BANTENCORNER.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 48 Universitas Primagraha melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui pendampingan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pembuat kulit atau wadah ketupat di Kelurahan Banjar Agung, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang. Program tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Kegiatan ini merupakan implementasi dari Program Serang Makmur dan Serang Kreatif Produktif yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor ekonomi kreatif. Mahasiswa berupaya mengoptimalkan potensi yang telah lama menjadi mata pencaharian sebagian warga Banjar Agung agar memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih baik.
Selama pendampingan berlangsung, mahasiswa terlibat langsung bersama para perajin dalam proses menganyam janur menjadi kulit ketupat. Suasana kebersamaan dan semangat gotong royong terlihat mewarnai setiap tahapan kegiatan, mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses penyelesaian anyaman.
Selain mempelajari teknik pembuatan kulit ketupat, mahasiswa juga berdiskusi dengan para pelaku usaha mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam menjalankan usaha, seperti pemasaran yang masih terbatas, pengemasan produk, hingga upaya menjaga kualitas hasil produksi agar mampu bersaing di pasaran.
Ketua KKM 48 Universitas Primagraha, Santana, mengatakan bahwa pendampingan tersebut dipilih karena usaha pembuatan kulit ketupat telah menjadi salah satu potensi unggulan masyarakat Banjar Agung yang perlu terus dikembangkan.
“Program pendampingan UMKM kulit ketupat ini merupakan bentuk komitmen KKM 48 Universitas Primagraha dalam mendukung terwujudnya Serang Makmur dan Serang Kreatif Produktif. Kami berharap pendampingan yang kami lakukan tidak hanya membantu meningkatkan kualitas produk dan pemasaran, tetapi juga memberikan motivasi kepada para pelaku UMKM untuk terus berkembang. Semoga potensi lokal seperti anyaman kulit ketupat dapat menjadi produk unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kelurahan Banjar Agung,” ujar Santana.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa turut memberikan edukasi mengenai pentingnya standarisasi ukuran produk agar lebih seragam, penggunaan kemasan yang bersih dan menarik, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran sekaligus meningkatkan nilai jual produk.
Killah (50) Salah seorang pelaku UMKM kulit ketupat mengaku senang dengan kehadiran mahasiswa KKM Universitas Primagraha. Menurutnya, pendampingan tersebut memberikan semangat baru sekaligus wawasan mengenai cara mengembangkan usaha agar lebih dikenal masyarakat.
“Dengan adanya adik-adik KKM dari Universitas Primagraha, kami jadi lebih semangat. Biasanya membuat kulit ketupat dikerjakan sendiri, sekarang kami juga mendapatkan masukan tentang cara pengemasan yang lebih menarik sehingga produk bisa dipasarkan lebih luas,” ungkapnya.
Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya berupaya meningkatkan produktivitas UMKM, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga kelestarian keterampilan menganyam janur yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Banjar Agung. Pelestarian keterampilan tradisional tersebut dinilai penting agar tetap diminati oleh generasi muda sekaligus memiliki nilai ekonomi yang berkelanjutan.
Ke depan, UMKM kulit ketupat diharapkan mampu menjadi salah satu produk unggulan Kelurahan Banjar Agung, khususnya dalam mendukung Program Serang Kreatif Produktif. Peningkatan kualitas produk dan pemasaran diharapkan berdampak pada bertambahnya pendapatan masyarakat, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan ketika permintaan kulit ketupat mengalami peningkatan.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat, KKM 48 Universitas Primagraha berkomitmen menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi warga. Pendampingan UMKM ini menjadi salah satu wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendorong terwujudnya masyarakat Banjar Agung yang lebih mandiri, produktif, dan sejahtera.







