BantenCorner – Transformasi digital bukan lagi sekadar jargon pembangunan, melainkan kebutuhan yang harus direspon cepat oleh setiap pelaku ekonomi, termasuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pemerintah daerah pun semakin aktif turun langsung ke lapangan untuk memastikan bahwa pelaku UMKM benar-benar mendapat dukungan, baik dari sisi regulasi, infrastruktur, maupun pendampingan teknologi.
Salah satu upaya konkret terlihat dalam kunjungan Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia ke UMKM digital bernama Flamboyan Digital Studio (FDS) pada Rabu, 16 Juli. Kunjungan ini menjadi bagian dari apresiasi terhadap pelaku usaha yang telah mampu mengadopsi teknologi digital dalam pengelolaan dan pemasaran produk mereka.
Dalam suasana hangat dan penuh antusias, komunitas Flamboyan Digital Studio (FDS) menyambut kedatangan Wakil Walikota Serang yang hadir tidak hanya sebagai pejabat, tetapi juga sebagai mitra yang siap mendengar dan mendukung.
Kunjungan tersebut diawali dengan dialog terbuka antara Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia bersama Flamboyan Digital Studio (FDS ), menyoal beragam peluang pariwisata dan UMKM, dari tempat bersejarah, fesyen, hingga tempat wisata yang telah memanfaatkan platform digital.

Dalam pertemuan itu, terungkap beragam tantangan yang dihadapi pelaku usaha, mulai dari keterbatasan literasi digital, kebutuhan pelatihan pemasaran daring, hingga sulitnya akses permodalan untuk meningkatkan skala usaha.
Pada kunjungannya, Wakil Wali Kota Serang menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas digital, dan sektor swasta dalam menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan UMKM digital. Pemerintah, ujarnya, tidak sekadar hadir sebagai regulator, tetapi juga sebagai fasilitator yang membuka jalan bagi UMKM agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
“Kita (Walikota dan Wakil Walikota Serang) ingin membangun ekosistem digital di kota Serang, karena kita yakin digitalisasi merupakan salah satu solusi untuk pengentasan permasalahan yang ada di kota Serang, untuk bisa membuat efisien dan efektivitas kerja-kerja pelayanan kepada masyarakat,” kata Nur Agis Aulia.

“Nah makannya yang kemudian kita dorong supaya ini selaras dengan visi besar kita (Pemerintah kota Serang) menciptakan kota Serang maju kotanya, bahagia, sejahtera warganya ini ditopang salah satunya dari ekosistem digital,” lanjutnya.
Salah satu sorotan utama dalam kunjungan tersebut adalah apresiasi terhadap UMKM yang telah sukses menggunakan teknologi untuk mengembangkan usahanya. Beberapa di antaranya bahkan telah mampu menjangkau pasar nasional melalui e-commerce dan media sosial. Tidak hanya meningkatkan omset, penggunaan teknologi juga mendorong efisiensi produksi, mempercepat layanan, dan meningkatkan kepercayaan pelanggan.
Nur Agis Aulia juga meninjau langsung fasilitas digital yang digunakan UMKM, seperti studio mini untuk konten promosi, sistem manajemen inventaris berbasis aplikasi, hingga strategi pemasaran dengan memanfaatkan tren algoritma media sosial diantaranya live selling.
Lebih lanjut, Walikota Serang Budi Rustandi melalui wakil walikota Serang Nur Agis Aulia berkomitmen untuk terus mengembangkan program pelatihan digital, pendampingan UMKM berbasis teknologi. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan pemerataan kesempatan bagi seluruh pelaku UMKM, tanpa terkecuali.
“Kita (Walikota dan Wakil Walikota Serang) akan membangun ekonomi digital di Kota Serang, supaya hadirnya digitalisasi bisa memberikan solusi bagi permasalahan yang ada di Kota Serang baik itu pengangguran, kemiskinan serta layanan masyarakat,” ungkap Nur Agis Aulia.
Kunjungan ini menjadi bukti bahwa pemerintah tidak tinggal diam menghadapi era digital. Justru dengan mendekatkan diri ke pelaku usaha di akar rumput, kebijakan yang dihasilkan akan semakin relevan dan berdampak langsung. Peran UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah kini ditopang oleh kekuatan digital yang mampu mengakselerasi pertumbuhan dan membuka peluang baru bagi generasi muda.
Dengan semangat kolaboratif, Wakil Wali Kota Serang menutup kunjungannya dengan pesan optimistis: bahwa masa depan UMKM bukan hanya bertahan, tetapi berkembang lebih cepat lewat adaptasi digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Kunjungan ini bukan hanya seremonial, melainkan wujud komitmen bahwa pemerintah hadir untuk mendengar, memberdayakan, dan mendorong inovasi lokal agar terus melaju ke arah yang lebih baik.***







