Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Peluang Kota Serang Jadi Lokasi PSEL Capai 90 persen, Legislatif Beri Catatan ke DLH

    05 Desember, 2025

    Wali Kota Serang Budi Rustandi Tinjau Tiga RTLH di Kecamatan Walantaka dan Curug

    05 Desember, 2025

    Tangkap, Kejari Kukar Tahan 4 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Factory Sharing

    05 Desember, 2025

    Polda Banten Bongkar 10 Kasus Tambang Ilegal di Tiga Wilayah, 8 Tersangka Diamankan

    04 Desember, 2025
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»UMKM Go Digital: Emping Melinjo Bu Lia dari Kapinango Kini Dijual di Shopee, Jangkau Pasar Nasional
    NEWS

    UMKM Go Digital: Emping Melinjo Bu Lia dari Kapinango Kini Dijual di Shopee, Jangkau Pasar Nasional

    Oleh Rizki Mubarok27 Agustus, 20252 Mins Read
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BANTENCORNER.COM – Semangat digitalisasi terus membara di kalangan pelaku UMKM di berbagai daerah. Salah satu contohnya adalah Bu Lia, seorang pengrajin emping melinjo dari Kampung Kapinango, Desa Kertasana, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Banten. Kini, produknya hadir di platform e-commerce Shopee dengan nama brand EMD (Emping Mamah Difa).

    Inisiatif ini terwujud berkat pendampingan dari Alya Dwi Adinda, yang berupaya mendorong UMKM desa agar mampu bersaing di era modern. Transformasi digital ini membuka peluang bagi produk lokal untuk dikenal lebih luas.

    Sebelumnya, pemasaran emping melinjo Bu Lia hanya terbatas di lingkup desa. Namun, dengan digitalisasi, produk khas ini kini dapat dijangkau oleh konsumen di berbagai daerah. Emping melinjo EMD dijual dengan harga Rp49.000 per kilogram, menggunakan sistem pre-order untuk menjaga kualitas dan kesegaran.

    Bu Lia mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan yang diberikan untuk mengembangkan usahanya. Ia berharap, dengan adanya platform digital, emping melinjo Kapinango dapat semakin dikenal masyarakat luas dan memberikan manfaat bagi perekonomian keluarga serta desa.

    “Saya berharap emping ini semakin dikenal masyarakat luas dan bisa membawa manfaat untuk perekonomian keluarga maupun desa,” ujarnya.

    Alya Dwi Adinda menjelaskan bahwa pendampingan yang diberikan tidak hanya sebatas membuat akun Shopee. Para pelaku UMKM juga dibekali dengan keterampilan dasar dalam mengelola toko online, termasuk cara mengunggah produk, menentukan harga, hingga memberikan pelayanan yang profesional kepada konsumen.

    Menurut Alya, pendampingan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan agar UMKM dapat mandiri dan berkelanjutan dalam menjalankan bisnis online mereka.

    Digitalisasi usaha emping melinjo Bu Lia diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi UMKM lain di Desa Kertasana untuk ikut serta dalam transformasi digital. Langkah ini tidak hanya memperluas pasar, tetapi juga menjadi upaya nyata dalam meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan.

    Kisah sukses Bu Lia ini membuktikan bahwa dengan dukungan dan pendampingan yang tepat, UMKM di daerah pun mampu bersaing dan berdaya saing di era digital. Transformasi digital UMKM seperti ini diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional.***

    Digitalisasi UMKM
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    NCW Laporkan Mantan Kajari Enrekang ke Jamwas Kejagung Terkait Dugaan Pemerasan Rp 2 Miliar

    HUKRIM 28 November, 2025

    PMII Piksi Input Serang Gelar Open Donasi untuk Korban Bencana Alam Sumatra di Lampu Merah PCI Cilegon

    Seminar Career Branding di MA Sulamul Falah Panimbang Dorong Pelajar Siapkan Masa Depan Sejak Dini

    Gubernur Banten Dinilai Tidak Tegas: Kemacetan dan Polusi Bojonegara-Pulo Ampel Kian Mengkhawatirkan

    PWNU Banten Serukan Islah Terkait Polemik di PBNU

    Recent Post

    Galangan Kapal Modern Arjaya Berkah Marine Jadi Magnet Baru Industri Maritim di Banten

    04 Desember, 2025

    Wali Kota Serang Budi Rustandi Datangi Rumah Warga yang Atapnya Roboh

    04 Desember, 2025

    Ratusan Bangunan Liar di Sempadan Sungai Padek Kota Serang Dibongkar

    04 Desember, 2025

    Ketua TP-PKK Kota Serang Arfina Rustandi Sabet Penghargaan Perempuan Inspirasi Indonesia 2025

    04 Desember, 2025

    1.600 RTLH di Kota Serang Akan Diperbaiki Lewat Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya 2026

    03 Desember, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.