Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Putusan MA Tegas, Maruli Rajagukguk: Waktunya Bongkar Komplotan Level Atas

    11 April, 2026

    Kerugian Negara Capai Triliunan, MA Pastikan Lahan Itu Milik Banten

    11 April, 2026

    BKSAP Fokus Buka Akses Selat Hormuz demi Kelancaran Logistik Indonesia

    10 April, 2026

    Ancaman Ketahanan Pangan! Pekerja Penggilingan Minta Tolong ke Komisi IV

    09 April, 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan Meningkat, Komnas PA Banten Serukan Aksi Kolektif

    Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan Meningkat, Komnas PA Banten Serukan Aksi Kolektif

    Roy Goozly16 Desember, 20252 Mins Read NEWS
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BANTENCORNER.COM – Kasus kekerasan anak dan perempuan di Provinsi Banten meningkat signifikan dengan total 1.254 kasus tercatat hingga 15 Desember 2025.

    Angka ini menempatkan Banten di urutan 8 tertinggi nasional dan menjadi rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir.

    Dalam rinciannya, Kota Tangerang Selatan mencatatkan angka tertinggi dengan 293 kasus, disusul oleh Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang masing-masing 254 kasus.

    Wilayah lainnya juga melaporkan angka yang signifikan, termasuk Kota Cilegon, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, dan Kota Serang.

    Ketua Komnas Perlindungan Anak Provinsi Banten, Hendry Gunawan, menyatakan keprihatinan mendalam atas situasi ini, terutama karena Provinsi Banten dan kabupaten/kota di dalamnya telah menyandang predikat Layak Anak (KLA) dengan berbagai tingkatan.

    “Gelar Layak Anak harus menjadi modal dan pijakan untuk kerja lebih keras, bukan sekadar pencapaian akhir,” ujar Gunawan, melalui keterangan resminya, Selasa, 16 Desember 2025.

    Ia menekankan pentingnya penerapan strategi penanganan harus kontekstual dan melibatkan semua pemangku kepentingan.

    “Pembentukan Satuan Tugas Bersama di kawasan metropolitan, penguatan infrastruktur perlindungan di Kabupaten Serang, dan strategi penjangkauan melalui tokoh adat di Kabupaten Lebak menjadi beberapa contoh pendekatan yang diperlukan,” katanya.

    Selain itu, Komnas Perlindungan Anak juga menyoroti ketidaksiapan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di lingkungan pendidikan.

    “Meskipun cakupan TPPK mencapai 93,53%, namun banyak sekolah yang tidak memahami peran dan fungsinya, sehingga mekanisme pencegahan dan penanganan kekerasan menjadi tidak efektif,” jelas Gunawan.

    Maka, Komnas Perlindungan Anak Provinsi Banten menyerukan kerja kolektif yang terintegrasi dan terukur dari semua pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengubah sistem yang ada menjadi perisai nyata bagi anak-anak di Banten.

    Aksi Kolektif Anak Kasus Kekerasan Komnas PA Banten Perempuan Seruan TPPK

    Related Posts

    NEWS

    Hari Ibu 2025, Ketua TP-PKK Kota Serang Arfina: Ibu sebagai Sosok Sentral Keluarga

    22 Desember, 2025
    NEWS

    Kasus Kekerasan Naik, DP3AKB Kota Serang Fokuskan Edukasi Sekolah dan Kelurahan

    27 November, 2025
    NEWS

    ICMI Banten dan Serang Book Party Bahas Dampak Lingkungan dan Perjuangan Perempuan dalam Talkshow Seba Literasi

    04 Februari, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Kritik Anggaran Belanja Buah Durian hingga Kue Ulang Tahun di Biro Umum Banten Habiskan Puluhan Juta, Mahasiswa: Hamburkan APBD

    NEWS 07 April, 2026

    Pengeroyokan Petugas Keamanan di Movenpick Carita, Satu Pelaku Diduga Anak Lurah Umbul Tanjung

    PKBM Daguina Gelar UPK Paket C, Bukti Pendidikan Nonformal Kian Berkualitas

    Kisah Konflik Internal Kesultanan Banten dan Campur Tangan Belanda

    Menguak Sejarah Panjang dan Ritual Keagamaan di Makam Sultan Maulana Hasanuddin

    Recent Post

    Optimisme Lawan Teror: Projo Ingatkan Pengalaman Bangsa Saat Pandemi

    08 April, 2026

    PKBM Daguina Gelar UPK Paket C, Bukti Pendidikan Nonformal Kian Berkualitas

    08 April, 2026

    Kritik Anggaran Belanja Buah Durian hingga Kue Ulang Tahun di Biro Umum Banten Habiskan Puluhan Juta, Mahasiswa: Hamburkan APBD

    07 April, 2026

    Bawa Visi Baru, Pramuka Banten Akan Olah Sampah Jadi Pupuk

    07 April, 2026

    Ketua DPRD: Musrenbang 2027 Jadi Kunci Wujudkan Kota Serang Lebih Maju

    06 April, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.