BANTENCORNER.COM – Ratusan pelari dari berbagai komunitas di Jabodetabek tumpah ruah di Lalasa Beach Club, Tanjung Lesung, Minggu (28/9/2025). Sebanyak 483 peserta ambil bagian dalam Rhino Eco Run 2025, sebuah ajang lari yang memadukan olahraga, edukasi konservasi, dan promosi wisata Pandeglang.
Bupati Pandeglang, Dewi Setiani, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa gelaran ini lebih dari sekadar lomba lari. “Rhino Eco Run 2025 bukan hanya ajang olahraga dan pariwisata, tetapi juga momentum untuk mengingatkan kita tentang pentingnya melindungi badak Jawa, satwa langka kebanggaan dunia,” katanya.
Dewi juga berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan gaya hidup sehat di masyarakat, mempererat rasa sportivitas, sekaligus mengangkat daya tarik wisata Pandeglang. Ia menekankan bahwa Taman Nasional Ujung Kulon sebagai rumah asli badak Jawa harus terus dijaga melalui keterlibatan masyarakat luas.
“Kami ingin kegiatan ini menjadi sarana edukasi tentang konservasi sekaligus wadah promosi wisata yang dapat menjangkau publik lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Dukungan juga datang dari Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pandeglang, Rahmat Jultika. Ia menyebut ajang ini digelar dalam dua kategori, yaitu kategori umum dan kategori pelajar. “Event ini sekaligus memperingati Hari Badak Sedunia agar masyarakat lebih peduli terhadap kelestarian satwa ini,” jelas Rahmat.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Linda Rohyati Fatimah, menilai Rhino Eco Run sebagai wujud nyata sinergi lintas sektor. “Melalui event ini, wisatawan diajak tidak hanya datang menikmati keindahan Pandeglang, tetapi juga ikut terlibat menjaga badak Jawa yang menjadi warisan dunia,” ujarnya.
Kehadiran pejabat fungsional dari Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Banten turut memperkuat dukungan. Mereka melihat event ini sebagai strategi untuk memperluas jangkauan promosi pariwisata sekaligus mengedepankan konsep pembangunan berkelanjutan.
Rhino Eco Run 2025 akhirnya membuktikan bahwa olahraga bisa lebih dari sekadar kompetisi. Dengan balutan semangat sportivitas, kepedulian lingkungan, dan promosi wisata, ajang ini menghadirkan kombinasi unik yang mendekatkan masyarakat pada isu konservasi sekaligus menghidupkan geliat pariwisata Pandeglang. (*)







