Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Peringati HUT Banten, GMPK Banten Selenggarakan Dialog Kebangsaan Jaga Nilai Ideologi Bangsa

    12 Oktober 2026

    Resmi Dilantik, PAC GP Ansor Padarincang Siap Perkuat Pengabdian

    10 Oktober 2026

    Ribuan Warga Tangsel Padati Jalan Santai Bulan Bakti Karang Taruna

    10 Oktober 2026

    SWOT Banten Gugat Transparansi Persyaratan Pendidikan Gibran, Serukan Gerakan Simbolik Pelepasan Foto

    10 Oktober 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»TB Adam Ma’rifat: Pahlawan Sejati Adalah Mereka yang Berjuang untuk Orang Banyak

    TB Adam Ma’rifat: Pahlawan Sejati Adalah Mereka yang Berjuang untuk Orang Banyak

    Aikal Pratama10 November 20253 Mins Read NEWS
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BANTENCORNER.COM — Pemerintah Republik Indonesia resmi menetapkan sepuluh tokoh bangsa sebagai Pahlawan Nasional tahun 2025. Pengumuman sekaligus penganugerahan gelar tersebut dilakukan dalam upacara kenegaraan di Istana Negara, Jakarta, 10 November 2025 bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional.

    Sepuluh tokoh tersebut berasal dari berbagai bidang perjuangan mulai dari politik, pendidikan, hukum, sosial, hingga kemanusiaan. Mereka adalah sosok yang telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia. Di antara mereka, terdapat nama besar seperti K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Jenderal Besar TNI H.M. Soeharto, Marsinah, Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, hingga Hajjah Rahmah El Yunusiyyah.

    Gus Dur, Presiden ke-4 Republik Indonesia, dianugerahi gelar Pahlawan Nasional atas perjuangannya di bidang politik dan pendidikan Islam. Ia dikenal sebagai pejuang pluralisme, demokrasi, dan kemanusiaan. Sosok yang kerap dijuluki “Bapak Bangsa” ini dikenang karena keberaniannya membela kaum minoritas dan menegakkan keadilan tanpa pandang bulu.

    Sementara itu, Jenderal Besar TNI H.M. Soeharto juga ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional atas jasanya dalam perjuangan bersenjata dan pembangunan nasional. Sebagai salah satu tokoh militer paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia, Soeharto dikenang karena perannya dalam mempertahankan kemerdekaan dan menata stabilitas negara selama masa Orde Baru.

    Nama almarhumah Marsinah menjadi sorotan tersendiri dalam daftar tahun ini. Aktivis buruh perempuan itu menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan sosial dan penindasan kaum pekerja. Pengakuan terhadap Marsinah sebagai Pahlawan Nasional dinilai sebagai tonggak penting dalam sejarah perjuangan hak-hak buruh di Indonesia.

    Dari ranah hukum dan diplomasi, Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja dianugerahi gelar Pahlawan Nasional atas dedikasinya sebagai arsitek hukum laut internasional dan pencetus konsep “Wawasan Nusantara.” Karyanya telah menempatkan Indonesia sebagai negara kepulauan yang diakui dunia.

    Sementara itu, tokoh pendidikan Islam dari Sumatera Barat, Hajjah Rahmah El Yunusiyyah, turut mendapat penghargaan serupa. Ia dikenal sebagai pendiri Madrasah Diniyah Putri Padang Panjang sekolah Islam pertama di dunia bagi perempuan yang memperjuangkan kesetaraan dan kemajuan pendidikan bagi kaum wanita.

    Tokoh militer dan pendidik, Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo, juga ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional atas jasa-jasanya menjaga keutuhan bangsa pada masa-masa genting. Dedikasinya di bidang pendidikan dan pembinaan generasi muda dinilai menjadi warisan penting bagi TNI dan rakyat Indonesia.

    Dari Kesultanan Bima, Sultan Muhammad Salahuddin dianugerahi gelar Pahlawan Nasional karena perjuangannya dalam pendidikan dan diplomasi daerah. Ia dikenal sebagai pemimpin bijak yang mengutamakan kesejahteraan rakyat serta menjembatani hubungan harmonis antara daerah dan pemerintah pusat.

    Nama Syaikhona Muhammad Kholil dari Bangkalan, Madura, juga mendapat tempat terhormat dalam daftar tahun ini. Sebagai guru para ulama besar, termasuk Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari, beliau diakui sebagai sosok sentral dalam pembentukan tradisi keilmuan Islam Nusantara yang moderat dan berakar kuat pada nilai-nilai kebangsaan.

    Dua nama lainnya yang melengkapi daftar adalah Tuan Rondahaim Saragih, pejuang asal Sumatera Utara yang dikenal dalam perlawanan bersenjata melawan penjajah, serta Zainal Abidin Syah, tokoh dari Maluku Utara yang berjasa besar dalam mempertahankan keutuhan wilayah Indonesia bagian timur pasca-kemerdekaan.

    Menanggapi penganugerahan ini, Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Banten, TB Adam Ma’rifat, menyampaikan pandangan reflektif tentang makna kepahlawanan di era modern.

    “Iklim liberal dengan demokrasinya selalu menuntut segelintir bahkan satu orang terpilih untuk menjadi pahlawan publik di antara ratusan juta umat manusia yang individual,” ujarnya

    Ia menambahkan bahwa pahlawan sejati tidak selalu hidup dalam sorotan publik.

    “Ada yang berjalan di jalur sunyi, ada pula yang berada di bawah sorot lampu. Kenapa disebut pahlawan? Karena apa yang dilakukannya bukan untuk dirinya sendiri, tetapi untuk orang banyak. Selamat Hari Pahlawan,” tutur TB Adam Ma’rifat.

    Penganugerahan gelar tahun ini menjadi pengingat bahwa perjuangan tidak hanya diwujudkan dengan senjata, tetapi juga melalui gagasan, integritas, dan dedikasi tanpa pamrih. Semangat kepahlawanan para tokoh tersebut diharapkan dapat menjadi teladan bagi generasi muda dalam membangun Indonesia yang adil, berdaulat, dan berkeadaban.

    Ansor Gusdur nasional pahlawan Tokoh
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Lantik Pengurus Baru, LMND Banten Tegaskan Perjuangan Ekonomi Kerakyatan dan Lawan Serakhnomic

    NEWS 8 Oktober 2026

    Peninggalan Sejarah Kesultanan Banten: Masjid Agung Banten dan Keindahan Arsitektur Islam

    Ribuan Warga Tangsel Padati Jalan Santai Bulan Bakti Karang Taruna

    Resmikan 7 Daerah Irigasi, Gubernur Banten: Setiap Rupiah yang Dikeluarkan Harus Memberi Manfaat untuk Masyarakat

    Peringati HUT Banten, GMPK Banten Selenggarakan Dialog Kebangsaan Jaga Nilai Ideologi Bangsa

    Recent Post

    Haris Azhar Pertanyakan Rezim Hukum Satgas PKH: PT KEL Ditertibkan, Penambang Baru Muncul di Nabire

    9 Oktober 2026

    BULOG Lebak‑Pandeglang Rayakan Rekor Beras Nasional dengan Santunan Anak Yatim Sekitar Kantor

    9 Oktober 2026

    Tak Main-main, Seluruh Kepala Samsat di Banten Dievaluasi, Bapenda Ancam Potong Tukin yang Tak Capai Target

    9 Oktober 2026

    HMPS BSA UIN Banten Gelar Diskusi Indonesia Emas 2045

    9 Oktober 2026

    KOSMAK Desak Copot Jaksa Agung Burhanuddin Terkait Penanganan Kasus Febrie Adriansyah

    9 Oktober 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.