Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Jalin Silaturahmi dan Kuatkan Kebersamaan, KKM UNIBA Kelompok 78 Sapa Warga Desa Sumurbandung

    4 Agustus 2026

    Kunjungan Perdana, Kapolres Lebak Arninsi Diterima Kajari Adi Rifani

    4 Agustus 2026

    Usut Dugaan Pungli di Rutan Kelas IIB Serang, Mahasiswa Gelar Aksi Desak Reformasi Lembaga Pemasyarakatan

    3 Agustus 2026

    KKM 45 Uniba Dorong Daya Saing UMKM Keripik Pisang melalui Pembaruan Kemasan, Penambahan Varian Rasa, dan Pemasangan Banner

    3 Agustus 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»EKBIS»Mamang Sayur Group, UMKM Kader Ansor Cipocok Jaya yang Mendunia

    Mamang Sayur Group, UMKM Kader Ansor Cipocok Jaya yang Mendunia

    Imam Tantowi2 September 20253 Mins Read EKBIS
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BANTENCORNER.COM – Di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks, seorang kader Ansor dari Kecamatan Cipocok Jaya, Awaludin, berhasil membuktikan bahwa usaha kecil menengah (UMKM) bisa menjadi penopang kemandirian ekonomi. Melalui usahanya bernama Mamang Sayur Group (MSG), ia merintis bisnis sayuran sejak 2014 dan kini dipercaya sebagai pemasok kebutuhan dapur hotel, restoran, hingga instansi strategis nasional.

    Nama MSG sendiri bukan sekadar singkatan dari “Mamang Sayur Group”. Bagi Awaludin, ada makna filosofis di baliknya.

    “Mamang di Banten itu identik dengan kyai yang memanggil santri, sedangkan ‘sayur’ saya maknai sebagai singkatan dari santri yang munjur,” jelasnya.

    Latar belakang pesantren membuatnya ingin membawa nilai kesabaran, keikhlasan, dan keberkahan ke dalam usaha yang ia tekuni.

    Awaludin mengaku pilihan berjualan sayuran bukan tanpa alasan. Selain karena sayuran merupakan kebutuhan pokok, usaha ini juga merupakan warisan keluarga yang sudah turun-temurun. Jika ayah dan kakeknya berdagang di pasar induk, maka ia memilih memperluas usaha dengan menjadi pemasok sayuran berkualitas ke berbagai sektor.

    Langkahnya terbukti tepat. Beberapa hotel ternama di Kota Serang kini rutin memesan kebutuhan dapur dari MSG. Awalnya, ia hanya menjual ke masyarakat umum. Namun ketika ada peluang memasok ke hotel, ia memberanikan diri menawarkan produk dari pintu ke pintu.

    “Dari situ saya melihat peluang besar menjadi supplier. Alhamdulillah, MSG makin dipercaya,” tuturnya.

    Tagline “Quality of Order Priority” menjadi prinsip utama dalam bisnisnya. MSG melakukan sortir ketat hingga tiga kali sebelum barang sampai ke tangan pelanggan. Hal ini untuk memastikan kualitas sayur, buah, hingga bahan dapur lainnya tetap segar dan sesuai standar hotel maupun restoran.

    Tidak hanya mengandalkan petani lokal, Awaludin juga membina kelompok tani bernama Sahabat Mamang Sayur. Setiap pekan, mereka rutin mengadakan pertemuan untuk berbagi pengalaman, mengatasi masalah hama, hingga berdiskusi soal pemupukan. Bahkan, ia kerap menghadirkan distributor pupuk untuk memberikan edukasi langsung kepada petani binaannya.

    Meski sempat mencoba pemasaran online, Awaludin mengakui tantangannya cukup besar. Banyak karyawan yang masih gagap teknologi, sehingga saat ini pemasaran lebih difokuskan secara offline.

    “Tapi ke depan saya tetap berharap bisa mengembangkan platform digital agar produk MSG lebih mudah diakses,” ujarnya.

    Cakupan bisnis MSG kini semakin luas. Selain hotel dan restoran, mereka juga menyuplai kebutuhan katering, kafe, bahkan dapur gizi nasional. Pada April lalu, MSG resmi menjadi pemasok di salah satu dapur gizi strategis nasional di Kota Serang. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Awaludin sebagai kader Ansor yang ikut serta memperkuat ketahanan pangan bangsa.

    Awaludin juga tidak menutup diri terhadap pasar internasional. Ia pernah mendapat permintaan ekspor dari Filipina dan Jepang, meski terkendala perizinan dan pengiriman. Untuk sementara, ia menitipkan produknya ke saudaranya di Arab Saudi agar bisa dipasarkan di luar negeri. Menurutnya, ini menjadi tantangan sekaligus peluang yang harus terus diupayakan.

    Produk MSG pun semakin beragam. Selain sayuran segar, mereka menjual buah-buahan, daging ayam, daging sapi, frozen food, bumbu dapur, hingga camilan seperti keripik sayur. Inovasi keripik sayur sendiri terinspirasi dari anaknya yang kurang menyukai sayuran. Dengan dibuat gurih, anak-anak jadi lebih mudah menikmati gizi dari sayuran.

    Ke depan, Awaludin menargetkan bisa membuka outlet Food and Beverages (F&B) dengan konsep healthy cafe. Menurutnya, gaya hidup anak muda yang suka makanan manis harus diimbangi dengan pilihan sehat seperti minuman tradisional kunyit asem atau olahan sehat lainnya.

    “Saya ingin menciptakan kafe kesehatan yang bisa jadi solusi gaya hidup modern,” ungkapnya penuh optimis.

    Sebagai kader Ansor, Awaludin menegaskan bahwa berwirausaha juga bagian dari pengabdian. Baginya, kemandirian ekonomi umat sangat penting untuk memperkuat peran organisasi dan masyarakat.

    “Pesantren mengajarkan kita mandiri. Dari sanalah saya belajar bahwa usaha ini bukan sekadar mencari untung, tapi juga membangun keberkahan,” pungkasnya.

    Ansor Ekonomi Sayur UMKM Usaha
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    KKM 45 Uniba Dukung Transformasi Digital melalui Optimalisasi Administrasi, Pembuatan Format Surat dan Pembaruan Website

    KAMPUS 2 Agustus 2026

    Peninggalan Sejarah Kesultanan Banten yang Masih Bisa Kamu Kunjungi

    Usut Dugaan Pungli di Rutan Kelas IIB Serang, Mahasiswa Gelar Aksi Desak Reformasi Lembaga Pemasyarakatan

    DPRD Kota Serang Desak Pemeriksaan Legalitas Pabrik AMDK Tirta Al Bantani di Curug

    Mahasiswa Soroti Anggaran Tenaga Ahli Pemprov Banten Rp55,47 Miliar, Erick Ferdyan: Jangan Sampai APBD Menjadi Bancakan Segelintir Orang

    Recent Post

    Belajar Disiplin dengan Semangat: KKM 45 Uniba Selenggarakan Pelatihan PBB di SD Sukaratu

    3 Agustus 2026

    Kasus Gas Portable: Hakim Reduksi Pelanggaran Jadi Kesalahan Biasa ​

    3 Agustus 2026

    Khofifah dan Kapolda Jatim Tekankan: Perbedaan Bukan Alasan Berpecah

    3 Agustus 2026

    KKM 30 Universitas Bina Bangsa Edukasi Siswa SDN Domas 2 tentang Pentingnya Taat Rambu Lalu Lintas

    3 Agustus 2026

    Tingkatkan Kesadaran Pangan Aman, KKM 19 Uniba Gelar Edukasi BPOM dan Ketahanan Pangan di Desa Beberan

    3 Agustus 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.