Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Kematian Bharatu Laurentiis Valdo: GMPK Desak Transparansi dan Pertanggungjawaban Institusi Polri

    21 Oktober 2026

    Hadir di Tengah Rakyat, Komunitas Kuntul Ngebul Salurkan Baksos dan Promosikan Wisata Ujung Kulon

    21 Oktober 2026

    Andra Soni Pastikan Keselamatan Penumpang KMP Batumandi Terbakar Jadi Prioritas

    21 Oktober 2026

    Andra Usul Raperda Penyertaan Modal

    21 Oktober 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»POLITIK»Serakahnomics: Musuh Nyata Rakyat dan Ancaman bagi Ekonomi Pancasila

    Serakahnomics: Musuh Nyata Rakyat dan Ancaman bagi Ekonomi Pancasila

    Rizki Mubarok6 November 20253 Mins Read POLITIK
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BantenCorner– Dalam Simposium Gerakan Nasional Pasal 33 yang dilaksanakan pada 05 November 2025 di Gedung Soeroto APMD DIY yang diselenggarakan oleh Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW LMND) DIY, berbagai pandangan kritis terkait arah perekonomian nasional mengemuka. Salah satunya datang dari Juru Bicara Partai Prima, Syamsudin Saman, yang menyoroti bahaya sistem ekonomi yang disebut Presiden Prabowo sebagai serakahnomics.

    Dalam menjalankan perekonomian bangsa sejatinya Indonesia sudah mempunyai peta sebagai acuan untuk membawa Indonesia menuju negara yang adil, makmur, dan sejahtera.

    Peta tersebut adalah Ekonomi Pancasila, yang fundamentalnya tertuang dalam Pasal 33 UUD 1945 dan Jalan Trisakti Bung Karno. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang dianugerahi kekayaan alam yang begitu besar. Indonesia merupakan produsen nikel terbesar di dunia, batu bara, timah, serta penghasil emas urutan kesepuluh di dunia.

    Namun dalam penerapannya, bangsa ini menemui berbagai hambatan. Presiden Prabowo Subianto mengistilahkan hambatan tersebut dengan nama serakahnomics — sebuah perilaku ekonomi yang manipulatif dan eksploitatif, yang kini dominan dan menggerogoti bangsa ini.

    Secara sederhana, serakahnomics adalah sistem ekonomi yang dijalankan berdasarkan prinsip keserakahan.

    Menanggapi hal tersebut, Syamsudin Saman menegaskan bahwa serakahnomics merupakan hambatan utama bangsa ini — sebuah perilaku curang yang terus menggerogoti seluruh sektor.

    “Serakahnomics adalah musuh nyata rakyat. Potensial SDA kita itu sekitar 200.000 triliun, yang kalau kita kelola dengan baik, cita-cita kita untuk jadi negara yang sejahtera, adil, dan makmur bukan hal yang sulit untuk kita capai,” kata Syamsudin, Kamis (6/11/2025).

    Lebih lanjut, ia menilai bahwa serakahnomics adalah anti-Pancasila, terutama karena melanggar sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Praktik tersebut dianggap telah membajak cita-cita kemerdekaan untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.

    Jalan menuju Indonesia yang berkeadilan sejatinya telah diamanatkan oleh UUD 1945, sehingga seruan Presiden Prabowo untuk membumihanguskan serakahnomics dari bumi Indonesia harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.

    “Serakahnomics bukanlah takdir. Ia adalah buah dari sistem yang dibiarkan bobrok dan dikendalikan oleh nafsu serakah segelintir orang. Kami mendukung seruan Presiden Prabowo untuk melawan sistem rakus ini. Kita harus kembali berpedoman kepada Pasal 33, UUD 1945, dan Pancasila dalam menjalankan sistem ekonomi berbangsa kita,” pungkasnya.

    Oleh karena itu, Syamsudin berharap agar seluruh elemen bangsa bersatu padu dalam melakukan perlawanan terhadap praktik serakahnomics. Kembali ke jalan lama: UUD 1945 dan Pancasila, adalah suatu keharusan untuk menuju Indonesia yang adil dan makmur.

    “Kami percaya bahwa Indonesia mampu keluar dari jerat Serakahnomics. Kuncinya adalah kembali kepada cita-cita founding fathers: berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan  yang semuanya hanya dapat dicapai dengan persatuan yang kokoh,” tutupnya.

    LMND serakahnomics
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Festival Santri Lebak 2026 Siap Digelar, Ketua GP Ansor Lebak: Ini adalah Lebaran Para Santri

    Budaya & Tradisi 15 Oktober 2026

    Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, PMII Unpam dan SWOT Banten Geruduk Kantor DPRD Bawa 10 Tuntutan

    Cegah Pinjol dan Judol, Fakultas Hukum Unpam Edukasi Siswa SMAN 1 Kragilan

    Wisuda ke-15, UNBAJA Dorong Lulusan Berdaya Saing dan Berintegritas

    Menguak Sejarah Panjang dan Ritual Keagamaan di Makam Sultan Maulana Hasanuddin

    Recent Post

    Perubahan Struktur Perangkat Daerah di Banten

    21 Oktober 2026

    GP Ansor Dorong KH Abbas Abdul Jamil Jadi Pahlawan Nasional

    20 Oktober 2026

    Hilirisasi Mineral Terus Jadi Strategis Dongkrak Kinerja Ekonomi

    20 Oktober 2026

    Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, PMII Unpam dan SWOT Banten Geruduk Kantor DPRD Bawa 10 Tuntutan

    19 Oktober 2026

    Grand Final Kang Nong 2026 Sukses Digelar, HIPMI Kabupaten Serang Siap Kolaborasi Dorong PAD Lewat Pariwisata

    18 Oktober 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.