Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Kolaborasi DPR RI dan BRIN, Gelar Edukasi Deteksi Dini Gangguan Mental Remaja

    5 Mei 2026

    Diguyur Hujan, Kasat Intelkam Polresta Serang Kota AKP Tatang Kawal Aksi Mahasiswa Secara Humanis, Aman dan Kondusif

    5 Mei 2026

    Stop Corat-coret dan Konvoi! Dindikbud Serang Dorong Perayaan Kelulusan yang Lebih Positif

    4 Mei 2026

    Adde Rosi Khoerunnisa Dampingi Menteri Wihaji di Lebak: Wujudkan Keluarga Sehat dan Hunian Layak

    3 Mei 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»TB Adam Ma’rifat: Pahlawan Sejati Adalah Mereka yang Berjuang untuk Orang Banyak

    TB Adam Ma’rifat: Pahlawan Sejati Adalah Mereka yang Berjuang untuk Orang Banyak

    Aikal Pratama10 November 20253 Mins Read NEWS
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BANTENCORNER.COM — Pemerintah Republik Indonesia resmi menetapkan sepuluh tokoh bangsa sebagai Pahlawan Nasional tahun 2025. Pengumuman sekaligus penganugerahan gelar tersebut dilakukan dalam upacara kenegaraan di Istana Negara, Jakarta, 10 November 2025 bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional.

    Sepuluh tokoh tersebut berasal dari berbagai bidang perjuangan mulai dari politik, pendidikan, hukum, sosial, hingga kemanusiaan. Mereka adalah sosok yang telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia. Di antara mereka, terdapat nama besar seperti K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Jenderal Besar TNI H.M. Soeharto, Marsinah, Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, hingga Hajjah Rahmah El Yunusiyyah.

    Gus Dur, Presiden ke-4 Republik Indonesia, dianugerahi gelar Pahlawan Nasional atas perjuangannya di bidang politik dan pendidikan Islam. Ia dikenal sebagai pejuang pluralisme, demokrasi, dan kemanusiaan. Sosok yang kerap dijuluki “Bapak Bangsa” ini dikenang karena keberaniannya membela kaum minoritas dan menegakkan keadilan tanpa pandang bulu.

    Sementara itu, Jenderal Besar TNI H.M. Soeharto juga ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional atas jasanya dalam perjuangan bersenjata dan pembangunan nasional. Sebagai salah satu tokoh militer paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia, Soeharto dikenang karena perannya dalam mempertahankan kemerdekaan dan menata stabilitas negara selama masa Orde Baru.

    Nama almarhumah Marsinah menjadi sorotan tersendiri dalam daftar tahun ini. Aktivis buruh perempuan itu menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan sosial dan penindasan kaum pekerja. Pengakuan terhadap Marsinah sebagai Pahlawan Nasional dinilai sebagai tonggak penting dalam sejarah perjuangan hak-hak buruh di Indonesia.

    Dari ranah hukum dan diplomasi, Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja dianugerahi gelar Pahlawan Nasional atas dedikasinya sebagai arsitek hukum laut internasional dan pencetus konsep “Wawasan Nusantara.” Karyanya telah menempatkan Indonesia sebagai negara kepulauan yang diakui dunia.

    Sementara itu, tokoh pendidikan Islam dari Sumatera Barat, Hajjah Rahmah El Yunusiyyah, turut mendapat penghargaan serupa. Ia dikenal sebagai pendiri Madrasah Diniyah Putri Padang Panjang sekolah Islam pertama di dunia bagi perempuan yang memperjuangkan kesetaraan dan kemajuan pendidikan bagi kaum wanita.

    Tokoh militer dan pendidik, Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo, juga ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional atas jasa-jasanya menjaga keutuhan bangsa pada masa-masa genting. Dedikasinya di bidang pendidikan dan pembinaan generasi muda dinilai menjadi warisan penting bagi TNI dan rakyat Indonesia.

    Dari Kesultanan Bima, Sultan Muhammad Salahuddin dianugerahi gelar Pahlawan Nasional karena perjuangannya dalam pendidikan dan diplomasi daerah. Ia dikenal sebagai pemimpin bijak yang mengutamakan kesejahteraan rakyat serta menjembatani hubungan harmonis antara daerah dan pemerintah pusat.

    Nama Syaikhona Muhammad Kholil dari Bangkalan, Madura, juga mendapat tempat terhormat dalam daftar tahun ini. Sebagai guru para ulama besar, termasuk Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari, beliau diakui sebagai sosok sentral dalam pembentukan tradisi keilmuan Islam Nusantara yang moderat dan berakar kuat pada nilai-nilai kebangsaan.

    Dua nama lainnya yang melengkapi daftar adalah Tuan Rondahaim Saragih, pejuang asal Sumatera Utara yang dikenal dalam perlawanan bersenjata melawan penjajah, serta Zainal Abidin Syah, tokoh dari Maluku Utara yang berjasa besar dalam mempertahankan keutuhan wilayah Indonesia bagian timur pasca-kemerdekaan.

    Menanggapi penganugerahan ini, Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Banten, TB Adam Ma’rifat, menyampaikan pandangan reflektif tentang makna kepahlawanan di era modern.

    “Iklim liberal dengan demokrasinya selalu menuntut segelintir bahkan satu orang terpilih untuk menjadi pahlawan publik di antara ratusan juta umat manusia yang individual,” ujarnya

    Ia menambahkan bahwa pahlawan sejati tidak selalu hidup dalam sorotan publik.

    “Ada yang berjalan di jalur sunyi, ada pula yang berada di bawah sorot lampu. Kenapa disebut pahlawan? Karena apa yang dilakukannya bukan untuk dirinya sendiri, tetapi untuk orang banyak. Selamat Hari Pahlawan,” tutur TB Adam Ma’rifat.

    Penganugerahan gelar tahun ini menjadi pengingat bahwa perjuangan tidak hanya diwujudkan dengan senjata, tetapi juga melalui gagasan, integritas, dan dedikasi tanpa pamrih. Semangat kepahlawanan para tokoh tersebut diharapkan dapat menjadi teladan bagi generasi muda dalam membangun Indonesia yang adil, berdaulat, dan berkeadaban.

    Ansor Gusdur nasional pahlawan Tokoh

    Related Posts

    NEWS

    Ramadhan Pride II 2026 Jadi Momentum Kebersamaan dan Konsolidasi Kader Ansor Banten

    14 Maret 2026
    NEWS

    Ansor Banten Luncurkan Posko Mudik 2026, Siap Layani Pemudik di Wilayah Banten

    14 Maret 2026
    NEWS

    Konferancab III GP Ansor Cisauk: Ahmad Munajat Terpilih, Siap Perkuat Kader dan Kawal NU–NKRI

    15 Februari 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Kehidupan di Banten pada Masa Kolonial: Sebuah Tinjauan Sosial

    ARTIKEL 21 Januari 2025

    Peninggalan Sejarah Kesultanan Banten yang Masih Bisa Kamu Kunjungi

    Kepala Dindikbud Kota Serang Tegaskan Peringatan Harus Bermakna: Tak Hanya Refleksi, Tapi Bangun Karakter dan Kepedulian Sejak Dini

    Peran Banten dalam Penyebaran Islam di Jawa dan Sumatera

    Mengungkap Keindahan dan Filosofi Masjid Agung Banten

    Recent Post

    Kepala Dindikbud Kota Serang Tegaskan Peringatan Harus Bermakna: Tak Hanya Refleksi, Tapi Bangun Karakter dan Kepedulian Sejak Dini

    2 Mei 2026

    Matahukum Bedah Dua Wajah Nanik Deyang: Menangis tapi Suka Blokir Wartawan

    1 Mei 2026

    Komitmen Kuat Majukan Pendidikan, Bonnie Triyana Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

    30 April 2026

    Adde Rosi: Pengurus Kecamatan Adalah Ujung Tombak

    30 April 2026

    Bayar Pajak Kendaraan di Banten Kini Lebih Mudah Tanpa KTP Pemilik Pertama

    29 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.