BANTENCORNER.COM- Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Universitas Bina Bangsa (UNIBA) menggelar kegiatan penyuluhan bertema “Penyuluhan Kearifan Lokal sebagai Upaya Penguatan Karakter Siswa dalam Menghadapi Perubahan Sosial Budaya” di MA Raudlatul Muta’allimin Sidadung, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Senin 18 Mei 2026.
Kegiatan tersebut merupakan implementasi luaran dua mata kuliah, yakni Kearifan Lokal dan Etnopedagogi serta Perubahan Sosial Budaya, yang melibatkan himpunan mahasiswa sebagai bagian dari kepanitiaan. Sebanyak 47 siswa MA Raudlatul Muta’allimin turut hadir sebagai peserta.
Selain penyuluhan, mahasiswa semester enam Program Studi Pendidikan IPS juga melaksanakan observasi lapangan sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual yang berbasis pada realitas sosial dan budaya masyarakat.
Kegiatan menghadirkan sejumlah dosen sebagai narasumber, di antaranya Vina Karina Putri, M.Pd. dan Gustini Wulandari, M.Pd. Ketua pelaksana kegiatan, Arizal Almunawar, menyampaikan bahwa penyuluhan ini menjadi upaya edukatif dalam menanamkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga nilai-nilai budaya lokal.
“Melalui kegiatan penyuluhan ini, kami ingin mengajak teman-teman semua untuk lebih mengenal, menjaga, dan melestarikan kearifan lokal yang ada di lingkungan sekitar. Sebab budaya lokal mengajarkan banyak nilai positif yang dapat membentuk karakter generasi muda,” ujar Arizal.
Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada penyampaian materi budaya lokal, tetapi juga menjadi ruang motivasi bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan siswa bahwa pendidikan tinggi bukan sesuatu yang mustahil untuk diraih. Saat ini banyak peluang beasiswa yang dapat dimanfaatkan. Mudah-mudahan kehadiran kami di sini dapat menjadi motivasi sekaligus alternatif bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan, khususnya di Universitas Bina Bangsa,” tambahnya.
Ketua Program Studi Pendidikan IPS UNIBA, Rahmatullah Jundi, M.Pd., turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bentuk implementasi nyata pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat.
“Kegiatan ini bukan hanya menjadi bagian dari proses akademik mahasiswa, tetapi juga wujud kontribusi nyata dunia pendidikan dalam membangun karakter generasi muda. Melalui pendekatan berbasis kearifan lokal, siswa diharapkan mampu mempertahankan identitas budaya daerah sekaligus memiliki kesiapan dalam menghadapi perkembangan zaman secara bijak dan kritis,” ungkapnya.
Rahmatullah juga menekankan bahwa kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan pihak sekolah diharapkan mampu menciptakan ruang pembelajaran yang lebih kontekstual, humanis, serta dekat dengan realitas sosial masyarakat.
Dalam pemaparannya, Vina Karina Putri, M.Pd. menekankan bahwa generasi muda perlu memiliki kemampuan menyaring pengaruh globalisasi tanpa kehilangan identitas budaya daerah. Menurutnya, penguatan karakter berbasis kearifan lokal merupakan salah satu langkah penting dalam membentuk pribadi yang berintegritas dan memiliki kepedulian sosial.
Senada dengan itu, Gustini Wulandari, M.Pd. menilai bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, melainkan juga harus mampu menanamkan nilai moral, sosial, dan budaya kepada peserta didik agar mampu menghadapi perubahan sosial budaya secara bijak.
Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini meliputi perubahan sosial di era digital, kearifan lokal sebagai identitas budaya masyarakat, transformasi karakter menuju Pelajar Pancasila, serta strategi menjadi remaja berpola pikir global yang tetap berlandaskan nilai-nilai lokal atau global thinking, local acting
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab antara mahasiswa dan siswa. Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan serta aktif berdiskusi mengenai fenomena perubahan sosial budaya yang terjadi di lingkungan sekitar mereka.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Pendidikan IPS UNIBA berharap nilai-nilai kearifan lokal dapat terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda sebagai fondasi dalam membangun karakter serta menghadapi tantangan modernisasi dan globalisasi di masa mendatang.**










