SERANG- Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten memastikan telah menggulirkan sejumlah program untuk membantu nelayan di tahun 2024.
Kepala DKP Banten Eli Susiyanti mengatakan, di tahun 2024 ini terdapat beberapa program unggulan yang berfokus pada peningkatan produktifitas nelayan berupa bantuan alat tangkap yang diserahkan kepada 40 kelompok usaha nelayan di seluruh Banten.
“Kita akan ada belanja yang diserahkan kepada masyarakat nelayan berupa alat tangkap, kurang lebih untuk 40 kelompok usaha nelayan dan koperasi,” ujar Eli Susiyanti saat ditemui di KP3B, Curug, Kota Serang, Rabu (6/3/2024).
Program bantuan alat tangkap kepada nelayan termasuk dengan bantuan benih unggul kepada pembudidaya ikan.
Tak cuma meningkatkan produktifitas dari para nelayan, DKP juga ingin hasil budidaya ikan para nelayan bisa bernilai ekonomis tinggi sehingga dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat nelayan.
Oleh karena itu, DKP Banten melaksanakan diversifikasi kepada para Unit Pengolah Ikan (UPI) di Banten.
Lebih lanjut, Eli Susiyanti memastikan bantuan lain berupa alat pengolahan ikan yang disalurkan kepada puluhan kelompok nelayan di Banten bertujuan untuk mensejahterakan para nelayan.
“Kita juga ada bantuan alat pengolah ikan kurang lebih jumlahnya juga sekitar 40 untuk kelompok nelayan. Mudah-mudahan ini dapat membantu nelayan,” katanya.
Dengan program-program yang digulirkan DKP, Eli juga berharap produksi perikanan tangkap dan budidaya di Banten tahun 2024 ini mengalami peningkatan pesat. DKP sendiri menargetkan 220 ribu ton di tahun ini.
“Mudah-mudahan kita bisa tembus diangka 220 ribu ton di tahun 2024, saya optimis pasti tercapai,” pungkas Eli.
Diketahui, Provinsi Banten sendiri merupakan wilayah daratan yang berada di ujung barat Pulau Jawa dengan memiliki garis pantai 499,62 km yang terbagi atas garis pantai yang menghadap Samudera Indonesia 138,62 km, menghadap Laut Jawa 127,10 km dan menghadap Selatan Sunda 233,90 km.
Selain menjadi penghubung Pulau Sumatera-Jawa, Banten juga berhadapan dengan Lintasan Perdagangan Nasional dan Internasional yaitu Selat Sunda yang dilalui kapal besar sehingga berpotensi menjadi sirkulasi perdagangan Asia dan Internasional.
Kondisi geografis semacam ini menyimpan potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang sangat besar termasuk di dalamnya perikanan tangkap dan budidaya, industri pengolahan produk perikanan dan bioteknologi, pariwisata bahari dan pantai, pertambangan dan energi, perhubungan laut, industri kapal, bangunan laut dan pantai, hingga pulau-pulau kecil.
Untuk meningkatkan produktifitas perikanan, Pemerintah Provinsi Banten memiliki Kawasan Pelabuhan Perikanan Terpadu Banten Selatan Binuangeun-Cikeusik yang tengah dibangun sesuai standar kelas Pangkalan Pendaratan Ikan bertaraf internasional dan modern.
Data Produksi Perikanan Tangkap Tahun 2022 menunjukan angka sebesar 67.759,28 ton dengan nilai produksi Rp. 2.24 triliun. Sementara, produksi perikanan budidaya sebesar 111.599,30 ton dengan nilai produksi Rp. 2.49 triliun.
Sementara, untuk Produksi udang vaname per Ha mencapai 4 ton, dan dalam satu tahun dua kali panen, karena masa pemeliharaannya 120 hari atau 4 bulan. Untuk harga per kg mencapai 60-70 ribu.
Di bidang Perikanan Budidaya, peluang untuk dikembangkan usaha perikanan budidaya air tawar, perairan pedalaman, air payau serta budidaya laut, yang keseluruhannya mencapai luas 27.562 ha.







