Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Penilaian Hukum Harus Berdasarkan Bukti, Bukan Spekulasi: Aktivis Tentang Isu Menteri PU

    10 Juli 2026

    Komunitas ASN Berdaya Gelar Grand Final Lomba Pidato Anak, Cetak Generasi Emas Berani Tampil di Panggung Dunia

    10 Juli 2026

    Diundang Dialog, Parpol Kabupaten Serang Mangkir; FMSR Soroti Transparansi Dana Banparpol

    10 Juli 2026

    Ketua Umum PW PII Banten Dukung Riyan Hidayat Pimpin BM PAN

    10 Juli 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»Gol A Gong

    Gol A Gong

    Bantencorner.com25 Oktober 20254 Mins Read FIGURE
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    Heri Hendrayana Harris lahir pada 15 Agustus 1963 di Purwakarta, Jawa Barat. Ia kemudian pindah ke Serang, Banten bersama keluarganya ketika masih muda. Pada usia sekitar 11 tahun ia mengalami kecelakaan yang menyebabkan tangan kirinya diamputasi. Meskipun demikian, kondisi itu tidak memadamkan semangatnya. Ia mendorong dirinya untuk banyak membaca dan menulis, didorong oleh dukungan ayahnya.

    Nama “Gol A Gong” memiliki makna simbolik: “Gol” sebagai ungkapan syukur atas karyanya yang diterima penerbit, “Gong” sebagai harapan agar tulisannya menggema seperti bunyi gong, dan huruf “A” diartikan sebagai “all (semua) berasal dari Tuhan”.

    Dalam hal pendidikan, Gol A Gong pernah menempuh studi di Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, meskipun kemudian memilih jalur menulis dan berkarya daripada melanjutkan formal hingga selesai di kampus tersebut.

    Kariernya dimulai dari menulis novel yang kemudian menjadi terkenal, yaitu seri novel “Balada Si Roy”, yang menjadikannya populer di kalangan remaja pada era 1990-an. Ia tidak hanya menulis novel, tetapi juga skenario televisi dan aktif dalam dunia media kreatif.

    Pada tahun 1998, bersama istrinya dan rekan-rekan, Gol A Gong mendirikan sebuah komunitas literasi dan ruang kreatif bernama Rumah Dunia di Serang, Banten. Komunitas ini menjadi wadah bagi anak-anak dan masyarakat untuk berlatih membaca, menulis, membuat film, teater, dan berbagai aktivitas kreatif lainnya.

    Pada 30 April 2021, Gol A Gong secara resmi dikukuhkan sebagai Duta Baca Indonesia periode 2021-2026 oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas).  Tugas utamanya adalah menggerakkan budaya baca dan literasi di seluruh Nusantara, dari Sabang hingga Merauke, dari kota besar hingga pelosok. Dalam salah satu wawancaranya, ia menyampaikan bahwa bukanlah minat baca yang rendah secara mutlak yang menjadi persoalan utama, melainkan ketersediaan bahan bacaan dan akses terhadap buku yang masih sangat terbatas.

    Sebagai Duta Baca, Gol A Gong melakukan “safari literasi” ke berbagai daerah di Indonesia, melakukan bedah buku, lokakarya penulisan, diskusi komunitas, hingga bekerjasama dengan sekolah-sekolah dan taman bacaan masyarakat (TBM). Ia mengusung slogan “Membaca itu Sehat, Menulis itu Hebat”.

    Karya-karyanya sangat produktif: selain novel “Balada Si Roy”, ia telah menulis puluhan novel lainnya, ratusan esai dan cerita pendek, serta aktif dalam media kreatif.

    Gol A Gong juga mengemukakan bahwa tantangan literasi Indonesia meliputi distribusi buku yang tidak merata, perpustakaan yang minim di banyak kawasan, serta kurangnya motivasi sistemik dalam pendidikan membaca. Dengan latar belakang pribadi yang tidak mudah, Gol A Gong menjadi simbol keteguhan dan inspirasi bagi banyak pegiat literasi di Tanah Air.

    Secara pribadi, Gol A Gong dikenal aktif di media sosial, berbagi pengalaman dan gagasan literasi, serta terus mengasah komunitas literasi yang didirikannya. Visinya adalah menciptakan generasi yang gemar membaca dan menulis, serta memanfaatkan literasi sebagai jembatan untuk membuka cakrawala pengetahuan dan kreativitas.

    Dalam konteks sosial-kultural Indonesia, sosok Gol A Gong membawa pesan, bahwa literasi bukan hanya soal melek huruf, tetapi soal memperluas daya pikir, memperkuat identitas, dan membuka kesempatan. Ia menekankan bahwa membaca dan menulis adalah aksi nyata perubahan, bukan hanya aktivitas pasif.

    Penunjukannya sebagai Duta Baca Indonesia juga menunjukkan pengakuan institusional terhadap kiprah literasi yang telah dan sedang ia jalani. Dengan peran tersebut, Gol A Gong menjadi jembatan antara pemerintah, komunitas literasi, sekolah, dan masyarakat umum dalam memperkuat budaya baca nasional.

    Namun demikian, tantangan yang dihadapi tetap besar, mulai dari infrastruktur literasi, budaya baca yang belum merata, hingga tantangan digital dan media yang bersaing dengan gadget dan aktivitas modern lainnya. Gol A Gong bersama komunitasnya terus mencoba merespon tantangan ini melalui inovasi program literasi dan pendekatan kreatif.

    Gol A Gong adalah figur yang memadukan pengalaman pribadi yang menginspirasi, karya literasi yang produktif, dan aktivitas sosial yang luas. Bukan hanya penulis, tetapi juga pemimpin gerakan literasi yang aktif.

    Referensi

    • “Ini Profil Singkat Gol A Gong Duta Baca Indonesia 2021-2025.” Suara Pantura, 21 Jan 2022. Suara Pantura
    • “Gol A Gong: Indonesia Sedang Darurat Buku, Tapi Bukan karena Minat Baca Rendah.” Liputan6.com, 12 Jan 2023. Liputan6
    • “Gol A Gong Terpilih Sebagai Duta Baca Indonesia Periode 2021-2026.” Dispusip Pekanbaru, 2021. dispusipda.pekanbaru.go.id+1
    • “Sehari Bersama Gol A Gong, Duta Baca Indonesia.” Flores Genuine, 1 Aug 2024. floresgenuine.com
    • “Bio Data – Dunia Kata Gol A Gong.” WordPress, n.d. Golagong
    Add A Comment

    Terpopuler

    Usia 83 Tahun, H. Sanusi Dituduh Menggelapkan Hanya Karena Jaga Masjid Wakaf

    NEWS 30 Juni 2026

    Diduga Terjadi Tindakan Premanisme di Lingkungan Kampus UNIBA, Mahasiswa Tempuh Jalur Hukum

    Komunitas ASN Berdaya Gelar Grand Final Lomba Pidato Anak, Cetak Generasi Emas Berani Tampil di Panggung Dunia

    Budaya Kota Serang Bersinar di Kancah Nasional, Raih Juara III Pentas Seni APEKSI

    Menguak Sejarah Panjang dan Ritual Keagamaan di Makam Sultan Maulana Hasanuddin

    Recent Post

    Aksi HAMI di Kejati Jatim Tolak Intervensi Hukum dan Minta Revitalisasi Kejaksaan

    10 Juli 2026

    Matahukum Soroti Isu Pergantian Jampidsus: Dr Kuntadi Eks Dirdik Diduga Lanjutkan Skema Tugas dengan Febrie

    9 Juli 2026

    Reformasi 1998: Tegaskan Negara Hukum Bukan Negara Kekuasaan

    9 Juli 2026

    Desa Sindangmandi Ditunjuk Wakili Serang di Lomba Posyandu 6 SPM Tingkat Provinsi Banten

    9 Juli 2026

    Warga Kampung Nifasi Minta Dialog, Bukan Penghentian Aktivitas Ekonomi

    8 Juli 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.