: Sebuah Tinjauan Sosial

    ARTIKEL 21 Januari 2025

    Mengungkap Keindahan dan Filosofi Masjid Agung Banten

    Peran Kesultanan Banten dalam Sejarah Perdagangan di Asia Tenggara

    Peran Banten dalam Penyebaran Islam di Jawa dan Sumatera

    Legenda Rakyat Kisah Pangeran Pande Gelang dan Putri Cadasari

    Recent Post

    Adde Rosi: Pengurus Kecamatan Adalah Ujung Tombak

    30 April 2026

    Bayar Pajak Kendaraan di Banten Kini Lebih Mudah Tanpa KTP Pemilik Pertama

    29 April 2026

    Sejalan Desakan Arif Rahman, Tambang Ilegal Pandeglang Dihentikan Sementara

    29 April 2026

    Hadir di SMAN 1 Warunggunung, Adde Rosi: Pendidikan Kunci Perubahan

    28 April 2026

    Legislator Banten, Encop Sopia Sukses Raih Gelar Doktor dengan Yudisium Sangat Memuaskan

    28 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.