SERANG– Ketua panitia penyelenggara Keuceran Mande Macan Guling ke-69, Jona Maulana memastikan, Presiden ke-7, Joko Widodo akan menghadiri Keuceran Mande Macan Guling yang diselenggarakan di Plaza Aspirasi, KP3B, Curug, Kota Serang, pada Kamis 10 September 2026.
Jona menegaskan, kehadiran Joko Widodo murni undangan tidak membawa muatan atau kepentingan politik praktis, karena untuk terus menjaga hubungan baik dengan berbagai elemen masyarakat di tanah jawara.
“Kita bersilaturahmi dalam rangka keuceran Macan Guling sama putra bangsa yang notabenenya beliau presiden ketujuh dua periode Bapak Joko Widodo. Kami kan juga ingin silaturahmi bersama-sama, dan diluar itu tidak ada seperti kepentingan politik, sapari politik, apalah bentuknya. Kita murni mengundang beliau itu sebagai orang tua dan menjadi bagian daripada Macan Guling untuk menjadi pembina, tidak ada muatan politik,” ucap Jona kepada awak media.
Jona juga tidak mempersoalkan penolakan sekelompok orang terkait kedatangan Jokowi ke Banten. Menurutnya, acara Keuceran murni dirancang sebagai ruang temu silaturahmi sekaligus penguatan tali persaudaraan antar tokoh bangsa dengan masyarakat.
“Penolakan itu sah-sah aja menolak mah, saya tidak pernah keberatan, tidak pernah usil, tapi juga harus berpikir ulang karena ini kita yang mengundang, bukan tujuan beliau datang kesini. Terus macan guling itu lahir di tahun 57, artinya dengan sekarang koalisi masyarakat Banten (menolak Jokowi) artinya jauh dari kemana1mana urusan ini, mungkin kami yang lebih paham dan hapal,” katanya.
“Kami mencoba kepada seluruh keluarga besar Mande Macan Guling tidak terpengaruh dengan itu, karena kita menjaga kondisifitas, supaya ini acara berjalan lancar, masyarakat baik keluarga besar Mande Macan Guling atau masyarakat umum yang ingin bersilaturahmi di kegiatan tersebut,” sambung dia.
Seni tradisi keuceran yang digelar Macan Guling tahun ini diharapkan mendapatkan perhatian khusus serta dukungan penuh dari pemerintah daerah maupun pusat.
Jona mengatakan, tradisi yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini bukan sekadar ritual internal organisasi, melainkan warisan budaya yang memiliki daya tarik budaya serta pariwisata yang sangat besar.
“Kenapa tempatnya di gedung aspirasi ini yang notabene dekat dengan Pemprov Banten, sehingga bisa menangkap kegiatan kita ini, jadi kan salah satu agenda tahunan untuk pemerintah Provinsi Banten bahwa keceran ini adalah bagian daripada budaya dari Cimande. Cimande itu bukan macan guling saja banyak, cimande itu adalah satu aliran ada cimande TTKDH, Banten Girang, Singandaru, kami macan guling, dengan adanya keceran ini pasti mereka akan bantu dan mendukung penuh agenda ini,” Tandasnya.
Pencak Silat Mande Macan Guling sendiri berasal dari rumpun Pencak Silat Cimande. Mande Macan Guling diperkenalkan oleh Abah Jahari sekitar tahun 1957-an. Lalu dikembangkan secara terstruktur dan dipublikasikan secara luas oleh Abah Rahman di tahun 1976.
Di tahun itu juga, Mande Macan Guling berkoordinasi dengan PPPSBBI, wadah Peguron Senin Budaya Banten. Di saat itu lah, nama Mande Macan Guling resmo dibedakan dari Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir (TTKKDH).
Di tahun 2000-an, saat Guru Besar Abah Udin Jaenudin, Mande Macan Guling memperluas organisasinya hingga ke Jawa Barat dan DKI Jakarta. Kini, masih di bawah binaan Abah Udin Jaenudin, Mande Macan Guling sudah berada di 18 provinsi.








