Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    KOMNAS Perempuan Siap Bersinergi dengan LMND untuk Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan

    11 Maret, 2026

    LMND UNIBA Gelar Dialog Publik dan Buka Bersama, Bahas Strategi Kampus Cegah Disorientasi Ideologi Mahasiswa

    10 Maret, 2026

    HIPMI Banten Gelar Fit and Proper Test Basnom di Tangerang Selatan, Dorong Lahirnya Kader Pengusaha Muda Berintegritas

    10 Maret, 2026

    Pererat Ukhuwah di Ramadan, MWC NU Curug Gelar Nahdlatul Ulama Festival

    10 Maret, 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»Digitalisasi Pembayaran UMKM, KKNT INAIS Dorong Transaksi QRIS di Malasari
    NEWS

    Digitalisasi Pembayaran UMKM, KKNT INAIS Dorong Transaksi QRIS di Malasari

    By Imam Tantowi28 Agustus, 20252 Mins Read
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BANTENCORNER.COM – Mahasiswa KKNT INAIS bersama warga Kampung Cisangku mengadakan program digitalisasi pembayaran bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Program ini memperkenalkan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai alat pembayaran yang praktis, aman, dan sesuai dengan perkembangan zaman.

    Kampung Cisangku dipilih karena berada di jalur wisata Desa Malasari sekaligus jalur menuju Curug Cidurian. Banyak wisatawan yang melewati kawasan ini sehingga pedagang memerlukan sistem pembayaran yang lebih modern untuk memudahkan transaksi.

    Sosialisasi pertama dilakukan pada Jumat, 25 Juli 2025. Kegiatan ini dipimpin Harun selaku penanggung jawab bidang ekonomi kreatif. Menurutnya, QRIS akan membantu UMKM desa agar lebih maju dan bisa melayani pembeli dengan cara yang lebih mudah.

    “Kami ingin UMKM di Desa Malasari tidak tertinggal. Dengan QRIS, pedagang bisa lebih aman dan praktis dalam menerima pembayaran,” kata Harun.

    Warga menyambut baik program ini. Para pedagang merasa terbantu karena wisatawan kini dapat berbelanja tanpa repot menggunakan uang tunai. Salah satu pedagang, Ibu Eneng, menyampaikan rasa syukurnya karena QRIS membuat pembeli lebih leluasa dalam bertransaksi.

    Mahasiswa KKNT tidak hanya membuatkan QRIS, tetapi juga memberikan pendampingan. Setiap minggu mereka turun langsung mendampingi pedagang yang masih bingung menggunakan aplikasi, terutama dalam hal pencairan uang. Mereka juga mengingatkan pedagang agar tetap waspada jika terjadi kecurangan.

    Sejak 25 Juli hingga 25 Agustus 2025, tercatat sudah ada 10 QRIS yang dibuat. QRIS tersebut dipasang di beberapa titik, mulai dari gerbang Desa Malasari hingga wilayah RW 04. Dengan begitu, wisatawan bisa lebih mudah berbelanja selama berkunjung.

    Selain digitalisasi pembayaran, mahasiswa KKNT juga mengadakan program lain berupa pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah. Program ini ditujukan untuk membantu ibu rumah tangga menambah penghasilan.

    Ketua KKNT INAIS Desa Malasari, Aryo Saputra, berharap kedua program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi warga.

    “Kami ingin QRIS membantu UMKM menambah penghasilan, dan lilin aromaterapi bisa membuka peluang usaha baru bagi ibu-ibu,” ujarnya.

    Bagi mahasiswa KKNT, kegiatan ini merupakan wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Mereka ingin memberikan kontribusi langsung melalui inovasi sederhana yang bisa dirasakan manfaatnya.

    Kini, pedagang di Desa Malasari tidak hanya mengandalkan pembayaran tunai, tetapi juga sudah siap menerima transaksi digital. Hal ini membuat suasana belanja di desa wisata menjadi lebih nyaman bagi pengunjung.

    Program digitalisasi ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan ekonomi desa. Warga semakin percaya diri bahwa kemajuan teknologi bisa berjalan berdampingan dengan kegiatan wisata dan usaha kecil mereka.

    KKNT mahasiswa Qris UMKM warga
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Kampus atau Ruang Aman? Mahasiswa Pertanyakan Kembalinya Dosen yang Pernah Terseret Kasus Pelecehan Verbal di UNIBA

    KAMPUS 07 Maret, 2026

    HIPMI Banten Gelar Fit and Proper Test Basnom di Tangerang Selatan, Dorong Lahirnya Kader Pengusaha Muda Berintegritas

    SMU Soroti Kebijakan Biaya TOEFL-EPT di UNIBA, Dorong Kampus Turunkan Biaya demi Keadilan Akses Pendidikan

    Fuso Berkah Ramadan 2026: Siaga 24 Jam dan Berbagi Kebahagiaan untuk Pengemudi Truk

    LMND UNIBA Soroti Munculnya Persoalan Baru di Tengah Reformasi Birokrasi Universitas Bina Bangsa

    Recent Post

    PKBM Daguina Bantah Isu Siswa Fiktif, Dindikbud Kota Serang Ikut Beri Penegasan

    10 Maret, 2026

    Polres Kabupaten Serang Ungkap Kasus Pengerusakan di Pontang Telah Dilimpahkan ke Kejaksaan

    10 Maret, 2026

    Dokumen Sah Ada, Tapi Kasus Lahan Serang Terjebak

    09 Maret, 2026

    Kasus Korupsi PTSL Tangerang: Jimmy Lie Akhirnya Tertangkap

    09 Maret, 2026

    LMND UNIBA Soroti Munculnya Persoalan Baru di Tengah Reformasi Birokrasi Universitas Bina Bangsa

    08 Maret, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.