Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    LBH TJI Soroti Dugaan Cacat Awal Konsesi Tiga Perusahaan Astra Grup di Pasangkayu

    22 Oktober 2026

    Aksi Jilid II Aliansi Banten Bergerak: Dua Tahun Prabowo-Gibran, Demokrasi Milik Elit, Rakyat Menjerit

    22 Oktober 2026

    Antara Hilirisasi Mineral dan Mimpi Izin Tambang Rakyat Masyarakat Adat Papua Tengah

    22 Oktober 2026

    Cek Kesiapan Jelang Porprov Banten 2026, Atlet Kabupaten Serang Berlatih Bersama di BIS

    22 Oktober 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»LBH PMII Cabang Kota Serang Menolak RUU TNI: Kembalikan TNI ke Barak!

    LBH PMII Cabang Kota Serang Menolak RUU TNI: Kembalikan TNI ke Barak!

    Rizki Mubarok27 Maret 20253 Mins Read NEWS
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BANTENCORNER.COM – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Serang menyatakan sikap tegas menolak Rancangan Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (RUU TNI) yang tengah dibahas di DPR RI. LBH PMII menilai revisi ini merupakan langkah mundur bagi demokrasi dan berpotensi menghidupkan kembali dwifungsi militer yang bertentangan dengan amanat reformasi.

    Ketua LBH PMII Cabang Kota Serang, Ali martua nasution, menyatakan bahwa revisi UU TNI ini bertentangan dengan prinsip supremasi sipil yang menjadi dasar sistem pemerintahan demokratis di Indonesia.

    “RUU TNI berpotensi mengembalikan peran militer dalam kehidupan sipil, yang jelas bertentangan dengan prinsip negara hukum dan demokrasi yang telah kita perjuangkan sejak reformasi 1998,” ujarnya saat kepada tim bantencorner pada Senin, 24 Maret 2025.

    Analisis Hukum

    1. Pelanggaran Prinsip Supremasi Sipil Pasal 1 ayat (2) UUD 1945 menegaskan bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat. UU No. 34 Tahun 2004 tentang TNI mengatur bahwa militer hanya bertugas di bidang pertahanan dan berada di bawah kontrol politik sipil.

    2. Pelanggaran Agenda Reformasi Ketetapan MPR No. VI/MPR/2000 dan No. VII/MPR/2000 secara tegas memisahkan peran TNI dan Polri serta membatasi keterlibatan TNI dalam urusan sipil. Revisi UU TNI justru membuka ruang bagi militer untuk kembali masuk ke dalam kehidupan sipil.

    3. Potensi Penyalahgunaan Kekuasaan Dengan masuknya TNI dalam urusan sipil, potensi abuse of power meningkat, yang bertentangan dengan prinsip “due process of law” dalam Pasal 28D ayat (1) UUD 1945.

    4. Ancaman terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) Struktur komando militer yang hierarkis dan kurangnya mekanisme akuntabilitas publik dapat meningkatkan potensi pelanggaran HAM. Sejarah mencatat bahwa keterlibatan militer dalam urusan sipil kerap menimbulkan represivitas terhadap masyarakat.

    Tuntutan LBH PMII Cabang Kota Serang

    1. Menolak Revisi UU TNI yang Bertentangan dengan Prinsip Supremasi Sipil

    LBH PMII menegaskan bahwa TNI harus tetap fokus pada tugas pertahanan negara dan tidak terlibat dalam urusan sipil.

    2. Mengembalikan TNI ke Barak

    Keterlibatan TNI dalam sektor ekonomi, keamanan dalam negeri, dan pemerintahan harus dihindari guna menjaga profesionalisme militer.

    3. Memperkuat Pengawasan terhadap TNI

    Pemerintah dan DPR harus memperkuat mekanisme kontrol terhadap TNI guna mencegah potensi penyalahgunaan kekuasaan.

    4. Menjaga Keberlanjutan Reformasi Militer

    Reformasi militer harus terus dijalankan untuk memastikan bahwa Indonesia memiliki angkatan bersenjata yang profesional dan tunduk pada supremasi sipil.

    Mewakili seluruh kader LBH PMII Cabang Kota Serang, Ali menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat sipil, akademisi, dan organisasi pro-demokrasi untuk bersama-sama menolak RUU TNI ini.

    “Kami akan terus mengawal jalannya demokrasi di Indonesia dan memastikan bahwa TNI tetap berada di barak, sesuai dengan tugas dan fungsinya sebagai alat pertahanan negara,” tutupnya.***

    PMII RUU TNI
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Aksi Jilid II Aliansi Banten Bergerak: Dua Tahun Prabowo-Gibran, Demokrasi Milik Elit, Rakyat Menjerit

    NEWS 22 Oktober 2026

    Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, PMII Unpam dan SWOT Banten Geruduk Kantor DPRD Bawa 10 Tuntutan

    Wisuda ke-15, UNBAJA Dorong Lulusan Berdaya Saing dan Berintegritas

    Grand Final Kang Nong 2026 Sukses Digelar, HIPMI Kabupaten Serang Siap Kolaborasi Dorong PAD Lewat Pariwisata

    Cek Kesiapan Jelang Porprov Banten 2026, Atlet Kabupaten Serang Berlatih Bersama di BIS

    Recent Post

    Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Apa Kinerja ATR/BPN? Begini Kata Arief Muliawan

    22 Oktober 2026

    Andra Godok Pergub Pemberdayaan Pesantren

    22 Oktober 2026

    Dimyati di Hari Santri Nasional: Perkuat Akhlak, Ilmu, dan Cinta Tanah Air

    22 Oktober 2026

    Pejabat Banten Diminta Tolak Gratifikasi

    22 Oktober 2026

    98 Resolution Network Bahas Capaian Pemerintahan dan Pentingnya Persatuan Nasional ​

    21 Oktober 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.