Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    GP Ansor Banten Dukung Penegakan Hukum Polri, Adam Ma’rifat: Gas Terus!

    4 November 2026

    Karo Ekbang Puji PT ABM, Ismail: Kinerja Positif, Bisa Gandeng Perusahaan Besar PT. Daesang Food Indonesia

    4 November 2026

    Perketat Pengawasan dan Perbaikan Tata Kelola BUMD, Ismail: Kita Lakukan Monitoring dan Evaluasi

    4 November 2026

    Andra Soni Dorong Lahirnya Inventor Baru di Forum Bisnis Paten Indonesia 2026

    4 November 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»Deden Zaenul Farhan Tegaskan Konsistensi Pesantren dalam Menjaga Bangsa

    Deden Zaenul Farhan Tegaskan Konsistensi Pesantren dalam Menjaga Bangsa

    Imam Tantowi1 September 20253 Mins Read NEWS
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BANTENCORNER.COM – Menyikapi dinamika sosial terkini yang ditandai dengan maraknya aksi demonstrasi di beberapa daerah, Kyai Deden Zaenul Farhan, Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Al Farhan Cipanas, menekankan pentingnya pendidikan demokrasi, kedamaian, dan nasionalisme bagi santri.

    Pernyataan ini muncul seiring penerapan kebijakan Learn from Home (LFH) di beberapa sekolah sebagai langkah antisipasi dari potensi kerusuhan.

    Menurut Kyai Deden Zaenul Farhan, LFH sejatinya merupakan kebijakan yang bijak untuk menjaga keselamatan peserta didik. Namun, ia memberi catatan penting bahwa kebijakan ini bisa menimbulkan tafsir keliru jika santri menyimpulkan LFH semata-mata akibat aksi demo.

    “Guru dan pengasuh pesantren harus bisa memanfaatkan momen ini untuk menanamkan pendidikan demokrasi dan nasionalisme. Jangan sampai santri salah kaprah, lalu menganggap demo itu identik dengan kerusuhan,” ujarnya, pada Senin, 1 September 2025.

    Ia menekankan, santri agar dibimbing memahami perbedaan antara demonstrasi yang damai dan kerusuhan yang merugikan masyarakat. Pertanyaan kritis seperti apakah nyaman hidup dalam kekerasan, siapa yang dirugikan, dan dampak kerusuhan terhadap cita-cita bangsa menjadi bagian dari pendidikan karakter.

    Ia juga mengingatkan bahwa tidak semua informasi yang tersebar di ruang publik adalah benar.

    “Santri harus bisa memilah mana fakta dan mana hoaks, agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang menyesatkan,” jelasnya.

    Lebih jauh, Ia menekankan bahwa mimpi besar Indonesia hanya bisa tercapai jika generasi muda tumbuh dengan jiwa nasionalisme dan kedamaian.

    “Kekerasan dan kerusuhan justru akan menghambat cita-cita bangsa,” tegasnya.

    Ia menekankan pentingnya santri memahami bahwa menyampaikan kebenaran berbeda jauh dengan menyebarkan kekerasan. Demonstrasi adalah bagian dari demokrasi, namun akan kehilangan maknanya jika ditunggangi anarkisme.

    Santri, menurutnya, harus diyakinkan bahwa kedamaian adalah jalan indah menuju masa depan yang cerah. Kekerasan tidak akan memberi ruang bagi lahirnya harapan dan cita-cita bangsa.

    Sejak dulu menanamkan jiwa nasionalisme pada santri. Nilai cinta tanah air, kepedulian terhadap bangsa, dan kedamaian telah tertanam kuat, menjadi fondasi untuk membentuk karakter generasi muda yang kritis, bijaksana, dan bertanggung jawab.

    “Pondok pesantren bukan hanya mendidik soal ilmu agama, tapi juga soal menjaga bangsa. Tradisi menanamkan nasionalisme sejak dulu ini harus terus diwariskan, termasuk dalam menghadapi dinamika sosial sekarang,” ujarnya.

    Ia mengajak guru dan pengasuh memanfaatkan kebijakan LFH bukan hanya sebagai aspek teknis, tetapi sebagai peluang mendidik karakter santri.

    “Dengan begitu, santri dapat memahami demokrasi, menolak kekerasan, dan tetap menumbuhkan rasa cinta tanah air,” Tukasnya.

    Di akhir pernyataannya, Kyai Deden Farhan menegaskan bahwa generasi muda adalah penerus bangsa.

    “Jika santri tumbuh dengan keyakinan bahwa kedamaian dan nasionalisme adalah jalan, maka Indonesia akan selalu memiliki harapan besar untuk masa depannya,” pungkasnya.

    Demokrasi Demonstrasi Dinamika Nasionalisme Pesantren
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Gandeng Merries, Alfamart Sahabat Posyandu Sasar 2.800 Penerima Manfaat

    NEWS 2 November 2026

    PKC PMII Banten Gelar SESPIM, Siapkan Kader Pemimpin Masa Depan

    GP Ansor Banten Dukung Penegakan Hukum Polri, Adam Ma’rifat: Gas Terus!

    GMPK Bersama Kepala Desa Tegal Maja Audiensi ke Pemerintah Kabupaten Serang, Dorong Pemanfaatan Eceng Gondok sebagai Pupuk Organik Ramah Lingkungan

    Kejati Bantah Isu Kadinkes dan Dirut RSUD Banten Tersangka, Jonathan: Itu Hoax, Tidak Benar….

    Recent Post

    Gub Andra Ingin Ciptakan Iklim Usaha Kondusif Tanpa Pungli

    4 November 2026

    Teken MoU, PT Daesang Food Indonesia Puji PT ABM, Faiqal: Kolaborasi ini Saling Melengkapi

    3 November 2026

    PT ABM Teken MoU dengan PT. Daesang Food Indonesia, Nilai Investasi Capai Miliaran

    3 November 2026

    17 Sertifikat Tanah Diklaim Hilang, Kuasa Hukum: BP Pernyataan Bertentangan Fakta

    2 November 2026

    Kejati Bidik Dugaan Korupsi PKBM di Pandeglang hingga Tangerang, Potensi Kerugian Capai Miliaran

    2 November 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.