Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    ASDP Catat Peningkatan Arus Mudik, Heru Widodo: 6,8% Penumpang dan 18% Kendaraan

    19 Maret, 2026

    Arus Mudik Lebaran 2026 Lancar, Komisi III DPR RI Beri Apresiasi Dirut ASDP Heru Widodo

    19 Maret, 2026

    Polres Tangerang Kota Berhasil Tangkap 14 Terlapor, Ungkap Ragam Modus Curas Sepenjang Ramadan

    18 Maret, 2026

    Launching Bantuan Pangan Jelang Lebaran, Bulog Berikan Bantuan ke Lebak-Pandeglang

    18 Maret, 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»Prof. DR. Lili Romli, M.Si
    AKADEMISI

    Prof. DR. Lili Romli, M.Si

    By Bantencorner.com20 Oktober, 20254 Mins Read
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    Prof. Dr. Lili Romli lahir di Kampung Babadan, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Dari latar belakang yang modest, ia menapaki jenjang pendidikan dan karier hingga menjadi profesor riset di lembaga penelitian nasional.

    Dalam hal pendidikan, Lili Romli menamatkan studi sarjana di bidang Ilmu Politik di Universitas Indonesia (UI) saat masih menghadapi tantangan ekonomi, ia bahkan sempat berjualan koran demi menyambung hidup dan kuliah. Gelar doktor (S3) kemudian diraihnya sebelum memperoleh pengukuhan sebagai profesor riset di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada tanggal 20 Desember 2017, dengan orasi ilmiah berjudul “Problematik Institusionalisasi Partai Politik di Indonesia Era Reformasi”.

    Kariernya meluas tidak hanya sebagai peneliti dan pengajar, tetapi juga sebagai pengamat politik yang sering dijadikan narasumber media nasional. Ia tercatat sebagai Research Professor di Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

    Di tingkat organisasi kemasyarakatan, ia aktif sebagai Ketua ORWIL (organisasi wilayah) dari Ikatan Cendekiawan Muslim se‑Indonesia (ICMI) wilayah Banten, serta menjabat sebagai Direktur Eksekutif dari Banten Institute for Regional Development (BIRD)

    Karya tulisnya juga cukup produktif. Beberapa buku yang dikenal antara lain Sistem Presidensial Indonesia : Dinamika, Problematik, dan Penguatan Pelembagaan (2019) yang membahas aspek kelembagaan, kekuasaan eksekutif dan dinamika presidensial di Indonesia.

    Selain itu, buku lain seperti Partai Politik : Dinamika dan Problematik Pelembagaan di Indonesia (2021) juga menyoroti isu partai politik dalam era reformasi.

    Dalam karakter pribadi, ia dikenal dengan filosofi hidup sederhana: “ikuti seperti air mengalir. Yang penting setiap yang kita kerjakan, lakukan dengan baik dan sungguh. Setelah itu serahkan semuanya kepada Allah.”

    Meskipun berasal dari keluarga yang sederhana, misalnya, membantu orang tua membajak sawah dan mengembala kerbau waktu kecil, ia berhasil menembus dunia akademik dan riset.

    Isu-keahlian yang paling sering muncul dalam tulisannya dan komentarnya adalah tentang institusi politik, partai politik, sistem presidensial dan otonomi daerah. Ia juga kerap mengkritisi fenomena politik terbaru dari sudut akademik dan empiris.

    Prof. Dr. Lili Romli juga dikenal sebagai salah satu pemikir politik Indonesia yang menaruh perhatian besar pada konsolidasi demokrasi dan pelembagaan partai politik di Indonesia pascareformasi. Melalui berbagai risetnya di LIPI dan kini di BRIN, ia berupaya menjembatani antara teori demokrasi dan praktik politik yang berlangsung di lapangan, terutama dalam konteks lokal seperti Banten, Jawa Barat, dan wilayah-wilayah lain di luar Jawa. Pandangan ilmiahnya selalu menekankan pentingnya tata kelola politik yang berakar pada nilai-nilai sosial masyarakat, bukan hanya pada struktur kelembagaan yang bersifat formal.

    Dalam berbagai tulisan dan orasi ilmiahnya, Lili sering menyoroti bagaimana demokrasi Indonesia mengalami distorsi akibat lemahnya institusionalisasi partai politik. Ia menyebut partai di Indonesia sering kali berfungsi sebatas kendaraan elektoral dan bukan sebagai lembaga kaderisasi politik yang kuat. Menurutnya, demokrasi yang sehat membutuhkan partai yang terlembaga—artinya memiliki basis ideologi, mekanisme rekrutmen yang terbuka, dan kepemimpinan yang akuntabel. Pandangan ini menjadikannya salah satu narasumber tetap di berbagai diskusi politik nasional, termasuk forum televisi, seminar kampus, serta rapat dengar pendapat akademik di DPR dan lembaga pemerintahan.

    Sebagai peneliti senior, Prof. Lili juga aktif menulis di jurnal ilmiah nasional dan internasional. Fokus risetnya meliputi sistem presidensial, reformasi birokrasi politik, hubungan eksekutif-legislatif, serta demokratisasi di tingkat daerah. Ia memandang bahwa otonomi daerah merupakan salah satu capaian penting reformasi, tetapi juga membawa tantangan baru dalam hal korupsi politik, dinasti politik, dan lemahnya akuntabilitas publik. Dalam salah satu esainya yang sering dikutip, ia menulis bahwa “Otonomi daerah tanpa kontrol publik yang kuat akan melahirkan feodalisme baru dalam politik lokal.”

    Selain kontribusi akademiknya, Prof. Lili dikenal sebagai sosok mentor bagi banyak mahasiswa dan peneliti muda di bidang ilmu politik. Ia sering menekankan pentingnya disiplin metodologi riset dan integritas ilmiah, dua hal yang menurutnya menjadi kunci agar penelitian politik tidak sekadar menjadi opini. Gaya bimbingannya dikenal hangat, namun tegas dan penuh tanggung jawab. Banyak alumni yang kini menjadi dosen, peneliti, maupun pejabat publik mengakui bahwa pendekatan beliau membentuk karakter ilmiah yang kuat.

    Lili juga aktif dalam kegiatan sosial dan kebudayaan di Banten. Ia kerap diundang dalam kegiatan akademik daerah untuk memberikan ceramah tentang kepemimpinan, etika politik, dan pembangunan berbasis kearifan lokal. Ia menegaskan bahwa politik yang baik harus berpihak kepada kesejahteraan rakyat dan pembangunan manusia, bukan semata-mata pada perebutan kekuasaan. Pemikiran tersebut berakar dari pengalaman hidupnya yang sederhana di masa kecil: membantu orang tua bertani, berjualan koran, hingga menempuh pendidikan tinggi dengan perjuangan mandiri. Ia sering mengatakan bahwa keberhasilan sejati seorang akademisi bukan diukur dari jabatan atau gelar, tetapi dari seberapa besar manfaat pengetahuannya bagi masyarakat.

    Kini, di usianya yang matang, Prof. Dr. Lili Romli tetap produktif menulis, berbicara di forum publik, dan membimbing peneliti muda di lingkungan BRIN. Gaya bicaranya yang tenang, analitis, dan berbasis data membuat pandangannya dihormati lintas kubu politik. Ia mewakili sosok cendekiawan yang tetap konsisten menjaga idealisme akademik di tengah arus pragmatisme politik nasional. Melalui karya dan dedikasinya, Lili Romli menjadi teladan bagaimana intelektualitas dapat tumbuh dari kesederhanaan dan kemudian berkontribusi besar bagi demokrasi Indonesia.

    Akademisi Lili Romli
    Add A Comment

    Terpopuler

    Asal-usul Nama Banten: Dari Mitologi hingga Fakta Sejarah

    ARTIKEL 21 Januari, 2025

    Tradisi dan Budaya Banten Zaman Kesultanan yang Masih Hidup Hingga Kini

    Heru Widodo Cek Posko Lebaran, ASDP Bantu Pemudik Dapatkan Tiket Kapal

    IWO-I Se-Banten Gelar Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama di Pandeglang

    HIPMI Banten Gelar Fit and Proper Test Basnom di Tangerang Selatan, Dorong Lahirnya Kader Pengusaha Muda Berintegritas

    Recent Post

    Serangan Andrie Yunus: IMM Sumenep Minta Usut Hingga Otak Intelektualnya

    18 Maret, 2026
    Heru Widodo Saat Menyapa Pengguna Jasa Penyebrangan ASDP

    Heru Widodo: Puncak Arus Mudik 18 Maret, 18.000 Kendaraan Sudah Check-in di Pelabuhan Merak

    18 Maret, 2026

    Heru Widodo: Arus Mudik 2026 Terbilang Lancar Berkat Kebijakan Strategis

    17 Maret, 2026

    Video Yusuf Manubulu Hina Islam Viral, Pengurus Harian Abdi Rakyar Laporkan ke Polisi

    16 Maret, 2026

    Video TikTok Yusuf Manubulu Sebut ‘Allah Seperti Mucikari’, Ormas KITA Laporkan ke Polisi Sebagai Dugaan Penistaan Agama

    16 Maret, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.