BANTENCORNER.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bina Bangsa (UNIBA) tengah menjadi sorotan setelah tiga bulan sejak pendiriannya. Kritik datang dari LMND Uniba, termasuk dari kalangan mahasiswa sendiri yang merasa BEM belum menunjukkan arah yang jelas.
Adam Arjun Maulana, Sekretaris Eksekutif Komisariat Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) UNIBA, menyatakan bahwa banyak mahasiswa yang tidak mengetahui atau bahkan tidak mengakui keberadaan BEM.
“Ini adalah konsekuensi historis dari kelahirannya yang prematur, terbentuk secara tergesa tanpa pondasi yang kokoh,” ujarnya dalam pernyataan tertulis yang diterima awak media pada Jum’at, 15 Agustus 2025.
Adam menambahkan, hingga saat ini belum ada langkah konkret dari pengurus BEM maupun Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) untuk menjawab tantangan-tantangan nyata di lingkungan kampus. Ia menekankan pentingnya pengurus BEM untuk mengakui bahwa mereka belum memiliki legitimasi kuat di mata mahasiswa UNIBA.
“Tanpa pengakuan dari basis mahasiswa, maka setiap program, kebijakan, atau agenda akan kehilangan makna,” tangkasnya.
Selain itu, Adam juga mengungkapkan minimnya arah dan ketegasan dalam menjalankan tugas-tugas organisasi, yang menurutnya tidak lepas dari absennya budaya akademik di kampus.
Menurut Adam, kondisi ini seharusnya menjadi momentum untuk mengajak seluruh mahasiswa terlibat aktif dalam membangun budaya organisasi dan merumuskan konstitusi bersama.
“Tugas berat ini tidak bisa dipikul sendiri oleh pengurus, ia adalah tanggung jawab kolektif untuk meletakkan fondasi organisasi yang sehat bagi tahun-tahun mendatang,” tegasnya.
Adam, mewakili LMND Uniba berharap agar pengurus BEM tidak hanya menjadi pengelola jabatan, tetapi juga menjadi penggerak budaya organisasi yang terbuka, inklusif, dan berpihak pada kepentingan mahasiswa.
“Sebab, kelahiran pemerintahan mahasiswa adalah titik awal perjuangan, bukan akhir dari proses,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak BEM UNIBA belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan tersebut.***







