Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Program Asta Cita: 195 KDKMP Dibangun di Lebak

    21 Februari, 2026

    98 Resolution Network Tim 8 Bagikan 300 Sembako untuk Warga Cilegon Rayakan Ramadhan

    21 Februari, 2026

    Pendaftaran Calon Ketua Umum KONI Kabupaten Serang Resmi Dibuka, Ini Syaratnya!

    20 Februari, 2026

    Kodim Lebak Bangun Kemitraan dengan Pers

    19 Februari, 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»BANTENPEDIA»Debus: Seni Bela Diri Mistis yang Melegenda di Tanah Banten
    BANTENPEDIA

    Debus: Seni Bela Diri Mistis yang Melegenda di Tanah Banten

    By Sae10 Januari, 20253 Mins Read
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BANTENCORNER- Kalau ngomongin budaya Indonesia, rasanya nggak ada habisnya. Dari Sabang sampai Merauke, tiap daerah punya ciri khasnya sendiri.

    Nah, di Banten, ada satu seni tradisional yang bisa bikin kita geleng-geleng kepala sekaligus kagum. Pernah denger tentang Debus? Seni bela diri yang satu ini nggak cuma soal kekuatan fisik, tapi juga penuh dengan unsur mistis yang bikin merinding.

    Buat kamu yang belum tahu, Debus bukan sekadar pertunjukan biasa. Seni ini terkenal dengan aksi-aksi yang ekstrem dan penuh adrenalin, seperti menusukkan benda tajam ke tubuh tanpa terluka, berjalan di atas bara api, bahkan minum air keras!

    Meski terdengar nggak masuk akal, Debus sebenarnya adalah simbol keberanian dan spiritualitas yang mendalam dari masyarakat Banten. Yuk, kita kulik lebih jauh tentang asal-usul, filosofi, dan atraksi khas dari seni bela diri ini!

    Asal-Usul Debus: Perpaduan Seni dan Spiritualitas

    Debus punya sejarah yang panjang, lho! Seni ini pertama kali muncul pada abad ke-16, di masa Kesultanan Banten. Waktu itu, Debus digunakan sebagai sarana untuk memompa semangat para prajurit melawan penjajah.

    Tapi, Debus bukan cuma soal melawan musuh, melainkan juga cara untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Ritual-ritual dalam Debus sering kali melibatkan doa dan zikir, menunjukkan betapa kuatnya hubungan seni ini dengan ajaran Islam.

    Uniknya, Debus berkembang dengan perpaduan unsur bela diri, seni musik, dan mistisisme. Jadi, selain menyaksikan aksi berbahaya, penonton juga dimanjakan dengan alunan musik tradisional yang syahdu.

    Kombinasi inilah yang membuat Debus jadi pertunjukan yang nggak hanya menghibur, tapi juga sarat makna spiritual.

    Atraksi Ekstrem yang Ikonik

    Salah satu hal yang bikin Debus terkenal adalah aksi-aksi ekstrem yang nggak bisa dilakukan sembarang orang. Kamu pasti penasaran, kok bisa mereka menusukkan pedang ke perut atau memukul tubuh dengan palu tanpa terluka?

    Nah, rahasianya ada pada latihan mental dan spiritual yang intens. Para pemain Debus biasanya menjalani ritual khusus, seperti puasa dan zikir, untuk memperkuat tubuh dan mental mereka.

    Atraksi lainnya yang sering bikin penonton deg-degan adalah makan pecahan kaca, menusukkan jarum panjang ke pipi, atau bahkan berjalan di atas bara api.

    Semua ini dilakukan tanpa trik atau tipu-tipu, loh! Bagi masyarakat Banten, aksi-aksi ini bukan hanya sekadar hiburan, tapi juga bukti kebesaran Tuhan dan kekuatan iman.

    Relevansi Debus di Era Modern

    Meskipun Debus adalah seni tradisional, pesonanya tetap relevan di era modern. Banyak pertunjukan Debus yang kini menjadi bagian dari acara budaya atau festival besar, seperti perayaan ulang tahun provinsi Banten atau even pariwisata nasional.

    Hal ini jadi cara efektif untuk memperkenalkan budaya lokal kepada generasi muda dan wisatawan mancanegara.

    Selain itu, ada pesan mendalam yang bisa kita pelajari dari Debus: keberanian, kesabaran, dan kedekatan dengan Tuhan. Mungkin kita nggak perlu menusuk pedang ke perut untuk membuktikan keberanian, tapi semangat juang yang ada dalam Debus bisa jadi inspirasi buat menghadapi tantangan hidup.

    Pelestarian Debus untuk Generasi Mendatang

    Sayangnya, Debus juga menghadapi tantangan, terutama dari modernisasi yang kadang bikin generasi muda kurang peduli pada budaya lokal. Untuk itu, penting banget ada kolaborasi antara pemerintah, seniman lokal, dan komunitas untuk terus mempromosikan Debus.

    Mulai dari mengadakan workshop, festival budaya, sampai konten digital tentang Debus bisa jadi cara asyik untuk menjaga seni ini tetap hidup.

    Sebagai generasi muda, kita juga punya peran penting, loh. Dengan mengenal dan menghargai seni tradisional seperti Debus, kita ikut menjaga warisan leluhur agar nggak hilang ditelan zaman. Yuk, jadi bagian dari generasi yang bangga sama budaya sendiri!

    Debus, seni bela diri mistis dari Banten, memukau dengan aksi ekstrem dan spiritualitas mendalam. Cari tahu sejarah dan filosofinya di sini!.***

    Banten Debus Banten Seni
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Himapikani Wilayah II Soroti Sungai Cisadane Tangerang Selatan Tercemar Pestisida, Siapa yang Bertanggung Jawab?

    NEWS 18 Februari, 2026

    Konferancab III GP Ansor Cisauk: Ahmad Munajat Terpilih, Siap Perkuat Kader dan Kawal NU–NKRI

    Resmi Buka Rapat Kerja KONI Kabupaten Serang Tahun 2026, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah: Selamat Raker, Susunlah Program Berprestasi

    Hadiri Raker KONI Kabupaten Serang, Ketua KONI Banten Agus Rasyid: Mudah-mudahan ini Menghasilkan yang Terbaik

    Rapat Kerja KONI Kabupaten Serang Tahun 2026 Resmi Dibuka, Usung Tema Sinergi Menuju Prestasi Porprov VII Banten 2026

    Recent Post

    Sinergi Media dan Kodim 0601 Pandeglang Untuk Berita Positif

    19 Februari, 2026

    Hasil Reses DPRD Kota Serang, Jalan Rusak dan PJU Jadi Sorotan Utama Warga

    18 Februari, 2026

    Himapikani Wilayah II Soroti Sungai Cisadane Tangerang Selatan Tercemar Pestisida, Siapa yang Bertanggung Jawab?

    18 Februari, 2026

    Hadiri Raker KONI Kabupaten Serang, Ketua KONI Banten Agus Rasyid: Mudah-mudahan ini Menghasilkan yang Terbaik

    16 Februari, 2026

    Resmi Buka Rapat Kerja KONI Kabupaten Serang Tahun 2026, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah: Selamat Raker, Susunlah Program Berprestasi

    16 Februari, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.