Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Mahasiswa Pendidikan IPS Uniba Gelar Penyuluhan Kearifan Lokal di MA Raudatul Muta’allamin Baros

    20 Mei 2026

    Catut Nama Pejabat BGN, 4 Orang Tipu Calon Mitra SPPG Rugikan Rp1,9 Miliar

    19 Mei 2026

    Gagal Kuasai Apartemen Regatta, Upaya PKPU Buyung Gunawan Ditolak Hakim

    19 Mei 2026

    Proses Verifikasi Pemira UNIBA Tuai Polemik, KPUM Diduga Tidak Netral

    18 Mei 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»BANTENPEDIA»Menyelami Sejarah Kesultanan Banten: Dari Kejayaan hingga Keruntuhannya

    Menyelami Sejarah Kesultanan Banten: Dari Kejayaan hingga Keruntuhannya

    Sae13 Januari 20253 Mins Read BANTENPEDIA
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BantenCorner – Kalau ngomongin sejarah Nusantara, pasti nggak jauh-jauh dari kerajaan besar yang punya pengaruh kuat, salah satunya Kesultanan Banten.

    Kesultanan ini nggak cuma terkenal karena kejayaannya, tapi juga peran pentingnya sebagai pusat perdagangan di masa lalu. Tapi, seiring waktu, Kesultanan Banten mengalami masa-masa sulit hingga akhirnya runtuh.

    Menariknya, jejak sejarah Kesultanan Banten masih bisa kita lihat sampai sekarang, mulai dari bangunan-bangunan tua seperti Masjid Agung Banten hingga cerita tentang strategi politik dan perdagangan yang canggih di zamannya.

    Kalau kamu penasaran gimana perjalanan Kesultanan Banten dari masa ke masa, yuk kita bahas lebih dalam!

    Awal Berdirinya Kesultanan Banten

    Kesultanan Banten berdiri sekitar abad ke-16, didirikan oleh Sunan Gunung Jati dan anaknya, Maulana Hasanuddin. Awalnya, Banten merupakan wilayah yang dikuasai oleh Kerajaan Sunda, tapi setelah Sunan Gunung Jati menaklukkan daerah ini, Banten menjadi pusat penyebaran Islam di wilayah barat Pulau Jawa.

    Kesultanan Banten berkembang pesat karena letaknya yang strategis, yakni di Selat Sunda. Lokasi ini bikin Banten jadi jalur perdagangan internasional yang menghubungkan Asia dan Eropa. Pedagang dari Arab, Tiongkok, hingga Portugis sering mampir ke pelabuhan Banten.

    Selain itu, Kesultanan Banten juga dikenal sebagai produsen lada hitam berkualitas tinggi, yang waktu itu jadi komoditas utama perdagangan dunia.

    Masa Kejayaan Kesultanan Banten

    Puncak kejayaan Kesultanan Banten terjadi pada masa Sultan Ageng Tirtayasa (1651–1682). Di bawah kepemimpinannya, Banten jadi kerajaan yang kuat secara ekonomi dan militer. Sultan Ageng juga menjalin hubungan dagang dengan berbagai negara, termasuk Inggris dan Belanda.

    Namun, ia tetap berpegang teguh pada kemandirian kerajaan dan nggak mau tunduk pada VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie).

    Sultan Ageng juga memimpin pembangunan infrastruktur besar-besaran, termasuk saluran irigasi untuk mendukung pertanian rakyatnya. Masjid Agung Banten yang megah juga dibangun pada masa ini, dan hingga sekarang masih berdiri sebagai simbol kejayaan Kesultanan Banten.

    Konflik Internal dan Keruntuhan

    Sayangnya, kejayaan ini nggak berlangsung selamanya. Konflik internal jadi salah satu faktor utama keruntuhan Kesultanan Banten.

    Perselisihan antara Sultan Ageng Tirtayasa dan anaknya, Sultan Haji, membuka peluang bagi VOC untuk ikut campur. Sultan Haji yang didukung VOC berhasil merebut kekuasaan dari ayahnya.

    Setelah Sultan Ageng ditangkap, Kesultanan Banten makin lemah. VOC perlahan-lahan mengambil alih kendali ekonomi dan politik di wilayah Banten. Pada akhirnya, Kesultanan Banten resmi dibubarkan pada tahun 1813 oleh pemerintah kolonial Belanda.

    Jejak Kesultanan Banten di Masa Kini

    Meskipun sudah runtuh, jejak Kesultanan Banten masih terasa hingga kini. Masjid Agung Banten, Keraton Surosowan yang sekarang tinggal reruntuhan, hingga budaya lokal yang masih kental, menjadi saksi bisu dari kejayaan masa lalu.

    Kalau kamu main ke Banten, jangan lupa mampir ke situs-situs ini biar bisa merasakan langsung atmosfer sejarahnya.

    Sejarah Kesultanan Banten mengingatkan kita bahwa kejayaan suatu bangsa nggak bisa lepas dari persatuan, kemandirian, dan pemimpin yang visioner. Di sisi lain, konflik internal bisa jadi bumerang yang menghancurkan segalanya.

    Menyelami perjalanan Kesultanan Banten, dari masa kejayaan sebagai pusat perdagangan hingga keruntuhannya akibat konflik internal dan VOC.***

    Banten Kesultanan Banten Sultan Ageng Tirtayasa

    Related Posts

    NEWS

    IWO-I Se-Banten Gelar Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama di Pandeglang

    15 Maret 2026
    EKBIS

    HIPMI Banten Gelar Fit and Proper Test Basnom di Tangerang Selatan, Dorong Lahirnya Kader Pengusaha Muda Berintegritas

    10 Maret 2026
    NEWS

    Regenerasi Kepemimpinan, PK Ipnu-Ippnu Uin Smh Banten Gelar Rapat Anggota Komisariat

    16 Februari 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Proses Verifikasi Pemira UNIBA Tuai Polemik, KPUM Diduga Tidak Netral

    KAMPUS 18 Mei 2026

    Mahasiswa Pendidikan IPS Uniba Gelar Penyuluhan Kearifan Lokal di MA Raudatul Muta’allamin Baros

    Peninggalan Sejarah Kesultanan Banten yang Masih Bisa Kamu Kunjungi

    IKAMABA Resmi Buka Program PKM, Wujud Nyata Pengabdian Mahasiswa untuk Masyarakat Baros

    Peninggalan Sejarah Kesultanan Banten: Masjid Agung Banten dan Keindahan Arsitektur Islam

    Recent Post

    IKAMABA Resmi Buka Program PKM, Wujud Nyata Pengabdian Mahasiswa untuk Masyarakat Baros

    17 Mei 2026

    Polisi Selidiki Hilangnya Kabel Sensor di Area Stasiun Daru

    17 Mei 2026

    Koperasi Desa Merah Putih, Instrumen Strategis Ekonomi Kerakyatan Jatim

    17 Mei 2026

    Langgar SK Rektor, Munas IKA UIN SMH Banten Disebut Abal-abal

    17 Mei 2026

    Tindak Lanjuti Keluhan Warga, Ketua DPRD Kota Serang dan DPMPTSP Gelar Razia THM: Kita Segel

    17 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.