Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Peringati HUT Banten, GMPK Banten Selenggarakan Dialog Kebangsaan Jaga Nilai Ideologi Bangsa

    12 Oktober 2026

    Resmi Dilantik, PAC GP Ansor Padarincang Siap Perkuat Pengabdian

    10 Oktober 2026

    Ribuan Warga Tangsel Padati Jalan Santai Bulan Bakti Karang Taruna

    10 Oktober 2026

    SWOT Banten Gugat Transparansi Persyaratan Pendidikan Gibran, Serukan Gerakan Simbolik Pelepasan Foto

    10 Oktober 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»ARTIKEL»Benteng Speelwijk: Benteng Kesultanan Banten yang Menyimpan Sejarah Perlawanan terhadap Kolonialisme

    Benteng Speelwijk: Benteng Kesultanan Banten yang Menyimpan Sejarah Perlawanan terhadap Kolonialisme

    Sae19 Januari 20253 Mins Read ARTIKEL
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BantenCorner – Kalau ngomongin sejarah Banten, pasti nggak jauh dari kesultanan yang megah dan punya peran besar dalam perjalanan bangsa ini. Salah satu peninggalan yang paling ikonik adalah Benteng Speelwijk.

    Nggak cuma jadi saksi bisu kolonialisme, benteng ini juga menyimpan cerita heroik tentang perlawanan rakyat Banten melawan penjajahan. Tapi, tahu nggak sih, di balik tembok tua itu, ada cerita menarik yang jarang diangkat?

    Nah, benteng yang sekarang jadi destinasi wisata ini dulunya pusat pertahanan kolonial Belanda di Banten. Ironisnya, benteng yang dibangun pada abad ke-17 itu berdiri di tengah panasnya konflik antara Kesultanan Banten dan VOC.

    Jadi, selain megah, benteng ini juga jadi simbol perjuangan dan pengkhianatan sejarah yang nggak boleh dilupakan.

    Sejarah Singkat Benteng Speelwijk

    Benteng Speelwijk dibangun sekitar tahun 1682 atas perintah Gubernur Jenderal Cornelis Speelman, makanya namanya diambil dari dia. Lokasinya strategis banget, dekat dengan Pelabuhan Karangantu, yang pada masa itu jadi pelabuhan tersibuk di Banten.

    Belanda membangun benteng ini untuk mengamankan jalur perdagangan mereka, sekaligus sebagai alat kontrol terhadap Kesultanan Banten.

    Tapi, jangan salah. Benteng ini nggak langsung berdiri tanpa konflik. Sebelum benteng ini dibangun, Kesultanan Banten sudah dikenal sebagai kekuatan maritim yang besar.

    Sayangnya, perselisihan internal di tubuh kesultanan dimanfaatkan Belanda buat masuk dan memperkuat posisinya di Banten. Jadi, selain fisik benteng yang kokoh, ada intrik politik yang bikin pembangunan ini jadi mungkin.

    Benteng yang Jadi Saksi Perlawanan

    Benteng Speelwijk bukan cuma simbol kekuatan Belanda, tapi juga saksi perlawanan sengit rakyat Banten. Salah satu momen paling penting adalah ketika rakyat Banten, di bawah pimpinan Sultan Ageng Tirtayasa, mencoba merebut kembali kendali atas wilayahnya.

    Sultan Ageng bahkan sempat membangun aliansi dengan kerajaan lain untuk melawan kolonialisme Belanda. Sayangnya, pengkhianatan dari dalam kesultanan sendiri membuat perjuangan ini nggak berjalan mulus.

    Meski begitu, semangat perlawanan nggak pernah mati. Bahkan setelah Kesultanan Banten jatuh, rakyat tetap melakukan perlawanan kecil-kecilan terhadap Belanda.

    Benteng Speelwijk pun jadi simbol pertarungan antara kekuasaan asing dan perjuangan rakyat lokal.

    Jejak Benteng Speelwijk Sekarang

    Kalau kamu berkunjung ke Benteng Speelwijk hari ini, kamu bakal melihat reruntuhan yang masih kokoh, meski usianya udah ratusan tahun.

    Di sekitar benteng, ada makam-makam Belanda yang dulu berjasa buat VOC. Tapi suasana di sana bukan cuma tentang masa lalu kolonial, ada juga cerita mistis yang bikin merinding.

    Katanya, ada beberapa pengunjung yang pernah merasakan kehadiran “penjaga” benteng yang nggak kasatmata.

    Entah itu cuma sugesti atau emang beneran, sensasi jalan-jalan di benteng ini bakal bikin kamu merasa terhubung langsung dengan masa lalu.

    Pelajaran dari Benteng Speelwijk

    Benteng Speelwijk nggak cuma soal batu bata tua atau sisa-sisa kolonialisme. Ini adalah pengingat bahwa perjuangan rakyat Indonesia nggak pernah mudah.

    Di balik kejayaan dan keruntuhan Kesultanan Banten, ada pelajaran berharga tentang persatuan dan bahaya pengkhianatan.

    Buat generasi sekarang, berkunjung ke Benteng Speelwijk bisa jadi cara seru buat belajar sejarah tanpa harus duduk diam di kelas.

    Sambil menikmati keindahan bangunan tua ini, kita juga bisa mengingat bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah hasil dari perjuangan panjang para pendahulu kita.

    Jelajahi sejarah Benteng Speelwijk, simbol perlawanan Kesultanan Banten terhadap kolonialisme Belanda, lengkap dengan cerita mistisnya.***

    Benteng Speelwijk Kesultanan Banten Sultan Ageng Tirtayasa
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Lantik Pengurus Baru, LMND Banten Tegaskan Perjuangan Ekonomi Kerakyatan dan Lawan Serakhnomic

    NEWS 8 Oktober 2026

    Peninggalan Sejarah Kesultanan Banten: Masjid Agung Banten dan Keindahan Arsitektur Islam

    Peringati HUT Banten, GMPK Banten Selenggarakan Dialog Kebangsaan Jaga Nilai Ideologi Bangsa

    Ribuan Warga Tangsel Padati Jalan Santai Bulan Bakti Karang Taruna

    Resmikan 7 Daerah Irigasi, Gubernur Banten: Setiap Rupiah yang Dikeluarkan Harus Memberi Manfaat untuk Masyarakat

    Recent Post

    Haris Azhar Pertanyakan Rezim Hukum Satgas PKH: PT KEL Ditertibkan, Penambang Baru Muncul di Nabire

    9 Oktober 2026

    BULOG Lebak‑Pandeglang Rayakan Rekor Beras Nasional dengan Santunan Anak Yatim Sekitar Kantor

    9 Oktober 2026

    Tak Main-main, Seluruh Kepala Samsat di Banten Dievaluasi, Bapenda Ancam Potong Tukin yang Tak Capai Target

    9 Oktober 2026

    HMPS BSA UIN Banten Gelar Diskusi Indonesia Emas 2045

    9 Oktober 2026

    KOSMAK Desak Copot Jaksa Agung Burhanuddin Terkait Penanganan Kasus Febrie Adriansyah

    9 Oktober 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.