Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Mantan Direktur PT ARA Jadi DPO RI-Cina, Diduga Gelapkan Ratusan Miliar

    24 Februari, 2026

    PRIMA Soroti Rencana Impor 105 Ribu Pikap: Antara Penguatan Desa dan Masa Depan Industri Nasional

    23 Februari, 2026

    Laporan Korupsi Dana BLU, Jaksa Telaah Keterlibatan Anggota DPRD Banten

    23 Februari, 2026

    Ratusan HAMI Demo Depan KPK, Tuntut Usut Robert Marbun

    23 Februari, 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»Kadis Dikbud Kota Serang Tinjau Langsung Banjir di SMPN 25 Kasemen, Siapkan Opsi Pembelajaran Daring
    NEWS

    Kadis Dikbud Kota Serang Tinjau Langsung Banjir di SMPN 25 Kasemen, Siapkan Opsi Pembelajaran Daring

    By Aikal Pratama04 Januari, 20263 Mins Read
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BANTENCORNER.COM – Banjir merendam SMP Negeri 25 Kota Serang yang berlokasi di Kampung Sawah Luhur, Desa Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten. Pada Hari Minggu 4 Januari 2026.

    Genangan air dengan ketinggian cukup signifikan membuat aktivitas belajar mengajar terganggu dan memerlukan penanganan cepat dari berbagai pihak.

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, H. Ahmad Nuri, turun langsung meninjau kondisi sekolah yang terdampak banjir. Kehadirannya menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan yang tengah menghadapi musibah.

    Dalam peninjauan tersebut, H. Ahmad Nuri menjelaskan bahwa ketinggian air mencapai hampir satu lutut orang dewasa atau sekitar 60 sentimeter. Kondisi ini dinilai berisiko bagi keselamatan siswa, guru, serta tenaga kependidikan apabila kegiatan sekolah tetap dipaksakan berjalan normal.

    “Hari ini kita menengok SMPN 25 yang kebetulan mengalami banjir dengan debit air yang lumayan. Ketinggian air hampir satu lutut,” ujar H. Ahmad Nuri di sela-sela kunjungannya.

    Ia menuturkan bahwa dalam kondisi seperti ini, langkah yang bisa dilakukan adalah bersabar sembari menyiapkan upaya penanganan yang lebih efektif. Menurutnya, diperlukan penggunaan teknologi atau peralatan khusus untuk menyedot air agar genangan dapat segera berkurang.

    Kadis Dikbud juga mengapresiasi semangat para guru SMPN 25 Kota Serang yang tetap hadir di sekolah sejak dini hari meski lingkungan sekolah terendam banjir. Hal tersebut dinilainya sebagai bentuk tanggung jawab dan dedikasi tinggi terhadap dunia pendidikan.

    Terkait proses belajar mengajar, H. Ahmad Nuri menyampaikan adanya kebijakan sementara apabila kondisi banjir belum surut. Salah satu opsi yang disiapkan adalah pelaksanaan pembelajaran secara daring demi menjaga keselamatan seluruh warga sekolah.

    “Kalau sampai air ini tidak surut, kebijakannya besok kita daring saja sampai air benar-benar surut dan tidak terjadi rob lagi,” tegasnya.

    Ia berharap ke depan ada langkah-langkah strategis dan konkret yang dapat dilakukan agar kejadian banjir tidak kembali terulang, khususnya di lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi ruang aman dan nyaman bagi peserta didik.

    Meski dilanda musibah, H. Ahmad Nuri mengajak seluruh pihak untuk tetap bersyukur dan mengambil hikmah dari peristiwa tersebut. Menurutnya, hujan adalah anugerah Tuhan yang perlu disikapi dengan kesiapsiagaan dan perencanaan yang matang.

    Dalam kunjungan itu, pihaknya juga memastikan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang telah turun langsung ke lokasi untuk melihat dan memantau kondisi banjir di SMPN 25 Kota Serang.

    Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 25 Kota Serang mengungkapkan bahwa banjir kali ini merupakan yang terparah yang pernah dialami sekolah. Biasanya, meski terjadi genangan, kegiatan belajar mengajar masih bisa dilaksanakan, namun kali ini kondisi banjir dinilai terlalu berat sehingga memerlukan perhatian dan solusi jangka panjang.

    banjir Belajar Kadisdikbud musibah Serang
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Himapikani Wilayah II Soroti Sungai Cisadane Tangerang Selatan Tercemar Pestisida, Siapa yang Bertanggung Jawab?

    NEWS 18 Februari, 2026

    1 Tahun Kepemimpinan Banten, Mahasiswa Gelar Aksi Evaluasi: Butuh Solusi Nyata, Bukan Selebrasi

    Pendaftaran Calon Ketua Umum KONI Kabupaten Serang Resmi Dibuka, Ini Syaratnya!

    PRIMA Soroti Rencana Impor 105 Ribu Pikap: Antara Penguatan Desa dan Masa Depan Industri Nasional

    Sejarah Perang Banten VS Batavia, Kisah Pemberontakan Sultang Ageng Terhadap VOC

    Recent Post

    Nabire Diguncang Insiden Pembakaran Pos Kamtibmas, PT Kristalin Ekalestari Menyampaikan Rasa Prihatin

    21 Februari, 2026

    1 Tahun Kepemimpinan Banten, Mahasiswa Gelar Aksi Evaluasi: Butuh Solusi Nyata, Bukan Selebrasi

    21 Februari, 2026

    Program Asta Cita: 195 KDKMP Dibangun di Lebak

    21 Februari, 2026

    98 Resolution Network Tim 8 Bagikan 300 Sembako untuk Warga Cilegon Rayakan Ramadhan

    21 Februari, 2026

    Pendaftaran Calon Ketua Umum KONI Kabupaten Serang Resmi Dibuka, Ini Syaratnya!

    20 Februari, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.