BANTENCORNER.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa (UNIBW) berhasil menciptakan inovasi pembelajaran yang menarik di Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten pada Minggu, 20 Juli 2025.
Mereka menginisiasi program “Taman Ceria dan Literasi Bahasa Inggris”, sebuah program edukatif yang memadukan pembelajaran bahasa Inggris dengan kegiatan bermain di luar ruangan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris anak-anak sekolah dasar sekaligus menanamkan nilai-nilai cinta lingkungan dan kebersamaan.
Program Taman Ceria dirancang sebagai ruang edukatif terbuka yang menyenangkan. Anak-anak diajak belajar bahasa Inggris dasar melalui berbagai metode interaktif, seperti flashcard, papan edukatif, lagu-lagu, dan permainan kreatif. Metode ini dinilai efektif karena mampu menarik minat anak-anak yang akrab dengan teknologi digital dan konten berbahasa Inggris di internet.
Ketua Kelompok 43 KKM, Imas Marsita, menjelaskan bahwa program ini tercipta dari kesadaran akan pentingnya penguasaan bahasa Inggris sebagai bahasa global.
“Anak-anak sudah terpapar konten digital berbahasa Inggris, maka kita arahkan mereka untuk belajar yang benar dan menyenangkan,” ujarnya.
Taman Ceria diharapkan menjadi wadah yang mampu menjembatani kesenjangan antara paparan bahasa Inggris di dunia digital dengan pemahaman yang sistematis.
Koordinator Program Kerja Kelompok 43, Alfaidzah, menambahkan bahwa Taman Ceria juga bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang tidak kaku dan menanamkan nilai-nilai positif seperti kecintaan terhadap lingkungan dan semangat gotong royong. Program ini dirancang untuk melengkapi pembelajaran formal di sekolah dan memberikan pengalaman belajar yang berkesan bagi anak-anak.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 43 KKM Universitas Bina Bangsa, Dr. Andi Hasryningsih Asfar, S.Pt., S.Pd., M.Si., memberikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif dan dedikasi mahasiswa. Ia menekankan pentingnya program ini mengingat potensi Desa Tanjung Jaya sebagai wilayah penyangga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, sebuah destinasi pariwisata prioritas nasional. Penguasaan bahasa Inggris sejak dini menjadi bekal penting bagi anak-anak desa untuk berinteraksi dengan wisatawan mancanegara.
Pihak sekolah dan orang tua siswa menyambut baik program Taman Ceria. Mereka melihat metode pembelajaran yang diterapkan mampu meningkatkan aktivitas, kepercayaan diri, dan antusiasme anak-anak dalam belajar bahasa Inggris. Sekretaris Desa Tanjung Jaya, Asep, juga memberikan apresiasi dan berharap program ini dapat berkelanjutan, bahkan setelah program KKM berakhir.
Program Taman Ceria dan Literasi Bahasa Inggris dari KKM Universitas Bina Bangsa ini menjadi contoh nyata bagaimana mahasiswa dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pemberdayaan masyarakat di daerah. Inisiatif ini diharapkan dapat menginspirasi program-program serupa di berbagai daerah di Indonesia.***







