BANTENCORNER.COM – Kegiatan GP Ansor di Kecamatan Munjul kembali menggeliat melalui penyelenggaraan acara bertema “Merawat Tradisi di Era Digitalisasi, Menuju Kader Ansor Masa Depan” yang digelar di SMK La Tahzan Munjul. Acara ini menjadi momentum penting dalam penguatan kaderisasi dan penguatan peran pemuda dalam menjaga nilai tradisi keislaman di tengah perkembangan teknologi modern. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 21-23 November 2025.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Sekretaris PAC GP Ansor Munjul, Irfa Agnia Fiddini, yang dalam sambutannya mendorong peserta untuk mempersiapkan diri menjadi generasi penerus organisasi. Ia menyampaikan bahwa Ansor membutuhkan pemuda yang berkarakter kuat dan mampu menggabungkan nilai tradisi dengan kemampuan beradaptasi di era digital.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting wilayah Munjul seperti MWCNU, Danramil, Kapolsek, Camat Munjul, Lurah Desa Munjul, tokoh kiyai Munjul, instruktur dari PC, serta perwakilan dari PAC Ansor Patia. Kehadiran para tokoh tersebut menunjukkan dukungan penuh terhadap pembinaan kaderisasi Ansor di tingkat kecamatan.
Antusiasme peserta tampak sejak awal kegiatan. Semangat mengikuti agenda yang telah disusun menunjukkan besarnya keinginan pemuda untuk ikut berkontribusi dalam organisasi dan pengabdian kepada masyarakat.
Ketua Pelaksana kegiatan, Yusuf Bachtiar, menyampaikan kegembiraannya atas suksesnya pembukaan acara dan respons peserta yang sangat positif. Ia merasa bersyukur karena kegiatan berjalan sesuai rencana dan mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Dalam tanggapannya secara langsung, Yusuf Bachtiar mengatakan,
“Kami melihat kegiatan tahap awal seremonial ini sangat antusias dari peserta, dan respons positif dari pihak Muspika Munjul serta tokoh kiyai Munjul. Ini menunjukkan bahwa pembinaan kader masih sangat diperlukan dan diharapkan oleh umat.”
Ia juga menyampaikan harapan besar kepada peserta agar benar-benar mengikuti setiap tahapan hingga selesai. Yusuf menegaskan,
“Harapan kami selaku panitia, peserta bisa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sampai selesai, lalu mengabdikan diri berkhidmat kepada organisasi Ansor dan NU untuk mewujudkan Ansor yang siap tanggap, mandiri, dan kader yang militan.”
Peserta yang mengikuti kegiatan ini berasal dari berbagai unsur, yaitu santri Pondok Pesantren di Kecamatan Munjul, pemuda masyarakat, serta aparat non sipil. Komposisi tersebut memperlihatkan semangat keragaman dan kebersamaan dalam pembinaan pemuda.
Panitia menilai kegiatan ini bukan hanya sebagai seremonial, namun merupakan proses pembentukan karakter dan penguatan komitmen pemuda terhadap organisasi Ansor dan perjuangan Nahdlatul Ulama. Nilai kedisiplinan, loyalitas, dan militansi menjadi poin penting yang disampaikan dalam kegiatan.
Kegiatan yang berjalan penuh semangat ini juga mendapat apresiasi dari berbagai tokoh yang hadir. Dukungan dari unsur Muspika dan para kiyai menjadi penyemangat tersendiri bagi GP Ansor Munjul untuk terus menggerakkan kaderisasi di wilayah.
Panitia mengakui bahwa banyaknya dukungan dari pimpinan wilayah dan masyarakat membuat mereka semakin percaya diri mengembangkan program pembinaan kepemimpinan kepemudaan di Kecamatan Munjul. Hal ini menjadi motivasi bahwa Ansor Munjul berada di jalur yang tepat dalam membangun generasi kader masa depan.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ajakan untuk terus menjaga silaturahmi serta berperan aktif dalam organisasi. Panitia mengingatkan bahwa kaderisasi harus terus berlanjut melalui program-program pembinaan Ansor berikutnya, agar terlahir kader-kader kuat yang siap menjaga tradisi dan menjawab tantangan era digital.







