Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Kolaborasi DPR RI dan BRIN, Gelar Edukasi Deteksi Dini Gangguan Mental Remaja

    5 Mei 2026

    Diguyur Hujan, Kasat Intelkam Polresta Serang Kota AKP Tatang Kawal Aksi Mahasiswa Secara Humanis, Aman dan Kondusif

    5 Mei 2026

    Stop Corat-coret dan Konvoi! Dindikbud Serang Dorong Perayaan Kelulusan yang Lebih Positif

    4 Mei 2026

    Adde Rosi Khoerunnisa Dampingi Menteri Wihaji di Lebak: Wujudkan Keluarga Sehat dan Hunian Layak

    3 Mei 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»GP Ansor Serukan Jihad Kebangsaan: Jaga Kiai, Jaga Negeri, Tuntut Penutupan Trans7

    GP Ansor Serukan Jihad Kebangsaan: Jaga Kiai, Jaga Negeri, Tuntut Penutupan Trans7

    Aikal Pratama21 Oktober 20253 Mins Read NEWS
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BANTENCORNER.COM – Gerakan Pemuda (GP) Ansor mengeluarkan Maklumat Bandung sebagai respons atas meningkatnya serangan terhadap ulama, pesantren, dan Nahdlatul Ulama (NU). Dalam pernyataan resmi yang dibacakan oleh Ketua Umum GP Ansor, H. Addin Jauharudin, organisasi kepemudaan NU itu menegaskan akan menggelar aksi nasional bertajuk Resolusi Jihad 2025: Jaga Kiai, Jaga Negeri bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional.(18 Oktober 2025)

    Dalam maklumat tersebut, GP Ansor menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap apa yang disebutnya sebagai gerakan terstruktur, sistematis, dan masif dari kelompok keagamaan tertentu yang menyerang kehormatan kiai, pesantren, dan NU. Gerakan ini dinilai tidak sekadar menyasar individu, tetapi juga menyerang akar tradisi keislaman yang moderat di Indonesia.

    GP Ansor juga menyoroti peran salah satu stasiun televisi nasional, Trans7, yang dianggap telah berulang kali menayangkan konten bernuansa permusuhan dan penghinaan terhadap ulama serta ajaran Islam ahlussunnah wal jamaah. Dalam pandangan GP Ansor, tindakan tersebut bukan lagi sebatas pelanggaran etika media, melainkan upaya sistematis untuk merusak harmoni sosial dan persatuan bangsa.

    “Trans7 telah menjadi simbol dari korporasi media yang kehilangan tanggung jawab moral dan kebangsaan,” demikian isi salah satu butir maklumat tersebut. GP Ansor menilai bahwa penyebaran konten bermuatan kebencian dapat memperuncing sekat sosial di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

    Dalam pernyataannya, GP Ansor menegaskan bahwa tindakan penghinaan terhadap kiai dan pesantren merupakan ancaman langsung terhadap keutuhan kehidupan berbangsa. Organisasi ini menilai, pesantren selama ini menjadi benteng moral dan ideologis bangsa yang seharusnya dilindungi, bukan justru dijadikan sasaran pelecehan.

    Lebih jauh, GP Ansor menuding bahwa Trans7 telah berperan sebagai “proxy” dari gerakan besar yang berpotensi memecah belah bangsa. Karena itu, GP Ansor menyatakan akan melawan segala bentuk upaya yang mengancam harmoni dan persatuan nasional, dengan semangat jihad kebangsaan.

    Sebagai langkah konkret, GP Ansor menginstruksikan seluruh kader di seluruh Indonesia untuk memperkuat barisan bersama para santri. Mereka diminta tetap teguh mengikuti komando Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf, yang disebut sebagai Panglima tertinggi dalam jihad kebangsaan.

    Gerakan ini akan diwujudkan dalam bentuk aksi nasional serentak pada Hari Santri 2025. Kegiatan tersebut akan menjadi momentum konsolidasi besar-besaran dalam rangka menjaga kehormatan kiai dan pesantren, sekaligus meneguhkan kembali semangat Resolusi Jihad yang diwariskan para pendiri bangsa.

    Dalam maklumatnya, GP Ansor juga menyerukan konsolidasi nasional lintas elemen masyarakat. Menurut organisasi ini, setiap tindakan pelecehan dan permusuhan antar-kelompok agama harus dilawan bersama, karena dapat menghancurkan tatanan kebangsaan yang telah dibangun dengan susah payah oleh para pendiri republik.

    GP Ansor mengingatkan, serangan terhadap ulama dan pesantren bukan hanya masalah komunitas tertentu, tetapi merupakan persoalan nasional yang menyangkut martabat dan persatuan seluruh rakyat Indonesia. Oleh karena itu, mereka mengajak seluruh pihak untuk menjaga kebersamaan dan menolak segala bentuk provokasi yang merusak kerukunan.

    Sebagai bagian dari sikap tegasnya, GP Ansor menuntut pemerintah mengambil langkah konkret terhadap Trans7. Mereka meminta agar operasional stasiun televisi tersebut dihentikan sebagai bentuk komitmen moral negara dalam menjaga kebinekaan dan stabilitas nasional.

    Maklumat Bandung menjadi penegasan sikap GP Ansor bahwa menjaga kehormatan kiai dan pesantren bukan hanya urusan internal NU, tetapi bagian dari tanggung jawab kebangsaan. “Jaga Kiai, Jaga Negeri” bukan sekadar slogan, melainkan panggilan moral bagi seluruh kader Ansor dan santri di Indonesia untuk terus berdiri di garis depan membela keutuhan bangsa.

    GP Ansor jaga kyai jaga negeri Santri Trans 7

    Related Posts

    NEWS

    Gebyar Serang Mengaji: 10.000 Siswa Akan Baca Al-Qur’an di Royal Baroe

    23 Januari 2026
    ARTIKEL

    Jalin Sinergi, GP Ansor Silaturrahmi dengan Kapolres Lebak

    7 November 2025
    NEWS

    Al-Fathaniyah Bersholawat Gema Hari Santri, Kiai Saifun Nawasi: Santri Adalah Pemimpin Masa Depan

    25 Oktober 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Kehidupan di Banten pada Masa Kolonial: Sebuah Tinjauan Sosial

    ARTIKEL 21 Januari 2025

    Peninggalan Sejarah Kesultanan Banten yang Masih Bisa Kamu Kunjungi

    Peran Banten dalam Penyebaran Islam di Jawa dan Sumatera

    Peran Kesultanan Banten dalam Sejarah Perdagangan di Asia Tenggara

    Legenda Rakyat Kisah Pangeran Pande Gelang dan Putri Cadasari

    Recent Post

    Kepala Dindikbud Kota Serang Tegaskan Peringatan Harus Bermakna: Tak Hanya Refleksi, Tapi Bangun Karakter dan Kepedulian Sejak Dini

    2 Mei 2026

    Matahukum Bedah Dua Wajah Nanik Deyang: Menangis tapi Suka Blokir Wartawan

    1 Mei 2026

    Komitmen Kuat Majukan Pendidikan, Bonnie Triyana Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

    30 April 2026

    Adde Rosi: Pengurus Kecamatan Adalah Ujung Tombak

    30 April 2026

    Bayar Pajak Kendaraan di Banten Kini Lebih Mudah Tanpa KTP Pemilik Pertama

    29 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.