Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Modus WO Janji Pelunasan Khusus, Oknum Matel ACC BSD Malah Lakukan Penganiayaan dan Intimidasi

    04 Maret, 2026

    Kisah Septi : Dari Kelangitan di Kamboja di Kamboja Hingga Kebaikan Datang dari Demokrat Jabar

    04 Maret, 2026

    LPPL RSTG Diduga Jadi Sapi Perah Pribadi, Gagak Akan Demo di Kejagung

    04 Maret, 2026

    Politisi PDIP Ingatkan LPDP Bukan untuk Pansos, Ini Uang Rakyat!

    27 Februari, 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»Harlah NU ke-103, PWNU Banten Gelar Istighotsah dan Refleksi Peran NU
    NEWS

    Harlah NU ke-103, PWNU Banten Gelar Istighotsah dan Refleksi Peran NU

    By Aikal Pratama08 Januari, 20263 Mins Read
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BANTENCORNER.COM – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Banten menggelar istighotsah dan doa bersama Pada hari kamis 8 Januari 2026. dalam rangka memperingati Harlah Nahdlatul Ulama ke-103. Agenda ini menjadi momentum refleksi sejarah panjang NU sekaligus ikhtiar spiritual memohon pertolongan Allah SWT atas berbagai persoalan kebangsaan dan keumatan.

    Sekretaris PWNU Banten, Ahmad Nuri, menegaskan bahwa istighotsah ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk rasa syukur atas usia NU yang telah melampaui satu abad dalam pengabdiannya kepada bangsa dan negara.

    Menurutnya, selama 103 tahun NU telah menorehkan sejarah besar, mulai dari mendidik Republik, mempertahankan Republik, hingga mengisi Republik dengan berbagai kontribusi nyata bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

    “NU hadir bukan hanya sebagai organisasi keagamaan, tetapi sebagai kekuatan moral dan sosial yang ikut membentuk arah perjalanan bangsa Indonesia,” ujar Ahmad Nuri.

    Ia menambahkan, refleksi sejarah tersebut penting dilakukan agar NU terus mampu memainkan peran strategisnya dalam membangun peradaban dan berkontribusi di tingkat global, tanpa meninggalkan akar tradisi dan nilai-nilai keislaman.

    Selain refleksi kesejarahan, istighotsah juga dimaksudkan sebagai munajat bersama di tengah berbagai bencana dan musibah yang terjadi di sejumlah daerah. PWNU Banten mengajak seluruh warga NU untuk berdoa demi keselamatan bangsa dan umat.

    “Dalam situasi seperti ini, NU harus berada di garda depan, tidak hanya melalui aksi sosial, tetapi juga melalui kekuatan spiritual,” katanya.

    Ahmad Nuri juga menyinggung dinamika internal PBNU yang sempat mengemuka belakangan ini. Ia bersyukur bahwa seluruh perbedaan telah diselesaikan melalui musyawarah dan islah, yang menjadi ciri khas dan karomah NU.

    Menurutnya, kemampuan NU menyelesaikan persoalan melalui prinsip tasamuh, tawazun, tawasuth, dan i’tidal menunjukkan kedewasaan organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan, baik internal maupun eksternal.

    Lebih lanjut, PWNU Banten mendorong lahirnya Resolusi NU 2026, yang menegaskan bahwa NU harus tampil sebagai pelayan umat, bukan organisasi yang elitis, melainkan inklusif dan hadir untuk semua lapisan masyarakat.

    “Ketika umat membutuhkan penguatan ekonomi, NU harus hadir. Ketika kelompok minoritas membutuhkan perlindungan, NU wajib mengayomi,” tegasnya.

    Resolusi melayani umat ini, lanjut Ahmad Nuri, menjadi bagian penting dari peran NU dalam konteks kebangsaan, keislaman, dan kemasyarakatan di tengah kompleksitas persoalan umat saat ini.

    Terkait isu muktamar, Ahmad Nuri menegaskan bahwa PWNU Banten tidak sedang mendorong percepatan muktamar. Menurutnya, kewenangan tersebut sepenuhnya berada di tangan PBNU sebagai otoritas tertinggi organisasi.

    “PWNU Banten fokus pada islah dan kontribusi nyata. Soal muktamar, kami mengikuti keputusan PBNU,” ujarnya.

    Adapun agenda besar PWNU Banten ke depan, selain istighotsah, adalah pengajian, kaderisasi berkelanjutan melalui PMKNU dan PKPNU, serta penguatan jaringan kiai di kampung-kampung sebagai basis kekuatan jam’iyah dan jamaah NU di Banten.

    doa bersama istigosah Pengabdian peradaban PWNU
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Kehidupan di Banten pada Masa Kolonial: Sebuah Tinjauan Sosial

    ARTIKEL 21 Januari, 2025

    Sultan Ageng Tirtayasa: Pemimpin Legendaris yang Berjuang Melawan Belanda

    Nyimas Gamparan, Pendekar Perempuan Gerilyawan Perang Cikande Melawan Kolonial

    Peran Banten dalam Penyebaran Islam di Jawa dan Sumatera

    Tradisi Unik Pernikahan Adat Banten yang Sarat Makna

    Recent Post

    LMND Serang Raya Soroti Kemiskinan dan Tata Kelola, Satu Tahun Pemerintah Budi Agis Dievaluasi

    24 Februari, 2026

    Ramadan Tanpa Khawatir Harga Mahal, Bulog Lebak-Pandeglang Siapkan Pasokan Melimpah dan Pasar Murah

    24 Februari, 2026

    Mantan Direktur PT ARA Jadi DPO RI-Cina, Diduga Gelapkan Ratusan Miliar

    24 Februari, 2026

    PRIMA Soroti Rencana Impor 105 Ribu Pikap: Antara Penguatan Desa dan Masa Depan Industri Nasional

    23 Februari, 2026

    Laporan Korupsi Dana BLU, Jaksa Telaah Keterlibatan Anggota DPRD Banten

    23 Februari, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.