Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Jalin Silaturahmi dan Kuatkan Kebersamaan, KKM UNIBA Kelompok 78 Sapa Warga Desa Sumurbandung

    4 Agustus 2026

    Kunjungan Perdana, Kapolres Lebak Arninsi Diterima Kajari Adi Rifani

    4 Agustus 2026

    Usut Dugaan Pungli di Rutan Kelas IIB Serang, Mahasiswa Gelar Aksi Desak Reformasi Lembaga Pemasyarakatan

    3 Agustus 2026

    KKM 45 Uniba Dorong Daya Saing UMKM Keripik Pisang melalui Pembaruan Kemasan, Penambahan Varian Rasa, dan Pemasangan Banner

    3 Agustus 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»TB Adam Ma’rifat: Pahlawan Sejati Adalah Mereka yang Berjuang untuk Orang Banyak

    TB Adam Ma’rifat: Pahlawan Sejati Adalah Mereka yang Berjuang untuk Orang Banyak

    Aikal Pratama10 November 20253 Mins Read NEWS
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BANTENCORNER.COM — Pemerintah Republik Indonesia resmi menetapkan sepuluh tokoh bangsa sebagai Pahlawan Nasional tahun 2025. Pengumuman sekaligus penganugerahan gelar tersebut dilakukan dalam upacara kenegaraan di Istana Negara, Jakarta, 10 November 2025 bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional.

    Sepuluh tokoh tersebut berasal dari berbagai bidang perjuangan mulai dari politik, pendidikan, hukum, sosial, hingga kemanusiaan. Mereka adalah sosok yang telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia. Di antara mereka, terdapat nama besar seperti K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Jenderal Besar TNI H.M. Soeharto, Marsinah, Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, hingga Hajjah Rahmah El Yunusiyyah.

    Gus Dur, Presiden ke-4 Republik Indonesia, dianugerahi gelar Pahlawan Nasional atas perjuangannya di bidang politik dan pendidikan Islam. Ia dikenal sebagai pejuang pluralisme, demokrasi, dan kemanusiaan. Sosok yang kerap dijuluki “Bapak Bangsa” ini dikenang karena keberaniannya membela kaum minoritas dan menegakkan keadilan tanpa pandang bulu.

    Sementara itu, Jenderal Besar TNI H.M. Soeharto juga ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional atas jasanya dalam perjuangan bersenjata dan pembangunan nasional. Sebagai salah satu tokoh militer paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia, Soeharto dikenang karena perannya dalam mempertahankan kemerdekaan dan menata stabilitas negara selama masa Orde Baru.

    Nama almarhumah Marsinah menjadi sorotan tersendiri dalam daftar tahun ini. Aktivis buruh perempuan itu menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan sosial dan penindasan kaum pekerja. Pengakuan terhadap Marsinah sebagai Pahlawan Nasional dinilai sebagai tonggak penting dalam sejarah perjuangan hak-hak buruh di Indonesia.

    Dari ranah hukum dan diplomasi, Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja dianugerahi gelar Pahlawan Nasional atas dedikasinya sebagai arsitek hukum laut internasional dan pencetus konsep “Wawasan Nusantara.” Karyanya telah menempatkan Indonesia sebagai negara kepulauan yang diakui dunia.

    Sementara itu, tokoh pendidikan Islam dari Sumatera Barat, Hajjah Rahmah El Yunusiyyah, turut mendapat penghargaan serupa. Ia dikenal sebagai pendiri Madrasah Diniyah Putri Padang Panjang sekolah Islam pertama di dunia bagi perempuan yang memperjuangkan kesetaraan dan kemajuan pendidikan bagi kaum wanita.

    Tokoh militer dan pendidik, Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo, juga ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional atas jasa-jasanya menjaga keutuhan bangsa pada masa-masa genting. Dedikasinya di bidang pendidikan dan pembinaan generasi muda dinilai menjadi warisan penting bagi TNI dan rakyat Indonesia.

    Dari Kesultanan Bima, Sultan Muhammad Salahuddin dianugerahi gelar Pahlawan Nasional karena perjuangannya dalam pendidikan dan diplomasi daerah. Ia dikenal sebagai pemimpin bijak yang mengutamakan kesejahteraan rakyat serta menjembatani hubungan harmonis antara daerah dan pemerintah pusat.

    Nama Syaikhona Muhammad Kholil dari Bangkalan, Madura, juga mendapat tempat terhormat dalam daftar tahun ini. Sebagai guru para ulama besar, termasuk Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari, beliau diakui sebagai sosok sentral dalam pembentukan tradisi keilmuan Islam Nusantara yang moderat dan berakar kuat pada nilai-nilai kebangsaan.

    Dua nama lainnya yang melengkapi daftar adalah Tuan Rondahaim Saragih, pejuang asal Sumatera Utara yang dikenal dalam perlawanan bersenjata melawan penjajah, serta Zainal Abidin Syah, tokoh dari Maluku Utara yang berjasa besar dalam mempertahankan keutuhan wilayah Indonesia bagian timur pasca-kemerdekaan.

    Menanggapi penganugerahan ini, Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Banten, TB Adam Ma’rifat, menyampaikan pandangan reflektif tentang makna kepahlawanan di era modern.

    “Iklim liberal dengan demokrasinya selalu menuntut segelintir bahkan satu orang terpilih untuk menjadi pahlawan publik di antara ratusan juta umat manusia yang individual,” ujarnya

    Ia menambahkan bahwa pahlawan sejati tidak selalu hidup dalam sorotan publik.

    “Ada yang berjalan di jalur sunyi, ada pula yang berada di bawah sorot lampu. Kenapa disebut pahlawan? Karena apa yang dilakukannya bukan untuk dirinya sendiri, tetapi untuk orang banyak. Selamat Hari Pahlawan,” tutur TB Adam Ma’rifat.

    Penganugerahan gelar tahun ini menjadi pengingat bahwa perjuangan tidak hanya diwujudkan dengan senjata, tetapi juga melalui gagasan, integritas, dan dedikasi tanpa pamrih. Semangat kepahlawanan para tokoh tersebut diharapkan dapat menjadi teladan bagi generasi muda dalam membangun Indonesia yang adil, berdaulat, dan berkeadaban.

    Ansor Gusdur nasional pahlawan Tokoh
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    KKM 45 Uniba Dukung Transformasi Digital melalui Optimalisasi Administrasi, Pembuatan Format Surat dan Pembaruan Website

    KAMPUS 2 Agustus 2026

    Peninggalan Sejarah Kesultanan Banten yang Masih Bisa Kamu Kunjungi

    Usut Dugaan Pungli di Rutan Kelas IIB Serang, Mahasiswa Gelar Aksi Desak Reformasi Lembaga Pemasyarakatan

    DPRD Kota Serang Desak Pemeriksaan Legalitas Pabrik AMDK Tirta Al Bantani di Curug

    Mahasiswa Soroti Anggaran Tenaga Ahli Pemprov Banten Rp55,47 Miliar, Erick Ferdyan: Jangan Sampai APBD Menjadi Bancakan Segelintir Orang

    Recent Post

    Belajar Disiplin dengan Semangat: KKM 45 Uniba Selenggarakan Pelatihan PBB di SD Sukaratu

    3 Agustus 2026

    Kasus Gas Portable: Hakim Reduksi Pelanggaran Jadi Kesalahan Biasa ​

    3 Agustus 2026

    Khofifah dan Kapolda Jatim Tekankan: Perbedaan Bukan Alasan Berpecah

    3 Agustus 2026

    KKM 30 Universitas Bina Bangsa Edukasi Siswa SDN Domas 2 tentang Pentingnya Taat Rambu Lalu Lintas

    3 Agustus 2026

    Tingkatkan Kesadaran Pangan Aman, KKM 19 Uniba Gelar Edukasi BPOM dan Ketahanan Pangan di Desa Beberan

    3 Agustus 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.