Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Kata Kemendagri Soal Pertumbuhan Ekonomi Banten

    5 Oktober 2026

    26 Tahun Banten, Gubernur Andra Soni: Pembangunan Harus Terus Bergerak dan Maju Berdampak

    5 Oktober 2026

    Komisi V DPRD Nilai Danang Hamas Nugroho Layak Pimpin Dinkes Banten: Beliau Sudah Banyak Berkecimpung di Bidang Kesehatan

    5 Oktober 2026

    Apresiasi Kinerja Dirut RSUD Banten dr. Danang, Komisi V DPRD Banten: Pelayanan Pro Aktif, Semakin Meningkat

    5 Oktober 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»Anggaran Setda Serang 2026 Jadi Sorotan, Aliansi Mahasiswa: Rakyat Susah, Birokrasi Jangan Berpesta!

    Anggaran Setda Serang 2026 Jadi Sorotan, Aliansi Mahasiswa: Rakyat Susah, Birokrasi Jangan Berpesta!

    Rizki Mubarok16 November 20252 Mins Read NEWS
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    ‎‎BANTENCORNER.COM — Aliansi Pemuda & Mahasiswa Bersatu melayangkan kritik keras terhadap alokasi anggaran Sekretariat Daerah (SETDA) Kabupaten Serang tahun 2026 yang menembus angka Rp76,15 miliar. Angka tersebut dinilai tidak masuk akal dan mencerminkan buruknya sensitivitas pemerintah daerah terhadap kondisi masyarakat Kabupaten Serang yang masih berjuang dengan berbagai persoalan mendasar.

    ‎Koordinator Aliansi Pemuda & Mahasiswa Bersatu, Riyan Doress, menyebut bahwa besarnya anggaran tersebut lebih mirip proyek pemanjaan birokrasi ketimbang anggaran pelayanan publik.

    ‎“Angka Rp76,15 miliar untuk gaji, tunjangan, dan operasional Setda itu berlebihan. Di tengah rakyat yang kesulitan, pemerintah malah memilih menggemukkan anggaran internal. Ini bukan sekadar tidak wajar, ini bentuk pengabaian terhadap kondisi sosial masyarakat,” tegas Riyan saat memberikan keterangan resmi.

    ‎Aliansi menilai Pemerintah Kabupaten Serang gagal memahami prioritas. Menurut Riyan, masih banyak kebutuhan mendesak yang jauh lebih membutuhkan anggaran besar, seperti:

    ‎1. Penanganan persoalan lingkungan,

    ‎2. Perbaikan infrastruktur dasar,

    ‎3. Minimnya lapangan pekerjaan,

    ‎4. Menyelesaian masalah sampah dan TPS ilegal, serta

    ‎5. Pelayanan publik yang masih buruk di berbagai sektor.

    ‎Lebih lanjut, Riyan juga menyebut bahwa pemerintah daerah semestinya memahami arahan Presiden terkait penghematan anggaran dan efisiensi birokrasi, bukan malah bertindak seolah-olah tidak ada krisis.

    ‎“Instruksi pusat sudah jelas: efisiensi. Tapi di Serang justru sebaliknya, anggaran internal malah membengkak. Ini ironi dan bertolak belakang dengan semangat reformasi birokrasi,” tambahnya.

    Tak hanya itu, ‎Aliansi Pemuda & Mahasiswa Bersatu mendesak agar anggaran Rp76,15 miliar tersebut dievaluasi dan dialihkan untuk kebutuhan publik yang lebih konkret dan mendesak.

    ‎“Realokasi adalah keharusan. Anggaran sebesar itu harus diarahkan untuk kebutuhan rakyat — bukan untuk mempertebal kenyamanan birokrasi,” tegas Riyan Doress.

    ‎Riyan juga meminta seluruh masyarakat Kabupaten Serang untuk ikut mengawasi anggaran daerah, terutama yang menyangkut belanja birokrasi skala besar.

    ‎“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk aktif mengawasi. Ketika anggaran publik tidak dikelola dengan benar, rakyatlah yang menanggung akibatnya. Pemerintah harus transparan, dan kami akan terus berada di barisan depan untuk memastikan itu,” tutup Riyan.***

    anggaran SETDA
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    26 Tahun Banten, Yeremia Mendrofa Harap Banten Maju, Mandiri Sejahtera Berlandaskan Iman dan Takwa

    NEWS 4 Oktober 2026

    Berbagi Hidup dan Sehat Bersama, Kejati Banten Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di HUT Kejaksaan

    26 Tahun Banten, Legislator PDIP: Kita Harap Tidak Ada Lagi Orang Tua Bingung Anaknya Lulus Harus Kerja Di mana

    Konfercab XV PCNU Kabupaten Serang Segera Digelar, Gus Robi Bicara Estafet Kepemimpinan

    Algo Sapiens: Ketika Manusia Mulai Kehilangan Kendali atas Pikirannya Sendiri

    Recent Post

    26 Tahun Banten, Legislator PDIP: Kita Harap Tidak Ada Lagi Orang Tua Bingung Anaknya Lulus Harus Kerja Di mana

    4 Oktober 2026

    26 Tahun Banten, Yeremia Mendrofa Harap Banten Maju, Mandiri Sejahtera Berlandaskan Iman dan Takwa

    4 Oktober 2026

    Konfercab XV PCNU Kabupaten Serang Segera Digelar, Gus Robi Bicara Estafet Kepemimpinan

    3 Oktober 2026

    DPRD Banten Gelar Istighasah, Doakan Banten Sejahtera dan Jurnalis Hilang Segera Ditemukan

    1 Oktober 2026

    Jejak Hukum Hilang 16 Tahun, HGU PT Letawa 267,8 Hektar Dilaporkan Dugaan Korupsi ke Kejati Sulbar

    1 Oktober 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.